lompat ke konten
Keluarga di bawah tenda

Yuk Ajarkan Anak untuk Tahu Kewajibannya di Rumah

Orang tua perlu tahu tentang kewajiban anak di rumah. Setidaknya ada 8 kegiatan dalam keluarga yang perlu dibiasakan sesuai tanggung jawab anak. Apa saja?

Anda tentunya ingin agar kewajiban anak di rumah bisa terselesaikan dengan baik. Namun mengajarkan dan melatih anak untuk mau menjalankan kewajiban tersebut nyatanya gampang-gampang susah, ya? Bagaimana cara agar orang tua mampu mendidik anak untuk menyeimbangkan hak dan kewajiban? Apa saja kewajiban anak dalam lingkup keluarga? Artikel ini akan membahasnya untuk Anda!

Kewajiban dan Hak Anak: Pastikan Keduanya Seimbang

Seorang anak memperoleh hak-hak yang dipenuhi oleh orang tua. Namun, dalam keadaan tertentu hak bisa diperoleh setelah anak menyelesaikan kewajiban. Keduanya harus seimbang agar hubungan dalam keluarga tetap harmonis dan tercipta support system yang baik.

1.Terlibat dalam aktivitas keluarga

Anak-anak perlu sering menghabiskan waktu bersama orang tua untuk membentuk bonding yang kuat. Misalnya, selalu ikut makan bersama, olah raga bersama, gotong-royong membersihkan rumah, bersepeda, membaca buku, atau kegiatan anak di rumah seperti bersantai di ruang keluarga sambil bercengkrama.

Dari contoh tersebut, Anda bisa menyimpulkan bahwa aktivitas bersama keluarga tak perlu mahal. Ya, memang melakukan quality time bersama orang tua dengan kegiatan sehari-hari justru lebih memperkuat keterikatan emosional yang bermakna dibandingkan melakukan liburan mahal.

Manfaatnya pun luar biasa. Anak-anak yang terbiasa menghabiskan waktu dengan orang tua umumnya merasa diri mereka berharga. Bonding dan quality time menguatkan sikap positif, menjadikan anak peduli sesama, memperlancar komunikasi, dan menumbuhkan self-worthy yang kuat sehingga mereka bisa menjalani kehidupannya dengan lebih percaya diri.

2. Menjaga kebersihan kamar atau barang pribadinya

Menjaga kebersihan adalah tanggung jawab pribadi. Jika anak menumpahkan minuman atau mengotori lantai dengan remahan makanan, maka anak perlu tahu bahwa dialah yang bertugas membersihkannya. Beri tahu apa yang harus dilakukan dan mengapa harus melakukannya. Anda bisa katakan pada anak, "Minumannya tumpah. Ayuk, dibersihkan, Sayang. Bahaya jika nanti terpeleset."

Jika si Kecil masih berusia balita, biarkan ia mencoba mengelap tumpahan semampunya. Tak masalah jika tak sempurna karena bagaimana pun kekuatan jari-jari anak masih lemah. Puji usahanya, bukan hasilnya. Nantinya anak mampu melakukan tugasnya semakin baik seiring waktu berjalan.

3. Menghormati, menghargai, dan menyayangi anggota keluarga

Pastikan Anda sebagai orang tua selalu menerapkan dan menjelaskan nilai-nilai kekeluargaan pada anak. Caranya dengan saling bersepakat untuk menciptakan keluarga yang saling menghormati, menghargai, dan menyayangi anggota keluarga. Baik dari ibu dan ayah, orang tua kepada anak, yang tua kepada yang muda, dan sebaliknya anak ke anggota keluarga yang lebih tua.

Hubungan yang dilandasi prinsip saling menghormati dan menyayangi ini merupakan pendidikan dasar yang bisa memengaruhi kepribadian anak. Anak yang tumbuh dalam lingkungan positif semacam ini biasanya memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dan menghargai sesamanya tanpa memandang perbedaan kaya-miskin, akademik, maupun status sosial.

4.Mengerjakan PR dan tugas sekolah dengan baik

Salah satu tugas anak di sekolah adalah bertanggung jawab menyelesaikan pendidikannya. Sehingga anak perlu mengerjakan tugas sekolah atau PR secara mandiri.

Jangan tergoda untuk membantu mengerjakan PR anak karena khawatir anak mendapat nilai jelek. PR anak bukanlah kewajiban Anda, melainkan tugas anak sehingga jika ia tidak mengerjakannya maka ia bisa mendapat konsekuensi akibat perbuatannya. Menerima konsekuensi dari sekolah akibat tidak mengerjakan tugas bisa membuka pikiran anak bahwa kegagalan adalah bagian dari cobaan hidup. Dengan begitu anak bisa memahami bahwa pengalaman adalah guru terbaik.

5. Belajar

Belajar merupakan kewajiban anak yang penting ditekankan karena pada usia muda terdapat fase penting yakni golden age (0-5 tahun) dan critical window (2-7 tahun) yang sebaiknya dimaksimalkan.

Belajar pun tak melulu soal akademik. Anda bisa mengajarkan tentang banyak hal, mulai dari basic life skill, belajar adab, berkomunikasi efektif, bersosialisasi, kebersihan diri, hingga kemampuan beradaptasi.

6.Menjadi anak yang jujur dan terbuka

Berkata jujur menjadi prinsip yang positif jika diterapkan konsisten dalam sebuah keluarga. Anda pun bisa menjelaskan mengapa anak wajib berkata jujur dan mau terbuka untuk menyampaikan pendapatnya.

Jelaskan pada anak bahwa jujur saat melakukan kesalahan tidak akan menurunkan harga dirinya. Seseorang justru akan lebih terhormat jika berani jujur,  mau mengakui kesalahan, dan bertekad untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.

7.Mengembangkan keterampilan

Membuat kerajinan, seni, atau keterampilan biasanya memerlukan waktu dan ketelitian. Anak perlu mengembangkan skill atau hobi yang positif sebagai media berekspresi dan berkreasi. Di samping itu agar mereka tidak bermudah-mudahan dengan solusi instan ketika mengalami masalah atau konflik.

Melakukan kegiatan yang kreatif jauh lebih bermanfaat di kemudian hari dan menjauhkan anak dari risiko buruk. Misalnya, terlibat pergaulan yang negatif, kecanduan, atau lari dari masalah.

8.Belajar untuk bernegosiasi dan berkompromi dengan keluarga

Anak juga wajib untuk memiliki kemampuan bernegosiasi dan hal ini bisa dikembangkan mulai di rumah. Anda bisa memfasilitasi anak untuk mau saling bertukar pikiran dan perasaan lewat kata-kata. Cara ini bisa membangun kemampuan anak terkait pengambilan keputusan dan sikap saat menghadapi permasalahan. Dengan belajar bernegosiasi, anak berupaya untuk mendengarkan sudut pandang orang lain, berpikir obyektif, dan mencari penyelesaian masalah untuk mencapai win-win solution.

Sebelum menekankan pentingnya buah hati untuk melakukannkewajiban di rumah bersama keluarga, tentunya akan lebih baik jika 8 hal di atas juga turut dilakukan orang tua dan anggota keluarga lainnya. Anda setuju, bukan?

Referensi:

  • https://www.gramedia.com/best-seller/kewajiban-anak-di-rumah/

  • https://id.theasianparent.com/kewajiban-anak-di-rumah

  • https://bobo.grid.id/read/082682052/hak-dan-kewajiban-anak-di-rumah-beserta-contohnya?page=all

  • http://www.thesuccessfulparent.com/categories/general-parenting/item/when-and-how-to-negotiate-with-your-kids#.YarnOF4xWDZ