Skip to content

Dampak Pencemaran Air Limbah Rumah Tangga

Air limbah rumah tangga yang mengandung racun atau bahan kimia dapat menyebabkan pencemaran lingkungan seperti beberapa hal ini.
menghemat air konsep potongan kertas eco

Limbah rumah tangga tidak hanya meliputi sampah berbentuk benda, tetapi bisa juga berupa air. Air limbah rumah tangga ini ternyata bisa memberi dampak pencemaran lingkungan, terutama jika air limbah tersebut mengandung bahan kimia beracun, seperti oli bekas dari bengkel kendaraan.

Pencemaran air akibat limbah rumah tangga memang jarang terjadi. Pasalnya, air limbah rumah tangga seperti urin, air bekas mandi, atau air bekas mencuci baju tidak memberikan dampak yang terlalu berarti pada pencemaran lingkungan sekitar. Namun, jika air limbah rumah tangganya mengandung bahan kimia yang keras, maka beberapa dampak inilah yang akan terjadi sebagai bentuk pencemaran lingkungan.

1. Penurunan Kualitas Lingkungan

Pencemaran air sudah jelas akan memberikan dampak pada kualitas lingkungan. Sebagai contoh, air limbah rumah tangga yang mengalir ke sungai akan menyebabkan pencemaran sungai. Hal tersebut tentu mempengaruhi kehidupan di sekitar sungai, baik makhluk hidup di dalam sungai maupun tumbuhan yang ada di sekitarnya.

Apabila air sungai sudah sangat tercemar oleh limbah beracun, bukan mustahil jika makhluk hidup di dalamnya akan mati secara perlahan. Kalaupun tetap bertahan, ikan-ikan di dalam sungai tentu turut tercemar dan tidak layak untuk dikonsumsi.

2. Gangguan Kesehatan

Dampak dari pencemaran air yang sering terjadi adalah gangguan kesehatan pada populasi manusia di sekitarnya. Apalagi jika ada banyak masyarakat yang masih memanfaatkan air sungai tercemar tersebut untuk kehidupan sehari-hari, maka mereka dapat mengalami gangguan kesehatan mulai dari gangguan pencernaan sampai penyakit kulit.

Meskipun dewasa ini sudah banyak masyarakat kota yang menggunakan air PAM, tetapi masih ada beberapa orang yang tetap memanfaatkan air sungai. Jadi, boleh dikatakan pencemaran air dari limbah rumah tangga ini berpotensi untuk merugikan orang lain.

3. Mengganggu Keindahan Wilayah Sekitar

Apabila sungai di sekitar tempat tinggal Anda berubah warna menjadi gelap pekat, maka bisa diartikan bahwa sungai tersebut sudah tercemar oleh limbah rumah tangga di sekitarnya. Kondisi air sungai yang berwarna keruh tentu saja mengganggu keindahan wilayah sekitar.

Air sungai yang tidak tercemar seharusnya berwarna jernih. Kalaupun warnanya tampak kecoklatan, tapi tidak ada bau apapun yang tercium. Sementara air yang sudah tercemar juga akan mengeluarkan bau tak sedap atau bau menyengat yang cukup mengganggu pernapasan.

4. Saluran Air yang Tersumbat

Percaya atau tidak, pencemaran air limbah rumah tangga lama kelamaan akan membuat saluran air di rumah jadi tersumbat. Limbah bisa mencemari air karena terdapat kandungan bahan kimia di dalamnya. Bukan hal yang mustahil jika bahan kimia tersebut lama kelamaan akan merusak saluran air.

Tak hanya itu saja, terkadang limbah yang mengandung terlalu banyak kerak atau bahan kimia bisa membuat saluran air tersumbat. Penyumbatan akibat limbah ini memang bisa diatasi, tetapi jika pembuangan limbah tetap dilakukan di saluran yang sama, maka saluran tersebut akan terus bermasalah meskipun diperbaiki berkali-kali.

Solusi untuk mengatasi pencemaran air akibat limbah rumah tangga ini sebenarnya mudah. Anda hanya perlu menghindari kebiasaan membuang air limbah beracun ke saluran pembuangan. Jika Anda memiliki usaha atau aktivitas yang menghasilkan air limbah beracun, sebaiknya konsultasikan dengan pakarnya untuk memberikan solusi terbaik.

Saluran pembuangan air yang ada di rumah sejatinya dirancang untuk membuang air limbah umum yang tidak mengandung racun atau bahan kimia. Jadi, kita memang harus lebih bijaksana dalam membuang limbah air rumah tangga agar tidak menyebabkan pencemaran lingkungan.

Referensi: ruangguru.com/blog/penyebab-dampak-dan-cara-penanggulangan-pencemaran-air 99.co/id/panduan/contoh-pencemaran-air bulelengkab.go.id/detail/artikel/penyebab-dan-dampak-pencemaran-air-oleh-limbah-pemukiman-25