Skip to content
Mengenal Biopori dan 9 Tahap Pembuatannya

Mengenal Biopori dan 9 Tahap Pembuatannya

Lubang biopori sering dinilai sebagai salah satu solusi efektif untuk mencegah banjir. Namun, tidak semua orang mengetahui pengertian dan manfaat biopori ini. Apabila tempat tinggal Anda merupakan daerah yang sering terdampak banjir, cobalah cara mengatasi banjir dengan membuat lubang biopori ini. Kalau Anda belum memahami fungsi biopori, simak penjelasan manfaat dan cara membuatnya di sini.

1.  Pengertian Lubang Biopori

Pengertian lubang biopori adalah lubang silindris yang dibuat dan dimasukkan ke dalam tanah secara vertikal. Lubang ini dibuat dengan diameter 10-30 cm dan tidak memiliki muka air tanah dangkal. Setelah lubang selesai dibuat, bagian dalam lubang akan diisi dengan sampah organik yang difungsikan sebagai makanan makhluk hidup di dalam tanah, seperti cacing dan akar tumbuhan.

Secara tidak langsung, pembuatan lubang biopori ini bisa menjadi kompos alami untuk menyuburkan tanah dan tanaman di sekitarnya. Tak hanya itu saja, biopori diklaim sebagai cara mencegah banjir yang cukup efektif karena memungkinkan tanah menyerap air sehingga dapat menanggulangi banjir.

2.  Manfaat Lubang Biopori

Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya, lubang biopori bisa menjadi solusi untuk mencegah banjir. Namun, masih ada beberapa manfaat lain yang bisa diperoleh dari membuat lubang biopori ini, antara lain adalah:

  • Mengurangi Sampah Organik
    Sudah menjadi rahasia umum jika sampah organik, seperti sisa makanan, sayuran, atau daun-daun kering bisa diolah kembali menjadi pupuk kompos. Terlepas dari hal tersebut, memanfaatkan lubang biopori sebagai ‘wadah’ untuk menampung sampah organik adalah jalan terbaik untuk mengurangi sampah di tempat pembuangan akhir (TPA).

    Dengan menyisihkan sampah organik untuk mengisi lubang biopori, Anda pun sudah melakukan langkah memilah sampah untuk memisahkan sampah organik dan sampah anorganik. Jadi, sampah anorganik bisa didaur ulang kembali agar tidak berakhir di TPA.
  • Menyuburkan Tanah
    Manfaat memasukkan sampah organik ke dalam lubang biopori adalah untuk mengubahnya menjadi pupuk kompos. Tentu saja hal tersebut akan memberikan dampak bagi kesuburan tanah di sekitarnya.

    Sampah organik yang ditimbun di dalam lubang biopori akan mengalami proses alami untuk berubah menjadi pupuk kompos. Anda tidak perlu menambahkan bahan-bahan lainnya karena sampah tersebut berubah menjadi pupuk kompos dengan sendirinya.
  • Mencegah Banjir
    Tahukah Anda bahwa banjir yang kerap terjadi di kota-kota besar maupun daerah kecil disebabkan oleh sistem drainase yang kurang baik? Daerah padat penduduk umumnya memiliki sistem drainase yang buruk karena lemahnya daya serap air oleh tanah di sekitarnya.

    Lubang biopori dibuat untuk mempercepat penyerapan air ke dalam tanah. Sampah organik yang ditanam di dalam lubang juga akan menjadi makanan bagi cacing-cacing tanah. Nah, cacing-cacing tanah ini akan membuat terowongan-terowongan kecil di dalam tanah sebagai jalan mereka mencapai sampah organik. Terowongan yang dibuat oleh cacing tanah akan semakin mempercepat penyerapan air ke dalam tanah.

    Walaupun bukan satu-satunya solusi untuk mencegah banjir, tetapi tak ada salahnya jika daerah yang sering terdampak banjir membuat lubang-lubang biopori ini. Pasalnya, meskipun tidak 100% mencegah banjir setidaknya dapat mengurangi risiko banjir dan mempercepat surutnya air pada saat banjir.

  • Mempengaruhi Jumlah Air Tanah
    Cacing tanah membuat terowongan-terowongan kecil yang nantinya akan menambah luas permukaan tanah. Dengan bertambahnya luas permukaan tanah, kapasitas tanah untuk menampung air jadi lebih banyak. Resapan lubang biopori mampu meningkatkan luas bidang resapan menjadi 40 kali lipat. Kondisi ini tentu saja berpengaruh pada bertambahnya cadangan air tanah pada daerah tersebut.

  • Memperkaya Kandungan Air Hujan
    Air hujan hanya mengandung H2O saja. Namun, setelah melalui lubang biopori dan meresap ke dalam tanah, air hujan yang tadinya hanya memiliki kandungan H2O saja jadi mengandung mineral-mineral penting. Alhasil, air hujan tersebut dapat sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.

  • Menjaga Keseimbangan Alam
    Sampah organik sering menimbulkan aroma tak sedap. Bau yang ditimbulkan sampah organik ini seringkali tidak tertangani dengan baik. Memanfaatkan sampah organik sebagai bahan untuk membuat lubang biopori bisa mengurangi aroma tak sedap dari sampah organik. Udara di sekitar jadi lebih segar karena Anda tidak menimbun sampah organik di dalam rumah.

Beberapa manfaat di atas membuktikan bahwa lubang biopori memberikan banyak manfaat untuk kehidupan sehari-hari, khususnya bagi daerah yang sering terdampak banjir. Bahkan, penggemar tanaman juga pasti merasakan manfaat yang diperoleh dari lubang biopori yang menyuburkan tanah ini.

3.  Cara Membuat Lubang Biopori

Proses pembuatan lubang biopori umumnya memakan waktu yang cukup lama. Sediakan satu hari luang jika ingin membuat lubang biopori. Nah, berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda ikuti untuk membuat beberapa lubang biopori.

  • Tentukan Lokasi Terlebih Dahulu
    Sebelum membeli alat dan bahan, tentukan dulu lokasi tanah yang akan dijadikan sebagai tempat biopori. Tidak semua jenis lahan cocok untuk dijadikan tempat pembuatan lubang biopori. Misalnya, tanah yang terlalu dangkal tidak bisa dipakai untuk lubang biopori.
    Ciri-ciri lokasi yang tepat untuk membuat lubang biopori adalah tanah di area terbuka yang langsung terkena air hujan. Untuk lokasinya sebenarnya bebas, bisa di pekarangan rumah, dekat lahan parkir atau di sekitar pepohonan. Pastikan kedalaman tanahnya lebih dari 1 meter.
  • Siapkan Alat dan Bahan
    Langkah pertama sebelum membuat lubang biopori adalah menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. Alat dan bahan yang diperlukan antara lain:
  • Pipa PVC dan tutupnya (diameter 10 cm dan panjang 1 meter) lalu setiap sisi diberi lubang-lubang kecil dengan bor
  • Bor tanah (diameter 10 cm dengan kedalaman 100 cm)
  • Linggis
  •  Palu (jika tanah yang dipilih berbatu atau memiliki tekstur yang keras)
  • Air, ember, dan gayung (untuk melunakkan tanah)
  • Sampah organik (yang berasal dari daun-daun kering atau sisa makanan)
  • Tumbuk Tanah dengan Palu
    Jika tanah yang dipilih untuk membuat biopori memiliki tekstur keras dan berbatu, sebaiknya hancurkan dulu tanahnya dengan palu agar tidak merusak bor. Jadi, langkah yang harus dilakukan adalah menumbuk tanah dengan palu. Apabila tanahnya sudah lunak, bisa lewati langkah ini dan lakukan langkah selanjutnya.
  • Lubangi Tanah dengan Bor
    Siapkan bor tanah karena Anda akan melakukan pengecoran untuk membuat lubang. Lubangi tanah dengan bentuk tegak lurus dan pastikan bahwa lubang yang dibuat sedalam 1 meter agar pipa PVC bisa masuk ke dalamnya.

    Kalau tanah yang hendak dibor masih keras, siram dengan air agar teksturnya melunak. Tumbuk dengan palu agar bagian tanah yang keras hancur dan bisa dilubangi menggunakan bor.

  • Masukkan Pipa PVC ke Dalam Lubang
    Sangat penting untuk membuat lubang dengan diameter 10 cm dan kedalaman 1 meter agar pipa PVC yang sudah tersedia bisa masuk ke dalam. Manfaatkan meteran untuk mengukur diameter dan kedalaman lubang pada saat proses pengecoran.

    Setelah lubangnya selesai dibuat, masukkan pipa PVC yang sudah disediakan ke dalam lubang. Pipa PVC yang dipakai juga harus sudah memiliki lubang-lubang kecil di setiap sisinya.

  • Isi Lubang dengan Sampah Organik
    Langkah selanjutnya adalah mengisi pipa PVC dengan sampah organik yang sudah disiapkan. Sampah organik ini bisa dimasukkan ke dalam pipa tapi tidak sampai penuh. Cukup masukkan sampah pada setengah atau tiga perempat bagian pipa saja agar air hujan tetap bisa terserap oleh tanah.
    Sampah organik ini nantinya akan berubah menjadi pupuk kompos secara alami. Nantinya pupuk kompos ini bisa dipakai untuk menyuburkan tanaman lain.

  • Tutup Lubang Biopori
    Ketika membeli alat dan bahan jangan lupa untuk turut membeli tutup lubang biopori. Tutup yang dipakai ini bisa berupa tutup yang biasa dipakai untuk menutup saluran pembuangan air di kamar mandi. Fungsi dari tutup berlubang ini adalah agar air tetap bisa masuk ke dalam lubang tapi benda-benda lain tidak bisa masuk ke dalam lubang.

  • Rapikan Tanah di Sekitarnya
    Lubang biopori ditutup dengan menggunakan tutup berlubang agar air tetap bisa masuk ke dalamnya. Akan tetapi, jangan sampai tutup lubang tersebut tertimbun oleh tanah. Jadi, rapikan tanah di sekitarnya karena pada proses pengeboran sudah pasti tanahnya berserakan di sekitarnya.

  • Lanjutkan Membuat Lubang-lubang Lainnya
    Apabila tanah yang tersedia cukup luas, silakan membuat beberapa lubang biopori lainnya di samping lubang yang sudah dibuat. Namun, jarak antara satu lubang dengan lubang lainnya sebaiknya sekitar 1 meter agar tidak terlalu berdekatan. Semakin banyak lubang biopori yang dibuat, maka semakin efektif juga untuk mencegah banjir di wilayah Anda.

4.  Tips Merawat Lubang Biopori

Usai membuat lubang biopori, Anda tetap harus merawat lubang tersebut agar fungsinya tetap efektif. Berikut adalah beberapa perawatan yang harus diperhatikan ketika memiliki lubang biopori:

  • Isi Sampah Secara Bertahap
    Apabila jumlah sampah organik yang tersedia tidak cukup untuk mengisi lubang biopori yang dibuat hingga tiga perempat bagian, maka tak masalah untuk mengisi sampah secara bertahap. Isilah lubang dengan sampah organik selama 5 hari berturut-turut.
  • Angkat Pupuk Kompos Setelah 3 Bulan
    Sampah organik yang ditanam di dalam lubang biopori baru bisa dipakai sebagai pupuk kompos setelah 3 bulan ditimbun. Setelah 3 bulan, angkat sampah yang sudah menjadi pupuk kompos tersebut dan manfaatkan untuk menyuburkan tanaman.
  •  Ganti dengan Sampah Organik yang Baru
    Setelah 3 bulan semenjak Anda membuat lubang biopori, sampah di dalamnya sudah menjadi pupuk kompos dan siap untuk dimanfaatkan. Namun, Anda tetap bisa membuat pupuk kompos baru dengan mengisi kembali lubang tersebut dengan sampah organik. Perbarui sampah organik di dalam lubang biopori setiap 3 bulan sekali.

    Tak dapat dipungkiri bahwa lubang biopori bisa menjadi cara mencegah banjir secara dini. Sebagai masyarakat, kita harus turut berusaha menjaga lingkungan agar tidak terdampak banjir. Selain membuang sampah pada tempatnya, langkah sederhana seperti membuat lubang biopori ini juga cukup membantu.

    Selain menggunakan pipa PVC, Anda pun dapat memanfaatkan botol plastik bekas dalam membuat lubang biopori. Dalam hal ini, Anda bisa memakai botol bekas air mineral berukuran 1,5 liter untuk dimasukkan ke dalam lubang biopori sebagai pengganti pipa PVC.

    Dengan memanfaatkan sampah plastik untuk menjadi hal yang berguna, Anda sudah melakukan usaha untuk mencegah pencemaran lingkungan akibat sampah plastik.

Referensi:

  1. 99.co/blog/indonesia/cara-membuat-biopori/
  2. biem.co/read/2017/11/05/7153/4-manfaat-lubang-biopori-bagi-lingkungan-kita/
  3. sda.pu.go.id/bwssulawesi2/cara-membuat-biopori/
  4. zerowaste.id/manajemen-sampah/membuat-lubang-resapan-biopori/

© 2020 Unilever. Semua hak dilindungi undang - undang