Skip to content
Langkah Bijak Plastik 4 Kota dan Negera Pada Tahun 2019

Langkah Bijak Plastik 4 Kota dan Negera Pada Tahun 2019


Masalah sampah plastik tidak hanya menjadi pembahasan di Indonesia saja. Beberapa kota maupun negara lain justru sudah mengambil langkah Bijak Plastik untuk menanggulangi pencemaran sampah plastik. Seperti yang kita ketahui, bahan dasar plastik membuat jenis sampah ini sulit terurai. Bahkan, butuh waktu hingga ratusan tahun bagi sampah plastik agar bisa terurai alami. Oleh karena itu, negara-negara lain pun seolah tidak tinggal diam pada masalah sampah plastik yang kian meresahkan ini.

Untuk mendorong semangat kita agar lebih serius mengambil langkah bijak plastik, simak beberapa langkah bijak plastik yang sudah dilakukan oleh kota atau negara ini pada tahun 2019.

1. Kanada Melarang Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Bahan dasar plastik yang memiliki sifat sulit terurai menyebabkan penumpukan sampah plastik di tanah maupun di perairan. Jumlah sampah plastik jadi semakin banyak lantaran penggunaan plastik sekali pakai, seperti sedotan minuman misalnya.

Kanada adalah negara yang turut andil dalam menanggulangi penggunaan plastik sekali pakai. Tak tanggung-tanggung, langkah yang sudah diambil oleh pemerintah Kanada adalah melarang seluruh masyarakatnya untuk memakai plastik sekali pakai, seperti sedotan, gelas plastik, sendok maupun pisau plastik, dan masih banyak lagi.

2. Peru Turut Membatasi Plastik Sekali Pakai

Sama seperti Kanada, Peru yang berada di Amerika Selatan pun mulai aware terhadap permasalahan plastik dunia. Negara ini mengambil langkah untuk mencegah rakyatnya memakai plastik sekali pakai, seperti gelas plastik, sendok dan pisau plastik, sedotan, sampai dengan kantong plastik.

Perlu Anda ketahui, Macchu Pichu adalah cagar alam dan budaya terkenal di Peru. Sayangnya, di tempat ini menghasilkan 14 ton limbah pada per hari yang rata-rata didominasi oleh sampah plastik. Oleh karena itu, muncul larangan keras bagi pengunjung yang masuk ke Macchu Pichu agar mereka tidak meninggalkan sampah plastik di kawasan alam tersebut.

3. San Diego Mencegah Penggunaan Styrofoam

Di Indonesia masih banyak orang yang memakai plastik styrofoam untuk menempatkan makanan. Padahal, bahan dasar plastik styrofoam ini bisa mengeluarkan zat kimia ketika terpapar oleh suhu panas dari makanan yang dikemas di dalamnya.

San Diego kembali menghimbau bagi warganya untuk menghindari penggunaan wadah berbahan styrofoam untuk mencegah polusi plastik. Bahan dasar pembuatan styrofoam disebut-sebut terdiri dari zat kimia berbahaya. Apalagi styrofoam sendiri masuk dalam jenis kategori plastik yang paling lama terurai.

4. Washington D.C. Mendenda untuk Penggunaan Sedotan Plastik

Tanpa kita sadari ketika berada di luar rumah kita sering memakai sedotan plastik untuk menikmati minuman. Padahal, kita bisa membeli sedotan dari bahan ramah lingkungan yang bisa dipakai berkali-kali atau minum langsung dari wadahnya.

Washington D.C, nampaknya tidak main-main dengan masalah ini. Distrik ini bahkan berani memberikan denda kepada masyarakatnya yang ketahuan masih memakai sedotan plastik. Jika masih ingin tetap menggunakan sedotan sebaiknya gunakan sedotan yang bisa dicuci dan dipakai berkali-kali atau gunakan sedotan kertas yang bisa hancur dalam waktu beberapa jam.

Nah, itulah berbagai langkah yang sudah dilakukan oleh sejumlah kota maupun negara di dunia. Mengingat bahan dasar plastik sifatnya sulit terurai, maka tak ada salahnya jika kita lebih Bijak Plastik dengan turut mengadaptasi inovasi di negara-negara di atas dalam kehidupan sehari-hari.

Rinso dan Unilever pun berusaha berperan aktif dalam menggunakan produk plastik yang lebih ramah lingkungan.

Bersama dengan Fraunhofer Institute, Unilever mengembangkan CreaSolv® Technology – teknologi pertama di dunia yang bisa mendaur ulang sampah kemasan plastik multi-layer (sachet dan pouch). Selain itu, Unilever dan Rinso juga berhasil mengurangi 209 ton plastik sejak tahun 2016-2018 melalui optimisasi kemasan plastiknya. Ditambah lagi, sekarang semua kemasan Rinso bisa didaur ulang.

Yuk, dukung gerakan Yuk Mulai Bijak Plastik bersama Rinso untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik dan bebas sampah plastik!

Referensi:
en.tempo.co/read/1277992/canadas-vancouver-approves-ban-on-plastic-straws-bags-next-year

nationalgeographic.com/environment/2018/07/ocean-plastic-pollution-solutions/

yukmulaibijakplastik.com/

© 2020 Unilever. Semua hak dilindungi undang - undang