Skip to content
Tips Membersihkan Sofa dengan Tepat untuk Membunuh Kuman

Tips Membersihkan Sofa dengan Tepat untuk Membunuh Kuman

Sofa merupakan salah satu perabotan yang sering dijumpai di rumah, kantor, hotel, bahkan restoran. Ada banyak orang yang mungkin duduk di atas sofa tersebut sehingga membuatnya rentan menjadi tempat bakteri berkembang biak. Oleh karena itu, penting bagi pemilik sofa untuk melakukan pembersihan secara teratur untuk menjaga sofa tetap bersih dan higienis.

Membersihkan sofa bukan perkara sulit. Siapapun bisa melakukan pembersihan sendiri tanpa memanggil cleaning service. Bagi Anda yang belum pernah memiliki pengalaman membersihkan sofa, berikut adalah tips dan langkah tepat untuk memulai pembersihan sofa.

1. Gunakan Cairan Pembersih

Apapun jenis sofanya – baik itu sofa kain atau sofa kulit – harus dibersihkan secara teratur dengan cairan pembersih. Penggunaan vacuum cleaner saja hanya berguna untuk menghilangkan debu dan kotoran kering. Sementara kuman dan bakteri yang mungkin berada di permukaan sofa akan tetap melekat di sana.

Ada tiga pilihan cairan pembersih yang bisa menjadi alternatif untuk membuat sofa menjadi lebih bersih, yaitu:

  • Deterjen Cair yang Lembut

Cairan pembersih sofa bisa dibuat dengan menggunakan deterjen cair yang lembut. Penggunaan deterjen cair untuk sofa lebih dianjurkan ketimbang memakai deterjen bubuk. Pasalnya, deterjen bubuk bisa meninggalkan residu yang menodai sofa.

Sofa yang ternoda oleh minuman, minyak, atau makanan juga bisa dibersihkan dengan larutan deterjen cair ini. Jadi, bukan hanya sekedar menghilangkan bakteri yang bersarang di sofa, tetapi deterjen juga bisa diandalkan untuk menghilangkan berbagai jenis noda yang mengotori sofa.

Untuk membuat cairan pembersih dari deterjen, cukup tuang Rinso Molto Deterjen Cair Rose Fresh (atau varian Rinso Cair lainnya) ke dalam wadah berisi air (kurang lebih 1,5 – 2 liter). Aduk sampai deterjennya larut dengan air. Gunakan kain lap atau spons untuk dicelupkan ke dalam cairan pembersih, lalu usapkan ke seluruh permukan sofa, terutama di bagian yang ternoda.

  • Cuka

Cuka dapat menjadi alternatif terbaik untuk membersihkan sofa yang ternoda oleh minuman, minyak, atau makanan. Zat asam klorida yang terkandung di dalam cuka dapat memecah partikel noda dan melunturkannya seketika. Tak hanya itu saja, larutan air cuka dapat membasmi bakteri yang berada di permukaan sofa.

Cukup campurkan cuka putih secukupnya ke dalam air, lalu celupkan kain lap lembut ke dalamnya dan mulailah mengusap bagian sofa yang ternoda. Usap beberapa kali sampai nodanya benar-benar hilang. Setelah itu, lanjutkan dengan menguapi sofa memakai setrika uap.

Aroma cuka yang kuat akan tertinggal di sofa. Untuk menghilangkan bau cuka yang menyengat, gunakan cairan pembersih dari deterjen cair usai Anda menggunakan larutan air cuka untuk membersihkan sofa.

  • Tisu Basah

Tisu basa bisa diandalkan sebagai salah satu media untuk membersihkan sofa yang aman karena kandungan di dalamnya tidak akan merusak material sofa jenis apapun. Namun, tisu basah lebih efektif jika langsung dipakai untuk menggosok noda baru. Noda yang sudah melekat selama berhari-hari tentu akan sulit dihilangkan dengan tisu basah saja.

Ketika ada noda baru di sofa, segera ambil tisu basah dan gosok ke permukaan sofa yang ternoda. Tisu basah memiliki tekstur yang lebih kering dibanding penggunaan larutan deterjen atau cuka. Jadi, sofa tidak terlalu basah jika dibersihkan memakai tisu basah.

Apapun jenis cairan pembersih yang dipilih, pastikan Anda membersihkan sofa secara teratur. Jika sofa tidak terlalu sering dipakai, bersihkan setiap 6 bulan sekali. Namun, apabila sofa setiap hari dipakai – terutama dengan orang yang berbeda-beda – maka pembersihan harus dilakukan setiap 1-2 bulan sekali.

Dalam membersihkan sofa, hindari penggunaan sikat gigi atau berbagai media yang memiliki tekstur kasar lainnya untuk menggosok sofa. Alat dengan tekstur yang kasar berpotensi merobek permukaan sofa, terutama jika sofa tersebut dibuat dari material kulit.

2. Bersihkan Sofa dari Debu Menggunakan Vacuum Cleaner

Jika pembersihan sofa menggunakan cairan pembersih idealnya dilakukan selama beberapa bulan sekali, berbeda dengan pemakaian vacuum cleaner. Anda bisa memakai alat tersebut untuk menyedot debu dan kotoran di sofa saat melakukan pembersihan harian atau mingguan.

Vacuum cleaner hanya akan menyedot debu dan kotoran kering saja. Bila Anda ingin memastikan bahwa sofa tersebut benar-benar bebas bakteri, maka gunakan cairan pembersih saat membersihkan sofa.

Cara tepat membersihkan sofa dengan vacuum cleaner adalah mengarahkan penyedotnya ke permukaan dan sela-sela sofa. Bahkan, bagian belakang sofa juga wajib dibersihkan memakai vacuum cleaner. Alat penyedot debu ini tidak hanya membersihkan debu, tapi juga bulu hewan peliharaan, rambut, remah-remah makanan, dan benda kecil lainnya yang menempel pada sofa.

3. Pakai Deterjen dan Alkohol untuk Membersihkan Noda yang Pekat

Noda yang pekat tentu akan sulit dihilangkan dengan cairan pembersih saja. Semakin lama noda tersebut menempel pada sofa, maka semakin sulit pula menghilangkannya. Pada sofa berwarna cerah, tentu noda sekecil apapun akan langsung terlihat. Jadi, carilah cara terbaik untuk membersihkan sofa, seperti dengan mencampurkan alkohol ke dalam larutan air deterjen.

Buat larutan deterjen dengan mencampurkan Rinso Molto Deterjen Cair Parfum Essence (atau varian Rinso Cair lainnya) dengan air secukupnya. Tambahkan beberapa tetes alkohol 70% ke dalam larutan air deterjen, lalu aduk sampai rata.

Pakai sarung tangan untuk melindungi tangan Anda dari paparan alkohol. Lanjutkan dengan mencelup kain lap atau spons ke dalam campuran deterjen dan alkohol tersebut. Gosokkan spons atau kain lap ke bagian yang ternoda secara perlahan sampai nodanya memudar. Setelah nodanya berhasil dibersihkan, ambil kain lap bersih yang sudah dicelupkan ke dalam air dan pakai untuk kembali menggosok sofa agar residu deterjennya hilang.

4.  Bersihkan Seluruh Permukaan Sofa

Bagian sofa yang perlu dibersihkan bukan cuma area tempat duduk saja. Bersihkan juga bagian untuk meletakkan tangan dan kepala (jika ada) pada sofa. Bagian-bagian tersebut sangat rawan terpapar bakteri atau kuman karena cukup sering bersentuhan dengan tubuh pengguna sofa.

Pastikan seluruh permukaan sofa dibersihkan dengan menggunakan vacuum cleaner dan cairan pembersih. Jangan lewatkan bagian belakang dan bawah sofa ketika melakukan pembersihan. Pasalnya, bagian belakang dan bawah sofa juga mungkin terpapar oleh debu atau bakteri.

5.  Jemur Sofa Sebelum Digunakan Kembali

Hal penting yang harus dilakukan usai membersihkan sofa adalah menjemurnya sampai kering. Usahakan untuk mengangkat sofa ke luar ruangan agar bisa dijemur di bawah paparan sinar matahari. Terik yang berasal dari sinar matahari tidak hanya efektif mengeringkan sofa – terutama sofa kain – tetapi juga dapat membasmi bakteri yang masih tertinggal di sofa.

Butuh waktu berhari-hari untuk membuat sofa kering dan bisa dipakai kembali. Jemur saja sofa tersebut sampai kering karena memakai sofa yang masih basah dapat menimbulkan bau apek dan memperbesar risiko pertumbuhan bakteri.

Khusus sofa kulit sebaiknya tidak dijemur di bawah sinar matahari. Cukup tempatkan sofa di tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Biarkan sofa tersebut kering dengan sendirinya.

Jika sofa terlalu berat untuk diangkat ke luar rumah, biarkan saja di dalam rumah tetapi jendela dan pintu harus sering-sering dibuka agar udara bisa masuk ke dalam untuk mengeringkan sofa.

6.  Tips Merawat dan Membersihkan Sofa Sehari-hari

Membersihkan sofa dengan cairan pembersih memang bisa dilakukan setiap beberapa sebulan sekali. Namun, Anda tetap bisa melakukan pembersihan sehari-hari untuk menjaga agar sofa tetap bersih dan terawat.

Yuk, simak beberapa tips yang bisa dilakukan untuk merawat dan membersihkan sofa sehari-hari:

  • Bersihkan dengan Kemoceng Setiap Hari
  •  Segera Bersihkan Noda Baru
  • Cuci Bagian Sofa yang Bisa Dilepas
  • Bersihkan Rambut atau Bulu Hewan Peliharaan
  • Gosok Pelembab pada Sofa Kulit

Berbagai tips dan cara membersihkan sofa bisa dilakukan untuk membuat sofa jadi lebih bersih, higienis, dan bebas bau. Sofa merupakan salah satu perabotan yang biasa diletakkan di ruang tamu atau ruangan depan pada bagian rumah. Jadi, pastikan Anda melakukan pembersihan dan perawatan secara teratur agar sofa lebih sedap dipandang.

Tips membersihkan sofa ini juga efektif untuk mencegah bakteri dan virus. Di tengah-tengah maraknya kasus Covid-19, tentu Anda pun harus memperhatikan kebersihan hal-hal kecil, termasuk sofa di rumah. Pembersihan rumah dan perabotannya secara tepat dapat mengurangi risiko penularan virus Corona dan penyakit lainnya.

Referensi:

https://www.cleanipedia.com/id/membersihkan-lantai-permukaan/cara-membersihkan-kursi-sofa-furnitur-berbahan-kain.html

https://www.dekoruma.com/artikel/79984/kiat-membersihkan-bahan-sofa-yang-kotor

https://fabelio.com/blog/cara-membersihkan-sofa-kain/

© 2020 Unilever. Semua hak dilindungi undang - undang