Lakukan Ini untuk Mencegah dan Mengatasi Ruam Popok pada Bayi

Ruam popok kemerahan yang menimbulkan rasa tak nyaman dan gatal pada bayi sering jadi persoalan. Jika dibiarkan, ruam pada bayi dapat membuat anak rewel dan sulit tidur dengan tenang. Jika dibiarkan terus-menerus, kulit bayi yang mengalami iritasi parah juga dapat mengganggu pertumbuhannya.

Wajar jika ruam pada bayi membuat cemas dan bingung. Mungkin Anda berusaha sesering mungkin mengganti popok, tapi tetap saja ruam popok muncul. Adakah cara mencegah dan mengatasi ruam popok secara efektif?

Cara Mencegah dan Mengatasi Ruam Popok pada Bayi 

  1. Kenali penyebabnya dan hindari
    Ada beberapa hal yang jadi tersangka utama penyebab munculnya ruam pada bayi ini, yaitu iritasi oleh air kencing, kulit sensitif, serta popok terlalu kencang. Cara mengatasi ruam popok pada bayi yang timbul karena pengaruh-pengaruh eksternal ini bisa dilakukan dengan mudah. Anda hanya perlu menjaga kebersihan dan usahakan bayi tetap kering dan nyaman.
    Di sisi lain, makanan, minuman, atau obat-obatan yang baru diminum bayi atau sang ibu juga bisa menyebabkan ruam. Mengetahui penyebabnya membuat Anda bisa memilih cara paling tepat untuk mengatasinya.
  2.  Jaga kulit bayi tetap kering
    Jika diperhatikan, ruam pada bayi biasanya muncul di area-area yang hangat dan lembap. Dalam kondisi rumah yang panas, ruam popok mudah muncul dan menimbulkan iritasi. Bagian-bagian yang umumnya terkena ruam popok antara lain selangkangan dan pantat. Karena itu, menjaga kulit bayi tetap kering dan sejuk adalah langkah terbaik untuk mencegah ruam.
    Agar kulit tetap kering, tempatkan bayi dalam suhu ruangan sejuk, tidak panas dan tidak dingin. Usahakan bayi tidak berkeringat hebat. Berkeringat saat tidur adalah hal yang wajar, jadi sebaiknya perhatikan dan segera lap keringat yang muncul agar bayi tetap kering.
  3. Gunakan popok kain yang lembut dan kering
    Ruam popok akan lebih mudah timbul pada bayi yang menggunakan popok sintetis sekali pakai dibandingkan popok kain. Popok sekali pakai didesain sedemikian rupa agar pipis bayi benar-benar tidak bisa keluar dari popok. Meski hal ini baik, jika popok tak mampu lagi menampung setelah beberapa kali kencing, cairan akan tergenang dan mengiritasi kulit. Itu sebabnya sangat disarankan mengganti popok sekali pakai segera setelah bayi buang air.
    Lebih baik gunakan popok kain lembut dan kering. Desain popok kain memungkinkan udara keluar-masuk dan membuat kulit bayi tetap kering. Popok kain yang lembut lebih baik untuk menghindari iritasi. Selain itu, popok kain “memaksa” Anda langsung mengganti popok begitu si kecil buang air.
  4.  Gunakan Deterjen yang Lembut
    Meski popok kain cukup efektif untuk menghindari ruam popok pada bayi, ada hal-hal tertentu yang perlu diingat saat mencucinya. Berbeda dengan popok sekali pakai yang tinggal buang setelah dipakai, popok kain butuh perlakuan ekstra hati-hati. Jika tak dicuci dengan benar, noda pada popok kain bisa tetap tertinggal. Juga saat penjemuran, popok kurang kering bisa membuat kulit terasa gatal.
    Sangat disarankan mencuci popok kain dengan deterjen yang aman untuk bayi. Saat ini telah hadir Rinso Gentle yang efektif menghilangkan noda dan cocok untuk pakaian bayi. Diformulasikan khusus untuk kulit sensitif, Rinso Gentle tetap memiliki kemampuan untuk membersihkan noda serta lembut untuk kulit. Formulanya mudah masuk ke serat kain terdalam dan tidak meninggalkan residu. Teknologi SmartFoam juga membuat busa lebih cepat hilang sehingga hemat air.
    Rinso Gentle menjaga warna pakaian tetap cerah dan formulanya lembut di tangan. Popok kain bayi pun bebas dari sisa deterjen sehingga selalu nyaman dikenakan si kecil. Formulanya ramah lingkungan dengan pH lebih rendah dari deterjen sejenis.

Tips untuk membersihkan semua keperluan rumah tangga Anda. Mulai dari merapihkan sampai menghilangkan noda, klik disini dan cari tahu bagaimana cara membersihkan hampir semua noda!