Menghindari Kesalahan Cara Menghilangkan Bau Ketiak pada Baju

Siapa pun setuju bahwa bau tidak sedap yang ditinggalkan keringat di baju merupakan hal yang mengganggu dan bahkan memalukan, terutama ketika sedang berinteraksi dengan orang lain. Hal ini bisa terjadi pada siapa saja, termasuk Ibu dan anggota keluarga Ibu. Sayangnya, kita masih sering melakukan cara menghilangkan bau keringat pada baju yang kurang tepat. Ketika berusaha menghilangkan bau keringat pada baju, Ibu sebaiknya menghindari cara-cara yang tidak menyelesaikan masalah secara tuntas dan justru memicu masalah lain.

Karena keringat diproduksi dalam jumlah banyak salah satunya di ketiak dan sekitarnya, bagian ini pada baju sering kali menjadi pusat bau tidak sedap. Selain karena reaksi antara keringat dan bakteri, lokasi ketiak yang tersembunyi, cenderung hangat dan lembap membuat bau tersebut semakin kuat dan sampai meninggalkan noda kuning di bagian ketiak baju.

Meninggalkan Kebiasaan Lama untuk Menghilangkan Bau Ketiak di Baju

Mencuci pakaian yang berbau keringat dengan deterjen berkualitas seperti Rinso dan mesin cuci tetap merupakan cara tepat mengatasi bau keringat pada pakaian karena proses pencucian ini menjangkau hingga serat-serat kain. Sedangkan beberapa kebiasaan lama untuk menghilangkan bau keringat pada baju bersifat sementara dan hanya mengatasi bau pada permukaan kain. Berikut ini beberapa tips yang bisa Ibu coba untuk mengubah kebiasaan yang tidak tepat.

  1. Hindari pemakaian pewangi jenis apa pun langsung pada baju berbau keringat. Kebiasaan ini justru berpotensi meninggalkan noda produk pewangi pada pakaian dan akan memerlukan cara menghilangkan noda pada baju tersendiri. Yang sebaiknya Ibu hindari:
  • menyemprotkan deodoran aerosol, parfum, dan kolonye langsung pada baju;
  • mengoleskan deodoran roll-on atau stik dan minyak wewangian di bagian mana pun pada pakaian;
  • mengencerkan pewangi cucian lalu menyemprotkannya langsung pada pakaian kotor;
  • menaburkan bedak pada kain karena bedak akan memadat jika bercampur keringat.
  1. Pakai deodoran, parfum, kolonye, minyak wewangian, dan bedak langsung pada kulit sesuai petunjuk pemakaian masing-masing produk.
  2. Pakai pewangi cucian hanya pada saat mencuci.
  3. Hindari menggantung baju yang sudah dipakai kembali di lemari. Bau keringat dari satu baju bisa menyebar ke seisi lemari.
  4. Kapur barus bukanlah pewangi pakaian, melainkan pengusir ngengat pakaian (Tineola bisselliella) dan penghilang kelembapan di dalam lemari pakaian. Sebagian orang bahkan menganggap pakaian yang berbau kapur barus identik dengan pakaian usang yang tidak terawat baik.

Cara Menghilangkan Noda Kuning di Baju Bagian Ketiak

Noda di bawah lengan baju tidak selalu disebabkan oleh deodoran, tetapi bisa juga disebabkan oleh keringat. Atau lebih tepatnya oleh garam dan mineral yang terkandung di dalam keringat. Bahan-bahan ini bereaksi dengan bakteri dan meninggalkan noda kuning kecokelatan pada bagian ketiak baju putih atau noda awan putih pada baju berwarna lain. Ibu bisa mencoba cara menghilangkan noda pada baju berikut ini jika keringat sudah mengubah warna kain.

  1. Pulihkan warnanya dengan menyikat bagian tersebut dengan sikat gigi bekas yang dibasahi cuka putih. Tes terlebih dulu langkah ini di bagian kecil yang tersembunyi.
  2. Larutkan Rinso cair di dalam seember air sesuai takaran yang dianjurkan pada kemasannya.
  3. Rendam pakaian yang bernoda di dalam larutan deterjen tersebut selama minimum 2 jam atau semalaman jika memungkinkan.
  4. Cuci seperti biasa memakai mesin cuci dan deterjen Rinso Matic.

Apakah Ibu termasuk yang masih melakukan kebiasaan-kebiasaan lama yang tidak tepat tadi? Bagikan cerita Ibu tersebut dan manfaat yang Ibu peroleh setelah mengubah kebiasaan lama tersebut untuk menghilangkan bau ketiak di baju.

Tips untuk membersihkan semua keperluan rumah tangga Anda. Mulai dari merapihkan sampai menghilangkan noda, klik disini dan cari tahu bagaimana cara membersihkan hampir semua noda!