Skip to content
7 Inovasi Plastik Ramah Lingkungan di Indonesia dan Dunia

7 Inovasi Plastik Ramah Lingkungan di Indonesia dan Dunia


Plastik merupakan jenis sampah yang paling sulit terurai. Tak tanggung-tanggung, sampah plastik membutuhkan  waktu puluhan hingga ratusan tahun agar bisa terurai. Persoalan sampah plastik ini kian meresahkan dari hari ke hari.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulangi masalah ini, mulai dari memakai plastik biodegradable sampai dengan menciptakan inovasi plastik ramah lingkungan yang mudah terurai.

Di Indonesia maupun di negara lain sudah ada solusi penanggulangan sampah plastik selain memakai plastik biodegradable, yakni dengan menciptakan inovasi plastik eco-friendly. Nah, berikut adalah jenis 7 inovasi plastik ramah lingkungan yang bisa membantu mengurangi polusi plastik.

1. Tepung Tapioka

Anda pasti terkejut jika mendapati plastik yang terbuat dari tepung tapioka. Hebatnya lagi, inovasi plastik dari tepung tapioka ini diproduksi di Indonesia oleh PT Tirta Marta. Jenis plastik dari tepung tapioka ini dinamakan Ecoplas.

Ecoplas adalah plastik yang benar-benar ramah lingkungan dan bisa diandalkan untuk membungkus apapun. Plasti tepung tapioka ini bisa terurai dalam waktu seminggu saja, lho!

2. Singkong

Sebagaimana yang kita ketahui, tepung tapioka adalah tepung yang berasal dari singkong. Kalau tepungnya saja bisa dimanfaatkan untuk membuat plastik, tentu saja singkongnya pun bisa. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggagas plastik dari singkong ini sebagai solusi untuk mengganti plastik konvensional yang susah terurai.

Bioplastik dari singkong ini berbasis pati yang bisa diurai secara alami oleh mikroba. Ketika plastik ini terbuang ke tanah atau air, maka mikroba di air atau tanah itulah yang akan menguraikan plastik jenis ini secara sempurna.

3. Rumput Laut

Bahaya kemasan plastik bukan hanya sekadar mengancam lingkungan saja. Beberapa jenis kemasan plastik justru mengandung bahan kimia berbahaya yang bisa mencemari makanan atau minuman yang dikemas di dalamnya.

Sebuah perusahaan dari Indonesia, yaitu Evoware, menggagas wadah plastik yang terbuat dari rumput laut. Selain lebih mudah terurai plastik dari rumput laut ini juga sangat aman untuk mengemas makanan karena bebas bahan kimia berbahaya.

4. Kayu

Kalau Indonesia memiliki plastik yang berasal dari rumput laut atau singkong, lain halnya dengan Finlandia. Negara ini mempunyai kemasan plastik bernama Sulapac yang terbuat dari bahan kayu. Plastik buatan yang satu ini sangat keras sehingga cocok sekali dijadikan gerabah.

5. Cangkang Arthropoda

Yang satu ini adalah jenis plastik unik yang dibuat di Harvard University. Plastik ini terbuat dari cangkang arthropoda. Mengingat plastik ini terbuat dari bahan yang benar-benar alami, tentu saja tak butuh waktu lama bagi plastik ini untuk bisa terurai.

6. Tanaman-tanaman Kecil

Bahan untuk membuat plastik biodegradable yang mudah terurai ternyata bisa bermacam-macam dari benda yang tak terduga. Nanocellulose adalah nama untuk plastik yang terbuat dari tanaman-tanaman kecil. Ketika melalui proses pengolahan, plastik ini berbentuk padat dan bisa dijadikan gelas atau gerabah.

7. Susu Sapi

Siapa sangka jika susu sapi yang biasa kita minum ternyata bisa menjadi bahan plastik yang ramah lingkungan. Seorang mahasiswa Royal College of Art bernama Tessa Silva-Dawson mendesain vas unik yang bahannya mirip plastik. Usut punya usut ternyata bahan pembuatan wadah plastik ini berasal dari susu sapi yang diekstraksi.

Inovasi plastik biodegradable dari bahan alami di atas adalah bentuk dari upaya mengurangi polusi plastik di lingkungan. Kita pun bisa turut berpartisipasi mengurangi sampah plastik dengan berbagai cara, seperti membatasi penggunaan plastik atau memakai plastik yang aman dipakai berkali-kali.

Rinso dan Unilever pun berusaha berperan aktif dalam menggunakan produk plastik yang lebih ramah lingkungan.

Bersama dengan Fraunhofer Institute, Unilever mengembangkan CreaSolv® Technology – teknologi pertama di dunia yang bisa mendaur ulang sampah kemasan plastik multi-layer (sachet dan pouch). Selain itu, Unilever dan Rinso juga berhasil mengurangi 209 ton plastik sejak tahun 2016-2018 melalui optimisasi kemasan plastiknya. Ditambah lagi, sekarang semua kemasan Rinso bisa didaur ulang.

Yuk, dukung gerakan Yuk Mulai Bijak Plastik bersama Rinso untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik dan bebas sampah plastik!

Referensi:
brilio.net/wow/9-plastik-yang-dibuat-dari-bahan-alami-ramah-lingkungan-190124m.html

ivv.fraunhofer.de/en/recycling-environment/recycling-plastics.html

liputan6.com/regional/read/3925727/bioplastik-plastik-ramah-lingkungan-dari-singkong

yukmulaibijakplastik.com/

© 2020 Unilever. Semua hak dilindungi undang - undang