Cara Menghilangkan Bekas Deodoran dan Bau di Baju

Sebagian deodoran yang berbentuk roll-on dan stik meninggalkan bekas di baju, terutama di sekitar ketiak. Ibu mungkin sering menemui noda kuning di ketiak baju putih atau noda putih di bawah lengan baju berwarna. Timbunan bekas deodoran di baju sebenarnya juga bercampur dengan bakteri dan garam yang terkandung dalam keringat. Reaksi antara timbunan bahan-bahan deodoran dan garam keringat selama waktu tertentu inilah yang memicu pembentukan noda deodoran. Selain warnanya yang tampak jelas berbeda dari warna di sekitarnya, noda deodoran juga bisa dikenali dari perubahan tekstur pada bagian kain yang bernoda.

Bagian ini menjadi lebih tebal, kaku, dan kehilangan pori-pori karena kandungan dalam deodoran menumpuk di sela serat-serat kain. Menghilangkan noda deodoran di baju sebaiknya dilakukan segera atau, jika mungkin, sebelum noda deodoran berubah warna dan tampak jelas. Deodoran yang mengenai baju pada hari pertama tidak menampakkan warna mencolok dan belum sampai menempel erat di serat-serat kain sehingga lebih mudah dihilangkan. Sebaliknya, deodoran di baju yang sudah dibiarkan berhari-hari menjadi berubah warna dan mengeras sehingga lebih sulit dihilangkan.

Cara Menghilangkan Noda Deodoran di Ketiak Baju yang Baru Terjadi

Cara menghilangkan noda deodoran di ketiak baju lebih mudah dilakukan jika Ibu segera bertindak begitu menemukan noda tersebut. Berikut ini tahap-tahapnya:

  1. Bubuhkan deterjen cair di atas noda deodoran dan tetesi bagian tersebut dengan sedikit air.
  2. Gunakan sikat gigi bekas untuk menyikatnya dengan gerakan memutar lalu bilas.
  3. Jika bekas deodoran masih tampak, siram bagian tersebut dengan cuka putih dan biarkan selama sekitar 3 menit sebelum membilasnya. Tes dulu cuka putih di bagian kecil yang tersembunyi pada baju tersebut.
  4. Jika bekas deodoran masih juga tampak, siram noda dengan spiritus (denatured alcohol) setelah mengetesnya di bagian baju yang tersembunyi terlebih dulu. Jangan lakukan jika terjadi pemudaran warna kain.
  5. Masukkan ke mesin cuci, tambahkan deterjen, lalu jalankan mesin cuci seperti biasa. Ikuti petunjuk perawatan baju tersebut untuk mengetahui suhu maksimum air yang aman dipakai. Berbeda dari noda protein yang sebaiknya tidak dicuci dengan air hangat, noda deodoran bisa dicuci dengan air panas sesuai petunjuk baju yang bernoda.
  6. Setelah baju kering, jangan terburu-buru menyetrikanya. Pastikan noda deodoran sudah benar-benar lenyap. Noda deodoran yang terkena tempaan panas setrika akan semakin memadat sehingga lebih sulit dihilangkan.

Tips Menghilangkan Noda Deodorant yang Lebih Membandel

Jika noda deodoran sudah menumpuk dan berubah warna menjadi kekuningan, Ibu juga perlu menghilangkan warna kekuningan itu setelah tumpukan noda deodoran menipis. Namun, yang lebih penting adalah mengikis timbunan deodoran di kain terlebih dulu melalui langkah-langkah berikut ini:

  1. Coba tahap 1-4 di atas.
  2. Jika timbunan deodoran masih tampak, larutkan dua tablet obat jenis salisilat (biasanya berupa tablet penghilang rasa sakit) di dalam setengah gelas air panas, lalu siramkan langsung pada bagian baju yang bernoda. Biarkan selama 2 jam.
  3. Bilas baju dan periksa apakah timbunan noda deodoran sudah hilang.
  4. Jika belum, buatlah pasta kental campuran bubuk soda kue dan air. Oleskan pasta ini di atas noda. Diamkan selama 1 jam. Bubuk soda kue juga berfungsi memudarkan warna kekuningan noda deodoran.
  5. Bilas dengan air dingin lalu cuci seperti biasa menggunakan mesin cuci dan deterjen untuk memudarkan residu noda dan bahan-bahan penghilang noda.

Ketika mencoba cara menghilangkan noda deodoran di baju di atas, Ibu perlu ingat bahwa Ibu hanya bisa memakai bahan-bahan yang disebutkan dalam langkah-langkah di atas satu per satu. Bukan bersamaan. Bilas kain dengan air bersih sebelum memakai bahan lain. Jika Ibu memiliki tips mencegah noda deodoran di baju, silakan sampaikan di sini. Mencegah lebih baik daripada mengobati kan, Bu?