Skip to content
Pahami Komposisi Deterjen Bubuk untuk Memilih Produk Terbaik

Pahami Komposisi Deterjen Bubuk untuk Memilih Produk Terbaik

Deterjen adalah bahan pembersih yang tak dapat ditinggalkan dalam proses mencuci pakaian. Ada beragam merek yang dapat ditemukan di pasaran, di mana masing-masing produk menawarkan komposisi deterjen yang berbeda-beda pula. Tak jarang hal ini membuat para Ibu bingung dalam menentukan pilihan. Agar tidak salah pilih, yuk kenali komposisi deterjen bubuk yang baik berikut ini!

1. Tinggi Kandungan Alkali

Kandungan alkali dalam deterjen bubuk berperan penting untuk menghilangkan kotoran dan noda dari serat kain tanpa perlu mengucek terlalu keras. Semakin tinggi kandungan alkali dalam komposisi deterjen, semakin efektif pula kinerjanya untuk merontokkan kotoran. Namun, kandungan alkali tinggi umumnya memang hanya bisa ditemukan pada produk deterjen bubuk dan tidak dimiliki deterjen cair. Sebab, hanya deterjen bubuk yang dirancang dengan bahan builder Sodium carbonate yang bersifat alkali. Selain membuat Ibu tidak perlu capek mengucek, memilih deterjen tinggi alkali juga menjaga kondisi serat kain tetap baik.

2. Bebas Kandungan Fosfat

Meski tidak memiliki daya racun, kandungan fosfat yang terlalu tinggi dapat menyebabkan eutrofikasi di sungai atau laut. Itulah mengapa, deterjen bubuk maupun deterjen cair yang baik seharusnya sudah dirancang bebas kandungan fosfat. Bahkan, di beberapa negara Eropa, penggunaan fosfat sudah dilarang karena berbahaya untuk lingkungan. Sebelum memilih deterjen, tak ada salahnya mengecek apakah produk tersebut masih memiliki kandungan fosfat atau tidak. Alangkah lebih baik jika Ibu memilih komposisi deterjen yang sudah tidak mengandung fosfat.

3. Memiliki Kandungan pH Sesuai Kegunaan

Hal lain yang perlu Ibu pertimbangkan saat melihat komposisi deterjen adalah kandungan pH-nya. Sebab, keras atau tidaknya deterjen yang Ibu gunakan tergantung pada kadar kandungan pH yang ada. Ibu disarankan memilih deterjen yang memiliki kandungan pH sesuai kegunaan. Apabila sebuah produk mengklaim diri sebagai deterjen untuk bayi atau kulit sensitif, maka pastikan bahwa kandungan pH yang terkandung di dalamnya memang bersifat netral.

4. Memilih Deterjen Konsentrat dengan Kandungan Aktif Tinggi

Kandungan aktif yang tinggi pada deterjen konsentrat akan meningkatkan kemampuannya dalam menghilangkan kotoran pada pakaian. Semakin tinggi kandungan aktif yang dimiliki suatu deterjen konsentrat, akan semakin meningkat pula efektivitasnya untuk digunakan mencuci. Jadi, Ibu disarankan memilih deterjen konsentrat dengan kandungan aktif yang tinggi agar hasil mencuci bisa menjadi lebih maksimal.

5. Mengandung Enzim Sebagai Bahan Aktif

Deterjen bubuk menggunakan berbagai enzim sebagai bahan aktif untuk membersihkan noda. Umumnya, ada empat jenis enzim yang digunakan dalam deterjen, yaitu protease, lipase, amilase, dan selulase. Bahkan, saat ini sudah ada enzim ramah lingkungan yang dirancang guna mengurangi emisi karbon. Kandungan enzim semakin dibutuhkan khususnya pada deterjen khusus mesin cuci.

Setelah memahami komposisi deterjen bubuk yang baik, kini Ibu bisa lebih bijak menentukan pilihan. Pastikan deterjen yang Ibu pilih memiliki komposisi terbaik seperti di atas. Rinso bisa menjadi salah satu pilihan tepat untuk digunakan. Deterjen bubuk Rinso dirancang dengan komposisi tepat sesuai dengan berbagai kebutuhan.

Untuk mencuci pakaian bayi dan anak, ada produk Rinso Gentle yang memiliki kandungan pH lebih rendah sehingga aman untuk kulit bayi. Tak hanya itu, ada pula varian produk Rinso Matic yang mempunyai dua kali konsentrat lebih tinggi daripada deterjen biasa sehingga lebih efektif digunakan mencuci. Komposisi deterjen yang baik akan ikut menentukan hasil cuci yang memuaskan!

 

Sumber:

https://www.thespruce.com/how-laundry-detergent-ingredients-work-2146619

https://my-best.id/573/

https://www.livestrong.com/article/144673-laundry-detergents-that-use-enzymes/

https://www.amazine.co/39889/komposisi-kimia-bahan-pembuat-deterjen-pakaian/