Memahami Dampak Air Sadah Terhadap Cuci-Mencuci

Ibu tentu tahu pentingnya air untuk kehidupan sehari-hari, baik untuk kebutuhan minum, mandi, masak, maupun mencuci pakaian. Namun apakah Ibu tahu bahwa ada jenis air yang kondisinya perlu diperhatikan sebelum digunakan untuk kebutuhan sehari-hari?

Pengertian Kesadahan Air

Jenis air yang perlu diperhatikan tersebut adalah air sadah. Air ini merupakan jenis yang mengandung kadar mineral kalsium dan magnesium tinggi. Keberadaan air sadah dapat ditemukan di banyak daerah di Indonesia, khususnya di daerah pegunungan dan di sekitar daerah bertanah batuan kapur. Contoh air sadah bisa berasal dari sumber yang berbeda-beda, antara lain air keran, air sungai, air laut, dan air tanah tergantung pada lokasinya.Ada dua jenis air sadah berdasarkan kandungan mineralnya yang juga berpengaruh terhadap tingkat kesadahan air tersebut. Jenis yang pertama adalah air sadah sementara. Air sadah sementara terjadi karena kandungan kalsium bikarbonat dan/atau magnesium bikarbonat. Jenis ini masih bisa diatasi dengan merebus/memanaskannya untuk memecah senyawa tersebut. Jenis yang kedua adalah air sadah tetap yang terjadi karena kandungan bentuk klorida, sulfat, dan nitrat dari kalsium dan magnesium. Kesadahan air jenis ini permanen dan hanya bisa dihilangkan melalui proses kimiawi khusus.

Dampak Air Sadah

Apa sih dampaknya jika air sadah digunakan untuk kebutuhan sehari-hari? Dampak air sadah yang paling nyata adalah kemampuannya yang sangat buruk dalam bereaksi dengan sabun dan deterjen. Hal ini bisa Ibu amati sangat jelas ketika mencuci pakaian, mencuci piring, atau mandi. Sabun atau deterjen menjadi sangat sulit berbuih jika bercampur air sadah. Untuk mencegah pemborosan deterjen, Ibu sebaiknya memilih deterjen berkualitas yang mampu bekerja di segala kondisi air.Selain itu, air sadah kerap meninggalkan endapan kerak kapur pada permukaan lantai keramik, cangkir, gelas, peralatan masak, pipa, dan keran. Penyumbatan saluran air juga bisa disebabkan oleh timbunan kerak kapur dari air sadah.

Cara Mengatasi Air Sadah saat Mencuci

Ibu tidak perlu terlalu khawatir! Berikut adalah tips melawan dampak buruk air sadah ketika digunakan untuk mencuci dengan mesin cuci.
  1. Pilihlah deterjen berkualitas. Air sadah dapat menyebabkan pakaian menjadi kaku dan tidak lembut. Selain mampu bekerja optimal dengan mesin cuci, deterjen berkualitas seperti Rinso Matic mampu bekerja di segala kondisi air karena tingkat deterjensinya yang tinggi sekaligus mempertahankan tekstur asli kain.
  2. Gunakan takaran yang tepat. Ikuti aturan pakai deterjen pilihan Ibu, tidak terlalu banyak dan juga tidak terlalu sedikit.
  3. Memilih siklus air panas. Sebelum memilih air bersuhu lebih dari 30C, Ibu perlu memeriksa petunjuk perawatan pada label setiap pakaian. Hanya gunakan air bersuhu tinggi jika petunjuknya mengizinkan. Air panas membantu menetralkan air sadah dan mencegah penyumbatan saluran air oleh endapan kapur.
Dampak apa yang Ibu alami dari air sadah? Yuk, ceritakan pengalaman Ibu di sini dan bagikan kiat Ibu untuk mengatasinya.

Tips untuk membersihkan semua keperluan rumah tangga Anda. Mulai dari merapihkan sampai menghilangkan noda, klik disini dan cari tahu bagaimana cara membersihkan hampir semua noda!