Skip to content

Mencuci Perlengkapan Salat Agar Bersih Seperti Baru

Yuk, buat sajadah dan mukena terlihat bersih dan seperti baru dengan menerapkan cara mencuci yang benar dan tips-tips sederhana berikut ini.
wanita muslim memakai jilbab baju muslim

Kebersihan perlengkapan sholat merupakan hal yang harus Anda perhatikan. Beribadah dengan menggunakan perlengkapan yang bersih tentu akan menambah kekhusyukan salat. Terlebih jika Anda sekeluarga aktif beribadah di masjid pada masa era new normal seperti ini, maka Anda harus rutin mencuci perlengkapan salat agar tetap bersih dan higienis. Nah, di bawah ini ada petunjuk cara mencuci yang benar, khususnya untuk perlengkapan salat. Yuk, simak informasinya lebih lanjut!

Ada dua perlengkapan sholat yang wajib dicuci secara teratur, yakni sajadah dan mukena (khusus wanita). Cara mencuci keduanya berbeda karena sajadah umumnya terbuat dari bahan kain yang sangat tebal. Agar keduanya bersih optimal, cuci sajadah dan mukena sesuai dengan panduannya masing-masing, ya.

Cara Mencuci Sajadah Agar Tidak Rusak

Sajadah tidak bisa dicuci dengan cara yang sama seperti ketika Anda mencuci pakaian sehari-hari. Proses pencucian sajadah harus dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak bahan sajadahnya, terutama di bagian rajutan.

Tak hanya fokus pada cara mencuci yang benar saja, proses pengeringan sajadah juga harus diperhatikan agar tidak berbau apek. Sajadah yang berbau apek bisa mengganggu ibadah Anda sekeluarga. So, agar sajadah benar-benar bersih, harum, dan tidak rusak saat dicuci, silakan ikuti cara mencuci sajadah di bawah ini.

  • Pahami Bahan Sajadah Terlebih Dahulu

Sebelum mencuci sajadah, perhatikan dulu bahan sajadah yang Anda miliki. Tidak semua sajadah bisa dicuci dengan menggunakan deterjen biasa. Beberapa bahan premium mengharuskan Anda untuk mencuci sajadah secara dry cleaning di binatu. Sebagai contoh, sajadah berbahan sutra tidak bisa dicuci dengan air dan deterjen biasa. Agar tidak rusak, sajadah sutra ini harus dicuci dengan metode dry cleaning.

Selain bahan sutra, sajadah yang terbuat dari bahan lainnya seharusnya aman dicuci dengan deterjen biasa. Namun sebaiknya pilih deterjen cair saja agar tidak meninggalkan gumpalan deterjen di serat-serat kain sajadah.

  • Rendam Sajadah dengan Rinso Laundry Disinfektan

Bagi Anda yang sering beribadah di masjid dengan membawa sajadah, cobalah untuk rutin mencuci sajadah setidaknya seminggu sekali. Akan tetapi, proses pencucian ini harus diawali dengan perendaman sajadah dengan Rinso Laundry Disinfektan.

Rinso Laundry Disinfektan akan membunuh kuman dan bakteri yang tidak terbunuh dengan detergen biasa. Kandungan Hydrogen Peroxide dan Benzalkonium Chloride di dalamnya akan membuat sajadah benar-benar higienis dari berbagai bakteri maupun kuman.

Cara menggunakan Rinso Laundry Disinfektan pada sajadah adalah sebelum mencuci sajadah siapkan air sebanyak 5 liter dan 1 tutup Rinso Laundry Disinfektan. Rendam sajadah ke dalam larutan disinfektan ini selama kurang lebih 15 menit. Setelah proses perendaman selesai, buang air larutan disinfektan tersebut dan lanjutkan mencuci sajadah dengan detergen.

  • Cuci dengan Cara Manual

Urungkan niat untuk mencuci sajadah dengan mesin cuci. Pasalnya, pencucian dengan mesin cuci hanya menambah potensi kerusakan pada sajadah kesayangan Anda. Pilih cara mencuci manual saja untuk membersihkan sajadah. Pencucian secara manual tentu lebih aman karena kita bisa mengatur cara pembersihannya.

Cara mencuci sajadah secara manual sebenarnya mudah. Cukup rendam sajadah di dalam air yang sudah dicampur dengan detergen. Kemudian, gunakan sikat berbulu halus untuk menggosok permukaan dan bagian belakang sajadah. Bilas sajadah dengan air bersih sampai residu detergen hilang.

  • Tidak Memelintir Sajadah dengan Keras

Pasca mencuci sajadah, Anda mungkin ingin mengeringkan sajadah dengan dryer mesin cuci. Ketahuilah bahwa penggunaan dryer mesin cuci tidak dianjurkan untuk mengeringkan sajadah. Suhu panas atau perputaran dryer bisa menyebabkan bahan rajutan sajadah menjadi rusak.

Solusi paling aman untuk mengurangi kadar air pada sajadah adalah dengan memerasnya secara perlahan. Ketika memeras sajadah, Anda pun dilarang untuk memelintir terlalu keras agar sajadahnya tidak rusak.

Proses mengeringkan sajadah dengan cara memeras ringan ini tidak akan mengurangi banyak kadar air pada sajadah. Anda masih perlu menjemur sajadah lagi sampai benar-benar kering.

  • Jemur dengan Cara Diangin-anginkan

Sampai pada tahap penjemuran, Anda wajib memperhatikan cara menjemur sajadah yang benar. Pilih tempat dengan ventilasi udara yang baik agar sajadah lebih cepat kering. Ruangan terbuka seperti teras adalah tempat yang ideal untuk menjemur sajadah. Pasalnya, angin akan berhembus lebih kencang di tempat yang terbuka seperti teras.

Akan tetapi, perlu Anda ingat untuk tidak menjemur sajadah langsung tepat di bawah terik sinar matahari. Paparan sinar matahari dapat mengakibatkan sajadah menjadi lapuk dan berbau apek.

Mengingat sajadah hanya dikeringkan dengan cara diangin-anginkan saja, maka proses pengeringan sajadah ini bisa memakan waktu lama, yakni sekitar lebih dari 3 hari. Namun, hal tersebut tidak menjadi masalah ketimbang mengambil risiko menjemur sajadah di bawah sinar matahari.

Hindari menyimpan sajadah yang belum benar-benar kering karena kebiasaan ini akan membuat sajadah berbau apek dan berjamur. Angin-anginkan sajadah sampai kering, baru simpan atau gunakan kembali untuk sholat.

Tips Mencuci Mukena Agar Kembali Bersih dan Cerah Seperti Baru

Selain sajadah, mukena juga merupakan perlengkapan sholat yang wajib dicuci secara teratur. Mukena dipakai setiap hari untuk sholat. Jadi, sebaiknya Anda memiliki 1-2 mukena cadangan agar bisa mencucinya secara rutin. Waktu yang paling ideal untuk mencuci mukena adalah 3-4 hari sekali atau setidaknya seminggu sekali.

Agar mukena yang dipakai lebih bersih dan tampak cerah seperti baru, cobalah untuk menerapkan cara mencuci yang benar sebagai berikut.

  • Rendam Mukena di Cairan Pemutih

Khusus mukena berwarna putih, rendamlah ke dalam larutan air bersih dan cairan pemutih sebelum Anda mencuci mukena dengan detergen. Namun, proses perendaman mukena ke dalam pemutih ini hanya berlaku jika mukena Anda terlihat kusam atau kekuningan. Jangan merendam mukena ke dalam larutan pemutih terlalu sering karena kebiasaan ini berpotensi merusak serat kain mukena.

Selain untuk mencerahkan warna mukena putih yang kusam atau kekuningan, cairan pemutih juga bisa menghilangkan jamur pada mukena. Ya, mukena yang berjemur karena penyimpanan yang kurang tepat bisa diatasi dengan cara merendamnya ke dalam larutan pemutih selama 30 menit.

Usai merendam mukena ke dalam pemutih, silakan lanjutkan ke proses pencucian, baik secara manual atau dengan mesin cuci.

  • Cuci dengan Detergen Anti Noda

Tips agar mukena selalu bersih seperti baru adalah mencucinya dengan detergen anti noda, yakni Rinso Molto Rose Fresh Detergen Cair. Sebagaimana yang kita ketahui, mukena yang kita pakai sehari-hari mungkin saja terkena noda tak terduga atau debu saat bersentuhan dengan lantai. Oleh karena itu, Anda membutuhkan detergen yang benar-benar ampuh bersihkan noda pada mukena.

Rinso Molto Rose Fresh Detergen Cair diformulasikan agar ampuh menghilangkan noda hanya dengan satu kali kucek. Rinso turut menyertakan teknologi SmartFoam pada produk ini agar busa lebih cepat hilang sehingga Anda bisa menghemat air untuk membilasnya. Yang paling penting, detergen ini mampu menjaga warna pakaian agar tetap cemerlang dan tidak meninggalkan residu pada mukena.

Keunggulan lain yang ditawarkan Rinso Molto Rose Fresh Detergen Cair juga ada pada aromanya yang segar. Perpaduan antara aroma Rose dan Strawberry yang tahan lama akan membuat mukena menjadi harum sehingga lebih nyaman saat dipakai untuk beribadah.

  • Hindari Menjemur Mukena di Bawah Paparan Sinar Matahari yang Terik

Setelah mencuci mukena, hindari menjemurnya di bawah paparan sinar matahari. Cukup jemur mukena di tempat yang berangin. Mengingat mukena umumnya terbuat dari bahan kain yang tipis, maka mukena akan kering dengan cepat meskipun tidak dijemur di bawah sinar matahari.

Paparan suhu panas dari sinar matahari bisa membuat warna mukena menjadi pudar. Suhu panas dari sinar matahari juga bisa membuat kain mukena semakin tipis dan membuatnya jadi lebih mudah robek.

  • Jemur dengan Cara Digantung Memakai Hanger

Mukena memiliki beberapa bagian yang menggunakan karet. Agar karet tersebut tidak molor, kami menyarankan Anda untuk menjemur mukena dengan cara digantung memakai hanger setelah Anda mencucinya dengan bersih. Penggunaan hanger akan mengurangi risiko karet mukena menjadi molor atau kendor.

Setelah kering dan disetrika sampai licin, lipat mukena dengan rapi jika ingin menyimpannya.

  • Gantung Mukena Saat Tidak Dipakai

Cara menyimpan mukena ternyata sangat berpengaruh pada kebersihan mukena itu sendiri. Mukena umumnya dipakai sebanyak lima kali sehari. Tak jarang jika mukena akan basah terkena keringat saat dipakai. Nah, agar mukena tidak berbau apek atau berjamur, simpanlah mukena dengan cara digantung di dalam lemari.

Jika Anda tidak terbiasa menggantung mukena dan lebih sering menyimpannya di dalam tas khusus, pastikan Anda menjemurnya selama 1 jam sebelum dilipat dan dimasukkan ke dalam tas. Tujuannya sama, yakni untuk meminimalisir bau apek pada mukena.

  • Tidak Menyetrika Mukena dengan Suhu yang Terlalu Panas

Mukena yang licin dan rapi tentu akan terlihat lebih sedap dipandang mata. Selain itu, memakai mukena yang sudah disetrika akan terasa lebih nyaman. Sayangnya, bahan kain mukena yang umumnya tipis membuat Anda harus lebih hati-hati saat menyetrika mukena. Pastika suhu setrika yang dipakai menggosok mukena ini tidak terlalu panas (overheat).

Paparan suhu panas dari setrika berpotensi menipiskan kain mukena. Lama kelamaan mukena yang menjadi tipis akan lebih mudah robek. Jadi, atur suhu setrika pada panas yang sedang saja. Jangan tunggu sampai suhunya panas. Beberapa detik setelah menyalakan setrika, segera pakailah untuk menggosok mukena secara cepat.

Nah, demikianlah berbagai tips mencuci perlengkapan sholat agar selalu bersih dan terlihat seperti baru. Beribadah dengan perlengkapan salat yang bersih akan membuat Anda sekeluarga merasa lebih nyaman dan khusyuk. Selain itu, pembersihan secara teratur juga bagus untuk mencegah mukena dan sajadah menjadi sarang bakteri dan kuman.

Sebaliknya, jika menggunakan mukena atau sajadah yang kotor dan berbau apek bisa mengurangi konsentrasi Anda dalam beribadah. Jadi, cobalah untuk mulai menerapkan jadwal pencucian perlengkapan sholat secara teratur.

Alangkah lebih baik jika setiap anggota keluarga memiliki lebih dari satu mukena dan sajadah agar bisa dicuci secara bergantian. Ketika sajadah dan mukena yang satu masih dicuci dan belum kering sepenuhnya, ada perlengkapan sholat bersih lainnya yang bisa dipakai.

Referensi: https://kumparan.com/kumparanwoman/5-tips-merawat-mukena-agar-tidak-mudah-bau-apek-dan-timbul-jamur-1tJUKdwgnyl/full https://www.rumah.com/berita-properti/2016/5/126500/cara-bersihkan-perlengkapan-sholat-agar-terbebas-dari-jamur https://hot.liputan6.com/read/4294583/5-cara-mencuci-sajadah-yang-benar-agar-lebih-awet