Bermain Sambil Belajar dengan 5 Permainan Anak Tradisional Jaman Dulu

Hal yang kini tak lagi mudah untuk dilakukan adalah mengajak anak bermain sambil belajar lewat permainan tradisional. Pada era teknologi sekarang ini, bermunculan beragam jenis permainan digital yang menggerus permainan anak jaman dulu. Padahal, permainan anak tradisional tak kalah asyik dan seru.

Berbeda dari permainan digital masa kini, permainan anak tradisional kebanyakan melibatkan aktivitas fisik yang sedikit banyak membuat anak sehat dan aktif. Karena itu, permainan anak tradisional memiliki manfaat lebih besar.

Permainan Anak Tradisional Jaman Dulu

Simak apa saja permainan anak jaman dulu dan bagaimana anak bisa bermain sambil belajar dari permainan tersebut!

  1. Engklek

    Di dunia Barat, orang mengenal engklek sebagai hopscotch. Menurut rumor, engklek atau “sunda manda” ini sudah ada sejak masa penjajahan Belanda dan tersebar di Indonesia lewat anak-anak Belanda. Hingga sekarang pun permainan ini masih banyak disukai anak-anak kecil saat mereka bermain di luar rumah.
    Meski terlihat sederhana, si Kecil bisa bermain sambil belajar melalui permainan ini, seperti akurasi melempar batu tepat pada kotak batasan bidang yang dibuat. Ia juga akan belajar menyeimbangkan tubuhnya dengan melompat bertumpu pada satu kaki saja.
  2. Petak umpet

    Terkenal dengan sebutan hide and seek di luar negeri, petak umpet merupakan salah satu permainan anak jaman dulu yang masih jadi favorit hingga kini. Permainan anak tradisional ini banyak disukai lantaran mudah dilakukan dan tak memerlukan alat bantu; hanya perlu memejamkan mata dan membiarkan teman-temannya bersembunyi sambil menghitung.
    Petak umpet mengajarkan anak untuk teliti dan hati-hati saat mencari teman-temannya yang sedang bersembunyi. Permainan ini juga mengajarkan pentingnya kesabaran bagi anak saat mereka berusaha menemukan teman-temannya. Tanpa ketelitian dan kesabaran yang cukup, seorang anak mungkin tidak akan mampu menemukan teman-temannya.
  3. Bentengan

    Mempertahankan benteng agar tidak direbut musuh adalah inti permainan ini. Pemain dibagi menjadi dua grup dan masing-masing memiliki wilayah dan bentengnya sendiri. Awas, jika tersentuh pemain lawan, pemain akan kalah!
    Populer di kalangan anak sekolah, bentengan melibatkan banyak hal yang memungkinkan anak bermain sambil belajar bekerja dalam tim. Mulai dari membentuk tim, membuat strategi, hingga belajar mempertahankan wilayah—dalam hal ini benteng. Bentengan juga sarat interaksi dan komunikasi antarpemain. Tanpa koordinasi dan kerja sama yang baik, mustahil untuk menjadi grup pemenang.
  4. Congklak

    Identik sebagai permainan untuk anak perempuan, congklak sebenarnya bisa dimainkan siapa saja. Permainan tradisional ini sesungguhnya adalah sarana bermain dan belajar yang andal untuk berhitung. Pemain akan mengambil biji congklak dari lubang besar di kanan, lalu memindahkan biji congklak satu per satu ke dalam lubang-lubang kecil di depannya searah jarum jam. Pada akhir permainan, saat biji congklak habis, anak dengan biji terbanyak di lubang sebelah kanannya menjadi pemenang. Selain belajar menghitung, anak juga mengasah motorik halus saat memindah-mindahkan biji congklak.
  5. Gobak Sodor

    Terbagi menjadi dua tim yang terdiri atas tiga anak atau lebih, gobak sodor menuntut anak untuk menjaga wilayahnya agar tidak dimasuki lawan. Lawan yang berhasil melewati garis bertahan si anak, dianggap berhasil. Jika sudah bolak balik melewati garis pertahanan tersebut dan kembali ke titik awal, lawan akan memenangkan permainan.
    Lewat permainan ini, anak diajar mengambil keputusan dalam mengecoh lawan dan berusaha agar tidak tertangkap. Ia juga perlu berkomunikasi dengan teman satu timnya untuk mengecoh lawan agar berhasil menerobos garis. Strategi, keuletan, dan ketangkasan adalah poin-poin penting yang akan dipelajari si Kecil melalui permainan ini.

Manfaat Bermain Sambil Belajar Lewat Permainan Tradisional

  1. Keseimbangan dan akurasi

    Belajar keseimbangan tubuh bisa dilakukan lewat aktivitas-aktivitas fisik yang dilakukan selama memainkan permainan tradisional. Beberapa aksi seperti mengangkat satu kaki, melempar, melompat, atau berjinjit di atas titian membantu seorang anak untuk menyeimbangkan dirinya. Salah satu permainan tradisional yang membantu anak belajar keseimbangan adalah engklek. Lewat permainan ini, seorang anak dituntut untuk melempar batu di kotak tertentu, lalu melompat-lompat dengan satu kaki ke lokasi batu tersebut. Anak belajar keseimbangan agar dia tidak jatuh atau melebihi batas kotak yang ada.

  2. Ketelitian

    Ketelitian penting sebagai skill survival anak di kehidupan sehari-harinya. Mengerjakan sesuatu dengan teliti akan menghindarkan terjadinya kesalahan atau hasil yang kurang sempurna. Permainan tradisional bisa mengajarkan anak belajar ketelitian tanpa disadarinya. Permainan tradisional seperti petak umpet dapat mengajari si Kecil anak belajar mencari tempat temannya bersembunyi.

  3. Kerja sama dan strategi

    Kemampuan bekerja sama dengan orang lain mutlak dibutuhkan anak di kehidupan sosialnya sehari-hari. Lewat kerja sama dengan teman-temannya, seorang anak bisa berkembang secara sosial maupun kognitif. Ia akan lebih mudah mempelajari banyak hal dan menyelesaikan masalah dengan bekerja sama dengan orang lain. Salah satu permainan yang mendorong si Kecil bekerja sama adalah bentengan. Mereka harus bekerja sama dan punya strategi menyerang dan bertahan yang baik untuk mengalahkan lawan. Dari sinilah anak mulai belajar pentingnya bekerja sama.

  4. Berhitung

    Beberapa permainan tradisional juga bisa mengajarkan anak belajar berhitung. Kemampuan berhitung tentu sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kemampuan berhitung juga erat kaitannya dengan perkembangan kecerdasan eksakta anak. Berhitung bisa dipelajari dengan cara yang menyenangkan lewat permainan congklak.

  5. Ketangkasan dan koordinasi

    Ketangkasan dan koordinasi juga salah satu manfaat yang bisa didapat dari permainan tradisional. Beberapa permainan menuntut anak untuk berlari, menghindar dengan sigap, serta saling berkoordinasi untuk mencapai titik finish atau suatu tujuan tertentu. Untuk melatih ketangkasan dan koordinasi, gobak sodor adalah permainan yang tepat.

    Si Kecil yang gemar permainan anak tradisional dan berbagai aktivitas outdoor lainnya selalu punya masalah yang sama: pakaian kotor dan keringat! Kotoran yang menempel pada baju dan bercampur keringat akan menjadi noda yang sulit dihilangkan. Ini tentu jadi pekerjaan rumah yang berat untuk Ibu.

    Tak perlu khawatir sebab ada Rinso Anti Noda Perfume Essence yang dapat menghilangkan noda dengan efektif. Cukup sekali kucek, kotoran hilang dengan maksimal. Keharuman violet dan raspberry dalam formulanya akan menjaga kesegaran pakaian hingga 21 hari. Dilengkapi teknologi SmartFoam yang membuat busa mudah dihilangkan, proses mencuci lebih cepat dan ekonomis karena tak butuh banyak air.

Source:

whattoexpect.com/toddler/photo-gallery/outdoor-activities-for-toddlers-and-preschoolers.aspx

parents.com/fun/activities/outdoor/

asliindonesia.net/permainan-di-dunia-yang-mirip-dengan-di-indonesia/

Tips untuk membersihkan semua keperluan rumah tangga Anda. Mulai dari merapihkan sampai menghilangkan noda, klik disini dan cari tahu bagaimana cara membersihkan hampir semua noda!