lompat ke konten
anak-anak bermain

Apa Saja Manfaat Permainan Tradisional untuk Perkembangan Anak?

Kenali manfaat permainan tradisional bagi anak-anak berikut ini, yuk! Ajak anak untuk lebih aktif dalam bermain permainan tradisional ya, Bu.

Di dunia digital seperti saat ini ada banyak anak-anak yang sulit terlepas dari perangkat digital, baik itu smartphone, tablet, atau laptop. Waktu mereka sehari-hari lebih banyak dihabiskan untuk bermain gadget ketimbang berolahraga atau memainkan permainan yang dapat membuat tubuhnya jadi lebih bugar. Nah, kalau si kecil sudah mulai kecanduan gadget, ini adalah saat yang tepat bagi Ibu untuk mengenalkan manfaat permainan tradisional pada mereka.

Permainan tradisional memang sudah mulai ditinggalkan. Meskipun masih ada anak-anak yang memainkan permainan tradisional, tapi tetap saja masih lebih banyak anak-anak yang tertarik untuk memainkan perangkat digitalnya.

Jika dicermati dengan baik, permainan tradisional ini nggak kalah seru dan menyenangkan dibanding bermain game pada perangkat digital, lho. Di samping itu, ada banyak manfaat permainan tradisional yang justru membuat si kecil jadi lebih sehat dan bugar.

Yuk, kenali jenis-jenis permainan tradisional beserta manfaat memainkannya. Konon, permainan tradisional dapat memberikan manfaat bagi perkembangan anak, lho.

Apa Saja Jenis Permainan Tradisional?

Berbicara mengenai permainan tradisional di Indonesia tentu tidak akan ada habisnya. Pasalnya, negara kita memang memiliki begitu banyak jenis permainan tradisional yang sangat seru dan menarik. Sebagai contoh ada congklak. Permainan ini hanya bisa dimainkan oleh dua orang saja.

Dua pemain saling duduk berhadapan di depan sebuah papan yang berisi 14 lubang kecil. Setiap lubang diisi dengan 5-7 biji sawo. Sementara dua lubang besar di setiap sisi dibiarkan kosong. Setiap pemain berhak atas tujuh lubang kecil dan satu lubang besar.

Cara memainkannya adalah pemain bergantian memilih lubang kecil dan memindahkan biji sawo di lubang yang dipilih secara satu persatu ke lubang lain searah jarum jam, sampai dengan biji sawonya habis. Pemain dinyatakan sebagai pemenang jika semua biji sawo di lubang kecilnya habis dan jumlah biji sawo di lubang paling besar miliknya lebih banyak dibanding milik lawan mainnya.

Tak hanya congklak, permainan tradisional lain yang cukup terkenal di negara kita adalah lompat tali. Hanya dengan bermodalkan tali untuk skipping, si kecil dan teman-temannya bisa bergantian untuk melompat.

Permainan ini bisa menjadi sarana untuk berolahraga yang menyenangkan bagi anak-anak. Selain itu, lompat tali juga mengajarkan si kecil untuk bersikap sportif agar tidak curang – dengan menggoyangkan tali yang dipegang saat temannya melompat.

Manfaat Permainan Tradisional Bagi Anak

Bu, saatnya untuk mendorong si kecil agar lebih aktif memainkan permainan tradisional ketimbang menggunakan perangkat digital. Manfaat permainan tradisional yang bisa diperoleh si kecil antara lain adalah:

  • Meningkatkan Kreativitas

Permainan tradisional justru dapat mengasah kreativitas si kecil. Dengan barang-barang seadanya, si kecil dapat membuatnya menjadi mainan yang menarik. Sebagai contoh, dengan menggunakan kardus, anak-anak dapat menggunakannya sebagai rumah-rumahan atau baju yang unik.

Secara tidak langsung anak-anak akan belajar mencari solusi untuk mengatasi permasalahan dengan pikirannya yang kreatif.

  • Mencerdaskan Otak

Pada saat memainkan permainan tradisional, anak-anak juga didorong untuk menggunakan otaknya, lho. Misalnya, ketika mereka bermain congklak, mereka harus menyusun strategi sederhana agar lubang besar di papan congklaknya terisi dengan biji sawo lebih banyak dibanding lawan mainnya.

Permainan yang nampaknya sederhana ternyata membuat si kecil turut menggunakan otaknya untuk berpikir. Manfaat yang bisa diperoleh di kemudian hari adalah anak jadi lebih tanggap ketika harus menyelesaikan masalah atau mengerjakan pelajaran yang diberikan di sekolah.

  • Resolusi Konflik

Resolusi konflik merupakan sebuah pendekatan yang dilakukan untuk menyelesaikan konflik melalui pemecahan masalah konstruktif. Sederhananya, melalui permainan tradisional yang dimainkan anak-anak akan didorong untuk bekerja sama dengan teman-temannya agar dapat menyelesaikan permainan tersebut.

  • Melatih Empati

Satu lagi manfaat permainan tradisional yang bisa diperoleh si kecil, yakni untuk melatih empatinya. Empati merupakan kemampuan untuk merasakan kondisi emosional yang dirasakan orang lain.

Ketika memainkan permainan tradisional bersama teman-temannya, si kecil diajarkan untuk tidak curang dalam bermain. Ia akan turut merasakan perasaan yang dirasakan oleh kawan mainnya jika ia bersifat curang. Pada akhirnya, berkat sifat empati yang dimiliki oleh si kecil, maka mereka akan lebih berhati-hati dalam bersikap dengan temannya saat bermain.

  • Mengasah Panca Indera

Permainan tradisional seperti bola bekel ternyata dapat mengasah panca indera anak-anak, lho. Sebagai contoh, anak harus melakukan koordinasi antara mata dan tangan ketika melempar dan menangkap bola bekel. Aktivitas ini tentu akan memberi stimulasi pada motorik halus si kecil.

Keringat dan kotoran sudah pasti akan menempel pada pakaian yang digunakan si kecil saat memainkan permainan tradisional. Namun di sini Ibu tak perlu khawatir. Ada Rinso Matic yang dapat membuat pakaian si kecil jadi bersih dan higienis.

Rinso Matic tersedia dalam dua varian, yakni Bukaan Depan (Front Load) dan juga Bukaan Atas (Top Load). Pilih varian yang sesuai dengan jenis mesin cuci yang Anda gunakan. Semua varian Rinso dijamin 100% recyclable dan menggunakan natural ingredients yang aman bagi lingkungan.

Referensi:

  • https://kumparan.com/kabar-harian/manfaat-bermain-permainan-tradisional-bagi-anak-1wTa7ytPyCy 

  • https://edukasi.kompas.com/read/2020/08/26/141054571/berikut-manfaat-permainan-tradisional-bagi-anak-selama-bdr?page=all 

  • https://www.parenting.co.id/usia-sekolah/manfaat-permainan-tradisional- 

  • https://berkeluarga.id/2020/07/21/manfaat-permainan-tradisional-bisa-bikin-anak-kreatif/