Skip to content
Menengok 7 Fakta Kesuksesan World Cleanup Day 2019 di Indonesia

Menengok 7 Fakta Kesuksesan World Cleanup Day 2019 di Indonesia


World Clean Up Day (WCD) adalah gerakan bersih-bersih terbesar di dunia secara serentak di 157 negara, termasuk Indonesia. Tanggal 21 September setiap tahun kini memang diperingati sebagai World Clean Up Day yang merupakan langkah konkret demi mengatasi masalah lingkungan hidup. Sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, Indonesia tentu tak ketinggalan mewarnai event besar tersebut sebagai bentuk kontribusi terhadap penanggulangan pencemaran lingkungan.

Mau tahu fakta-fakta menarik tentang kesuksesan World Clean Up Day 2019 di Indonesia? Inilah ulasan selengkapnya!

Indonesia Menjadi Tuan Rumah Leaders Academy Asia & Oceania 2019

Beberapa bulan sebelum penyelenggaraan WCD di berbagai negara, para leader yang berasal dari negara-negara partisipan akan mendapatkan pembekalan tentang event ini secara rinci. Agenda pembekalan tersebut dikenal dengan nama Leaders Academy Asia & Oceania. Tahun 2019 ini, Indonesia mendapat kebanggaan karena terpilih sebagai tuan rumah Leaders Academy Asia & Oceania.

Pencapaian ini dianggap pantas untuk Indonesia karena berhasil memimpin aksi clean up terbesar di dunia pada September 2018 lalu. Leaders Academy Asia & Oceania di Indonesia dihadiri oleh 120 peserta dari 19 negara, termasuk perwakilan dari 29 provinsi di tanah air.

Peserta WCD Terbanyak di Seluruh Dunia

World Clean Up Day 2018 berhasil menggerakkan 7,6 juta relawan yang tersebar di seluruh penjuru tanah air. Tahun World Cleanup Day 2019, sebanyak 9.100.000 peserta di Indonesia berpartisipasi secara langsung. Dengan begitu, Indonesia tercatat sebagai negara dengan partisipan terbanyak dalam WCD selama dua tahun berturut-turut.

Dalam pelaksanaan World Clean Up Day, tim penyelenggara bekerja sama dengan Unilever, Rinso, dan berbagai komunitas pencinta lingkungan.

Kegiatan Bersih-Bersih Berpusat di Kota Bekasi

Penyelenggaraan World Clean Up Day 2019 dilakukan secara bersamaan di 34 Provinsi Indonesia. Namun, acara besar ini berpusat di Hutan Kota Bekasi. Selain menjadi pusat kegiatan, Kota Bekasi juga mendapat kehormatan sebagai lokasi upacara penutupan (closing ceremony) tingkat nasional.

Alasan yang Membuat Bekasi Jadi Pusat Kegiatan

Tim penyelenggara World Up Clean Day 2019 memiliki alasan khusus tentang pemilihan Bekasi sebagai pusat kegiatan. Bekasi dianggap istimewa karena memiliki dua Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yaitu TPA Sumurbatu untuk sampah Bekasi dan TPA Bantar Gebang untuk sampah DKI Jakarta. Dua TPA tersebut tentu mempermudah aktivitas bersih-bersih yang dilakukan para relawan sehingga sampah yang terkumpul bisa langsung diangkut ke TPA. Di samping itu, pencapaian event WCD di Kota Bekasi tahun 2018 menunjukkan hasil memuaskan karena berhasil mengumpulkan lebih dari 13.000 relawan.

Melibatkan Forum-Forum Anak dari Semua Provinsi

Bukan hanya orang dewasa yang patut peduli terhadap masalah lingkungan hidup dan sampah plastik. Anak-anak pun harus mendapatkan edukasi sejak dini untuk memupuk rasa peduli dan aksi nyata. Itulah sebabnya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) juga mendorong keterlibatan forum-forum anak dari semua provinsi. Tak sekadar bersih-bersih, anak-anak juga diajak mengenal jenis-jenis sampah dan menyaksikan pameran produk daur ulang melalui beberapa booth interaktif di area WCD 2019.

Peresmian Taman Bermain Anak Bebas Plastik

Momen World Clean Up Day 2019 yang berpusat di Kota Bekasi rupanya juga dimanfaatkan Rinso untuk menunjukkan langkah konkret bijak plastik. Pada momen tersebut, Rinso meresmikan Taman Bermain Anak Bebas Plastik yang berlokasi di Hutan Kota Bekasi. Kehadiran taman tersebut diharapkan bisa mendukung aktivitas bermain anak tanpa terganggu tumpukan sampah.

Kehadiran Sosok Empat Anak Indonesia Bijak Plastik

Kepedulian generasi muda terhadap masalah sampah plastik ditunjukkan melalui kehadiran empat sosok Anak Indonesia Bijak Plastik. Empat anak yang berasal dari kota berbeda-beda tersebut ialah Bilqis, Kinara, Bayu, dan Robi. Bahkan, Bilqis yang baru berusia 16 tahun sudah memprakarsai bank sampah di lingkungan rumahnya dengan tagline “pinjam uang barang sampah”. Selain bank sampah, empat Anak Indonesia Bijak Plastik juga aktif menyuarakan gerakan Do It Yourself (DIY) dari bahan dasar sampah plastik.

Kini, belum terlambat kok jika Anda ingin berpartisipasi aktif dalam gerakan Yuk Mulai Bijak Plastik yang dipelopori Rinso. Yuk, cari tahu dulu informasi selengkapnya melalui YukMulaiBijakPlastik.com agar bisa lekas bergabung. Kepedulian Anda adalah awal yang baik bagi perbaikan kualitas lingkungan hidup bebas sampah plastik.

 

Sumber:                            

bekasikota.go.id/detail/world-cleanup-day-kota-bekasi-patriot-untuk-bekasi-bersih

darilaut.id/berita/world-cleanup-day-2019-di-indonesia-akan-libatkan-13-juta-relawan

facebook.com/worldcleanupday2020                    

yukmulaibijakplastik.com/artikel/2500-karyawan-unilever-ikut-aksi-bersih-bersih-sedunia

yukmulaibijakplastik.com/artikel/bijak-sampah-plastik-dimulai-sejak-dini

yukmulaibijakplastik.com/artikel/produk-sumbang-sampah-plastik-pt-unilever-targetkan-pengurangan-kemasan-plastik-20-persen

yukmulaibijakplastik.com/artikel/world-cleanup-day-indonesia-2019-gaet-anak-indonesia-bijak-plastik-untuk-menginspirasi-masyarakat

yukmulaibijakplastik.com/artikel/world-cleanup-day-indonesia-dipusatkan-di-hutan-kota-bekasi-target-13-juta-relawan

© 2020 Unilever. Semua hak dilindungi undang - undang