lompat ke konten
kurangi daur ulang daur ulang

Yuk Bijak Plastik dengan Terapkan 3R Serta Ketahui Manfaatnya

Blue painted background
Kenali apa itu 3R (reuse, reduce, recycle) dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Demi bumi yang lebih baik tentunya!

Saatnya menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan dengan 3R (reuse, reduce, recycle). Reduce adalah mengurangi barang yang berpotensi menjadi sampah. Kemudian reuse adalah memakai kembali barang untuk manfaat lain. Lalu terakhir adalah recycle atau daur ulang.

Agar lebih jelas, simak yuk informasi selengkapnya tentang 3R dalam ulasan berikut:

Apa itu 3R?

3R merupakan kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan sampah yang fokus pada 3 hal yakni reduce, reuse, recycle. Prinsip 3R ini berlaku di seluruh dunia.

Agar manajemen sampah lebih maksimal, para aktivis lingkungan menyarankan untuk menerapkan Reduce sebagai tahap awal sebagai tindakan preventif agar tidak ada sampah dihasilkan. Sementara Recycle adalah langkah yang bisa dilakukan saat kita terpaksa menghasilkan sampah, lalu mencoba mengelolanya agar sampah bisa dimanfaatkan kembali sehingga menjadi barang yang berdaya guna.

Pengertian 3R dan Keterkaitannya dengan Bijak Plastik

1. Reduce

Reduce adalah langkah pertama dan berdampak paling besar dalam menjaga lingkungan. Pasalnya, melalui reduce, Anda bisa menekan keinginan untuk konsumtif berlebihan.

Prinsip ini juga menekan keinginan untuk berbelanja produk yang tidak dibutuhkan, membantu kita untuk menghemat sumber daya (konsumsi listrik, air, dan energi) dalam kehidupan sehari-hari.

Reduce fokus pada upaya untuk berhemat dan menggunakan apa yang kita butuhkan. Misalnya, Anda disarankan untuk membeli produk elektronik yang hemat listrik dan awet dipakai bertahun-tahun, serta menghindari produk murah yang lekas rusak agar tidak menimbulkan sampah.

Bijak mengurangi penggunaan plastik termasuk bagian dari reduce. Beberapa jenis plastik kemasan yang berkualitas rendah memang murah, tetapi dampak negatifnya merugikan lingkungan sekitar. Jika memang terpaksa memakai plastik, pilih kemasan yang besar atau kemasan yang bisa dipakai ulang untuk meminimalkan produksi sampah di tempat pembuangan akhir (TPA).

Contoh reduce:

  • Mengganti packaging dengan kemasan ramah lingkungan untuk meminimalkan plastik sekali pakai.

  • Mengganti plastik atau kresek belanja dengan tas belanja.

  • Membeli sampo atau sabun refill di toko khusus zero waste dengan membawa botol sendiri dari rumah.

  •  Membawa botol minuman yang bisa dipakai berulang-ulang setiap bepergian.

  • Mengganti popok sekali pakai dengan popok kain atau clothdiaper.

2. Reuse

Huruf R selanjutnya adalah reuse. Reuse adalah memakai kembali barang-barang untuk manfaat lain. Reuse tentunya lebih baik dibanding recycle. Dengan reuse, Anda bisa mencegah timbulnya sampah baru dan memanfaatkan produk yang ada untuk fungsi yang lain.

Selain itu, menerapkan reuse juga berarti Anda berpikir kreatif untuk melakukan upcycle barang-barang Anda sehingga lebih bermanfaat dibandingkan membuangnya ke TPA. Lebih hemat uang, tenaga, dan energi karena Anda tak perlu mengeluarkan resource (tanpa membeli baru, tanpa perlu memakai transportasi, serta mengurangi jejak karbon).

Contoh reuse:

  • Memanfaatkan sabut kelapa untuk mencuci piring.

  • Memanfaatkan kaus bekas untuk kerajinan keset, cempal, dll.

  • Menggunakan sikat gigi bekas untuk alat mencuci benda-benda kecil.

  • Menjadikan botol bekas sebagai pot bunga.

3. Recycle

Di antara 3R, recycle merupakan pilihan terakhir karena hal ini paling banyak mengeluarkan biaya. Biaya recycle cukup tinggi karena membutuhkan mesin khusus untuk mengolah sampah dan limbah yang dihasilkan. Di sisi lain, tak semua sampah bisa didaur ulang. Infrastruktur yang spesifik dan mahal menjadikan recycle opsi terakhir agar untuk mencegah sampah berakhir ke TPA.

Beberapa barang yang perlu didaur ulang adalah barang elektronik,baterai, tinta cartridge, tas plastik, karet, kaca, hingga kain.

Contoh recycle:

  • Membawa sampah plastik ke tempat peleburan khusus daur ulang.

  • Mengumpulkan sampah non-organik yang telah disortir untuk dijadikan bahan baku bangunan, ecobrick, dll.

  • Memanfaatkan plastik sachet menjadi kerajinan tangan. Misalnya, menjadi produk tas, dompet, sandal, atau kreasi handmade.

Manfaat 3R bagi Lingkungan

Langkah nyata yang bisa dilakukan untuk mengurangi kerusakan di bumi adalah dengan menerapkan 3R semampu kita. Berikut manfaatnya:

1. Menjaga Kelestarian Sumber Daya Alam

Bumi yang kita tinggali makin rentan dengan kerusakan. Sumber daya alam pun semakin berkurang. Hal ini bisa terlihat dari meningkatnya eksploitasi dan pengerukan tambang, penebangan hutan, dan berkurangnya sumber air di sebagian wilayah.

Melansir dari Good News from Indonesia, jika kita mendaur ulang kertas 1 ton maka hal itu sama dengan menghemat 17 batang pohon (menurut riset Purdue Research Foundation and US Environmental Protection Agency, 1996), 7000 galon air, 628,5 galon bahan bakar, dan listrik sebanyak 4000 KWh (Onondaga Resource Recovery Center). Maka tak ada yang sia-sia jika Anda mau melakukan aksi 3R, meski di ranah keluarga sekalipun.

2. Melestarikan Ruang Alam

Ruang alam merupakan tempat yang menjadi wadah lingkungan yang kita tinggali. Agar ruang alam tetap lestari dan nyaman ditinggali oleh manusia saat ini dan generasi anak-cucu di masa mendatang, maka siapa pun perlu menjaganya.

Jika bingung bagaimana melakukannya, Anda bisa mulai dari mengedukasi keluarga Anda dengan mencegah beberapa kegiatan yang kurang ramah lingkungan seperti:

  • buang sampah atau plastik di laut, sungai, perairan, bawah jembatan, pinggir jalan, dll.

  • pertambangan yang merusak

  • penebangan pohon secara liar

  • pembakaran hutan untuk bercocok-tanam

  • pembukaan kebun sawit secara luas

  • pembangunan di ruang konservasi lingkungan yang mengancam kelestarian flora dan fauna endemik.

3. Menghemat Energi

Sumber energi begitu banyak macamnya. Ada yang dari minyak bumi (bensin, solar) yang bisa habis dan ada yang berasal dari non-minyak bumi (energi dari sinar matahari, air, biofuel, dll.). Meski demikian, penghematan energi berdampak positif untuk cadangan sumber daya energi di bumi.

Terutama untuk energi yang bisa habis. Maka, melakukan prinsip 3R sangat bermanfaat untuk menghemat energi, mengurangi biaya pengeluaran, serta meminimalkan besaran polusi yang dihasilkan.

4. Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Pertambangan, pabrik, dan perusahaan pemurnian, umumnya memakai bahan bakar fosil (minyak bumi dan gas) yang jumlahnya terbatas. dan terus berkurang. Tingginya aktivitas manufaktur ini bisa meningkatkan gas karbondioksida hasil dari pembakaran yang lepas ke atmosfer dan menjadi emisi gas rumah kaca.

Tak hanya itu, pada skala individu terdapat kontribusi untuk terjadinya emisi dalam aktivitas sehari-hari. Misalnya, sering memakai mobil/kendaraan bermotor, menggunakan AC dan kulkas, membuang makanan yang tak habis, dll. Kebiasaan yang kerap dianggap sepele tersebut, juga berkontribusi menyebabkan efek rumah kaca.

Oleh karenanya, Anda perlu bijak saat mengonsumsi produk, banyak berhemat, dan perlu melakukan daur ulang nsampah domestik untuk menekan pelepasan karbondioksida ke atmosfer. Hal ini menjadi salah satu upaya mencegah perubahan iklim dari skala rumahan.

5.Mengurangi Tempat Pembuangan Akhir (TPA)

Menerapkan 3R akan membuat hidup lebih tertata. Misalnya, berupaya menghabiskan barang/makanan agar tidak menjadi sampah yang menghasilkan emisi di lingkungan, donasi barang bekas yang layak, melakukan upcycle, mengirim ke bank sampah, dll.

Dengan begitu, Anda bisa lebih bijak memakai plastik, tidak konsumtif, dan tidak membuang sampah berlebihan ke TPA.

6. Menciptakan Masa Depan yang Berkelanjutan

Menerapkan 3R membantu Anda berpikir tentang masa depan anak-cucu yang kelak menempati bumi ini sehingga Anda perlu mewariskan gaya hidup berkelanjutan yang lebih positif dan ramah lingkungan untuk generasi muda.

Apalagi sumber daya alam yang ada di bumi begitu terbatas. Sehingga memulai aksi nyata sejak saat ini akan berdampak signifikan untuk masa mendatang.

Bagaimana Tahapan 3R Membantu Membuat Bumi menjadi Lebih Baik?

  1. Mengurangi sampah di TPA membantu meminimalkan jumlah polusi atau pencemaran lingkungan. Dampaknya, efek rumah kaca bisa berkurang drastis.

  2. Membantu mencegah proses penanganan limbah/sampah yang kurang tepat. Misalnya, membakar sampah sembarangan bisa membahayakan lingkungan. Beberapa jenis barang tidak boleh dibakar karena berbahaya (styrofoam, baterai, aerosol, dll.). Dengan menerapkan 3R, proses penyortiran sampah sesuai jenisnya akan memudahkan untuk mendaur ulang, meminimalkan risiko bahaya, dan lebih aman bagi lingkungan.

  3. Prinsip 3R mengurangi pemakaian energi dan sumber daya alam berlebihan. Semakin efisien dan hemat dalam pemakaian energi, maka akan lebih banyak ketersediaan sumber daya untuk kebutuhan lainnya. 

  4. Prinsip 3R membantu menciptakan konsumsi energi yang berkelanjutan dan aman bagi lingkungan.

  5. Mendorong pengembangan teknologi yang lebih eco-friendly, lebih bersih, lebih ramah lingkungan, dan memberikan dampak yang aman untuk ekosistem

  6. Meningkatkan pemakaian sumber energi terbarukan. Misalnya, energi surya, energi angin, geotermal, gelombang laut, dll.

Tips Mengajak Anak Menerapkan 3R dan Bijak Mengelola Sampah

Ada beberapa cara efektif agar Anda bisa melibatkan anak-anak dan keluarga untuk menerapkan gaya hidup 3R dalam keseharian. Apa saja?\

1.Berikan Teladan dan Contoh

Anak-anak adalah peniru ulung. Maka biarkan anak melihat orang tua menjalankan kebiasaan positif untuk melakukan reuse, reduce dan recycle secara konsisten. Tunjukan melalui contoh perbuatan sehingga orang tua menjadi teladan anak sejak dini. Selain melalui kebiasaan dan contoh perbuatan sehari-hari, Anda juga bisa menjelaskan secara sederhana tentang apa yang Anda lakukan. Beri tahu mereka bahwa sampah adalah tanggung jawab pribadi dan masing-masing wajib mengetahui bagaimana menangani sampah masing-masing dengan tepat.

2. Jawab Pertanyaan si Kecil dengan Penjelasan yang Logis atau Poster dengan Gambar Menarik

Tak hanya menjelaskan dengan kata-kata logis, Anda juga bisa memberikan petunjuk visual yang menarik agar anak-anak bisa melihat gambaran utuh mengenai kegiatan terkait 3R ini. Media poster dengan warna-warni menarik bisa menstimulasi indera anak, sehingga mereka bisa tertarik belajar.

Bagi anak yang rasa ingin tahunya tinggi, Anda pun bisa mengajak mereka bermain sambil belajar mengumpulkan sampah. Biarkan mereka mengklasifikasikan sampah yang ditemukan dan memasukkan ke kotak sampah dengan warna berbeda agar mereka tertarik menyortir sampahnya sendiri.

3. Siapkan Apresiasi dan Konsekuensi sesuai Usia Anak

Jangan lupa, jika buah hati Anda sukses menerapkan 3R, berikan apresiasi berupa kata-kata positif sebagai penyemangat agar mereka terus mengulangi perbuatan baik tersebut.

Sebaliknya, jika mereka tidak menerapkan 3R, beri tahu apa konsekuensi yang bisa dipahami sesuai batas usia mereka. Misalnya, anak tidak membawa botol minumnya, maka hal itu akan membuatnya repot saat kehausan. Apalagi membeli air mineral bisa menambah sampah botol plastik karena botol tersebut tidak aman dipakai berulang-ulang. Sehingga pilihan terbaik adalah selalu membawa botol minum sendiri dari rumah dan mengisi ulang jika habis.

Bumi yang makin panas dan perubahan iklim adalah problem nyata yang menunjukkan bahwa planet kita tidak sedang baik-baik saja. Kenaikan suhu hingga 1,5° C saja bisa berdampak fatal pada kehidupan di bumi.  Lantas apa yang bisa kita lakukan? Menerapkan 3R sesuai kemampuan adalah salah satu solusinya! Yuk, jaga bumi kita!

Referensi:

  • https://nationalgeographic.grid.id/read/13308950/10-alasan-mengapa-kita-harus-lakukan-reduce-recycle-reuse-3?page=all

  • https://smkbanisaleh.sch.id/2020/04/27/mengenal-teknik-3r-dan-manfaatnya-untuk-lingkungan/

  • https://www.rinso.com/id/sustainability/tips-mengelola-sampah-di-rumah-dengan-metode-3R.html

  • https://askhrgreen.org/reduce-reuse-recycle-order-matters/

  • https://waste4change.com/blog/teaching-kids-to-be-responsible-with-their-waste/