Skip to content
8 Aturan Angkutan Umum New Normal yang Wajib Diketahui!

8 Aturan Angkutan Umum New Normal yang Wajib Diketahui!

Menyambut new normal, jalanan kembali ramai dengan transportasi umum yang telah dibuka. Banyak orang pun kembali keluar rumah untuk bekerja. Tapi jangan lupa untuk menerapkan protokol kesehatan selama beraktivitas di tempat publik. Apalagi bagi Anda yang tak memiliki kendaraan pribadi yang sangat tergantung dengan angkutan umum, seperti bus, kereta api, KRL, hingga ojek online.

Risiko yang besar menggunakan transportasi massal perlu diminimalkan dengan panduan pencegahan yang tepat. Berikut ini tips aman jika terpaksa naik kendaraan umum di masa new normal.

1. Bagi perjalanan jauh, menyiapkan surat kesehatan

Salah satu syarat ke luar kota adalah menyiapkan surat kesehatan saat akan berangkat. Beberapa angkutan umum mengharuskan Anda menunjukkan surat keterangan hasil tes PCR yang hasilnya negatif atau bisa juga surat hasil rapid test non reaktif.

Jika di daerah Anda tidak terdapat fasilitas tes PCR maupun rapid test, Anda perlu ke puskesmas arau RS untuk mendapat surat keterangan bebas gejala seperti influenza. Selain surat kesehatan, sebagian wilayah mewajibkan disediakannya dokumen dari pemerintah setempat. Cari tahu dokumen apa yang harus Anda siapkan sebelum ke luar kota.

2. Pastikan kondisi sehat

Saat beraktivitas di tempat umum, pastikan Anda sehat. Hindari bepergian jika Anda demam (suhu tubuh di atas 38° C) karena terdapat larangan naik angkutan umum untuk calon penumpang yang sakit.

Jika tubuh terasa demam, batuk kering, sakit di bagian tenggorokan, sesak nafas, dan memiliki gejala yang mirip COVID-19, tunda dulu perjalanan. Selain untuk menghindari penularan saat imun lemah, Anda juga berkontribusi mengurangi transmisi virus.

3. Menggunakan masker dan sediakan hand sanitizer

Siapkan masker dan cadangannya di tas Anda. Gunakan masker mulai dari rumah, saat naik kendaraan umum, saat di tengah perjalanan hingga setelah turun dari transportasi umum.

Selain masker, sediakan hand sanitizer untuk berjaga-jaga bila tak ada air dan sabun antiseptik. Agar tangan tetap bersih, selalu bersihkan tangan sebelum dan sesudah naik angkutan publik.

4. Jaga jarak minimal 1,5 meter

Selalu batasi jarak fisik dengan orang lain sejauh 1,5 meter. Jika tempat umum yang Anda datangi terlalu ramai, antre, hingga berdesak-desakan, maka hindari tempat tersebut.

Minimalkan risiko berdesakan dengan penumpang lain di jam sibuk. Jika harus membeli tiket, pilih secara online daripada antre di loket.

5. Hindari memegang benda-benda di sekitar

Selama di area stasiun, terminal  bandara, dan di dalam angkutan umum, upayakan untuk menghindari menyentuh benda-benda yang rawan dipegang banyak orang. Misalnya, tiang atau pegangan di KRL, gagang pintu toilet umum, tombol lift, pegangan eskalator, dll.

Jika terpaksa harus memegang, hindari menyentuh langsung dengan tangan. Sebaiknya gunakan tisu sekali pakai untuk menghindari kontak tangan dengan berbagai benda di sekitar.

6. Tidak menggunakan gawai di transportasi umum

Aturan di commuterline atau KRL mewajibkan penumpang untuk tidak memakai gawai selama di dalam kereta. Jadi hindari menelepon atau menerima panggilan handphone, ya.

7. Kurangi interaksi dengan orang lain

Bukan hanya menelepon, berbicara langsung dengan penumpang lain juga harus dihindari. Mulai sekarang tidak boleh mengobrol di angkutan publik. Selalu waspada dan terapkan jaga jarak dengan penumpang lain.

8. Berani mengingatkan orang yang tidak mematuhi protokol kesehatan

Jika Anda sudah tertib, ternyata masih ada orang lain yang meremehkan aturan ini. Jangan ragu mengingatkan dengan baik siapa saja yang masih melanggar protokol kesehatan di kendaraan umum.

Mengingatkan dengan sopan penting agar orang lain sadar kesalahannya. Adanya kontrol sosial juga berperan membantu mengurangi penyebaran virus, sehingga masyarakat semakin sadar dengan kebersihan dan kesehatan.

Setelah pulang dari angkutan umum, biasanya baju sangat kotor, bau asap, debu, dan keringat. Tenang saja! Cuci dengan Rinso Active Fresh, pakaian kembali bersih dan segar. Deterjen cair ini dilengkapi dengan Deo-Fresh Technology yang mampu melindungi pakaian dari bau keringat. Pakaian pun wangi segar dengan aroma Yuzu dan Mint. Meski berkeringat, pakaian tak mudah bau.  Sangat cocok untuk Anda yang aktif beraktivitas di luar selama transisi menuju new normal.

Referensi:

finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5051161/mau-naik-transportasi-umum-selama-new-normal-patuhi-syaratnya

ilovelife.co.id/blog/12-tips-aman-menggunakan-transportasi-umum-di-era-new-normal/

kompas.com/tren/read/2020/06/07/203500365/new-normal-ini-tips-aman-naik-ojek-online-dan-transportasi-umum

© 2020 Unilever. Semua hak dilindungi undang - undang