Ibu dan putrinya bersih-bersih bersama

Ajak Anak Menjaga dan Mencintai Kebersihan Lingkungan

Ajak anak mencintai lingkungan bersih sedini mungkin. Coba 6 tips dan cara menjaga kebersihan lingkungan yang bisa diajarkan pada anak berikut ini!

Ingin membuat anak Anda peduli dengan kebersihan lingkungan dan mencintai bumi? Ulasan ini akan membantu Anda menjelaskan pentingnya lingkungan bersih dimulai dari keluarga sendiri.

Kondisi bumi yang makin panas dan perubahan iklim yang drastis membuat siapa pun khawatir akan masa depan planet yang kita tinggali saat ini. Namun, jangan khawatir. Tak ada kata terlambat untuk memberikan wawasan cinta lingkungan bersih untuk kebaikan bumi dan anak-cucu kita di masa depan.

Simak 6 cara menjaga kebersihan lingkungan yang perlu dibiasakan sejak dini:

1. Mulailah dari Kebersihan Rumah

Jadilah panutan utama bagi anak terkait kebersihan rumah. Anda bisa mulai memperhatikan setiap sudut rumah, menatanya dengan rapi, dan membersihkan setiap hari. Lalu, biarkan si Kecil ikut membantu Anda.

Anak-anak cenderung lebih bersemangat jika kegiatan bersih-bersih dilakukan bersama-sama dibandingkan seorang diri. Pastikan semua anggota keluarga terlibat dan saling menjaga kebersihan agar tugas ini bukan dianggap sebagai beban, melainkan menjadi suatu kebiasaan baik.

2. Ajak Anak Menanam Tanaman

Lingkungan yang bersih akan terlihat lebih asri dengan adanya tanaman. Anda bisa mengajak anak untuk merawat tanaman hias, sayuran organik, atau pohon di pekarangan. Jika tidak ada lahan untuk penghijauan, Anda bisa berkebun dengan sistem hidroponik atau menanam di polybag untuk diletakkan di dalam rumah maupun teras.

Saat ini banyak produk tanaman yang khusus untuk anak. Misalnya, paket berkebun benih sayuran (bayam, sawi, kangkung) dalam kaleng, paket hidroponik simple untuk anak, atau pot bunga kecil minimalis yang mudah dirawat.

Inilah kesempatan untuk menciptakan pengalaman berharga dengan buah hati. Seiring waktu, anak akan memahami betapa besar fungsi tanaman untuk kualitas udara dan sumber bahan makanan.

3. Mendidik Anak untuk Membuang Sampah di Tempatnya

Membuah sampah di tempatnya memang tampak sepele. Akan tetapi banyak anak bahkan orang dewasa mengabaikannya. Anda tentu tak ingin anak mengikuti perilaku buang sampah sembarangan, bukan?

Maka didik anak sedini mungkin untuk buang sampah ke tempat sampah. Sejak umur 2 tahun anak sudah memahami nama-nama benda. Mulailah dengan mengajari anak bahwa bungkus makanan kesukaannya perlu dibuang di tempat khusus.

Sementara untuk anak yang lebih besar, mereka perlu dimotivasi dengan menjelaskan mengapa sampah perlu disortir dan dibuang di tempatnya. Termasuk apa dampak buruk jika sampah dibuang sembarangan.

Jika perlu, berlakukan sistem piket harian di rumah agar bisa mengelola sampah sesuai jenisnya. Misalnya, memberi label pada kantung/keranjang sampah di rumah untuk memisahkan sampah organik, anorganik, dan sampah berbahaya (baterai, barang elektronik). Kebiasaan ini memudahkan anak menyortir sampahnya sendiri baik saat di rumah atau di luar rumah.

4. Ajak Anak untuk Hemat Listrik dan Air

Ajari hal-hal sederhana seperti mematikan lampu saat tidak dipakai, hemat air, mematikan keran saat mencuci tangan, dan mencabut steker usai memakai alat-alat elektronik.

Beri penjelasan yang mudah dimengerti mengapa mereka perlu berhemat listrik dan air. Apabila anak lupa, jangan bosan untuk mengingatkan mengenai kebiasaan baik ini.

5. Kenalkan dan Ajarkan Anak Reduce, Reuse, dan Recycle

Pahami konsep 3R yakni reduce, reuse, dan recycle dan terapkan di keluarga Anda. Reduce berarti mengurangi barang yang berpotensi menjadi sampah. Contohnya, ajak anak memakai sedotan stainless steel yang bisa dipakai berulang. Sehingga hal ini mengurangi sampah sedotan plastik yang sulit terurai.

Reuse adalah memanfaatkan barang yang bisa dipakai untuk fungsi yang lain. Contohnya, memanfaatkan barang bekas, seperti menjadikan botol bekas, panci rusak, ember berlubang sebagai pot tanaman. Cara ini selain lebih hemat dibandingkan beli pot baru, juga membantu meminimalkan sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Sementara recycle adalah mendaur ulang sampah menjadi barang baru. Contohnya, mengolah kertas tak terpakai menjadi bubur kertas (pulp) untuk dijadikan kertas daur ulang.

6. Sesekali Ajak Anak Pergi ke Alam Bebas

Tak lengkap mengajarkan indahnya lingkungan yang bersih tanpa mendatangi langsung tempat-tempat terbuka yang bernuansa alam. Ajak anak menikmati suasana adem hutan pinus, berkemah ke gunung, atau mendatangi pantai yang bersih tanpa sampah.

Melihat langsung dan merasakan alam yang bersih membantu anak peduli dengan bumi tanpa polusi.

Mencintai bumi perlu perjuangan yang tak mudah. Konsistensi adalah kuncinya. Yuk, bersama-bersama ikuti cara menjaga kebersihan lingkungan tersebut mulai sekarang.

Referensi naturespath.com/en-us/blog/20-activities-kids-learn-sustainability/ parenting.orami.co.id/magazine/5-cara-mengajarkan-anak-agar-cinta-lingkungan/ klikdokter.com/info-sehat/read/3475944/mengajarkan-anak-cinta-lingkungan-sejak-dini