Skip to content
Yuk! Bikin Baju Tie Dye Sendiri di Rumah

Yuk! Bikin Baju Tie Dye Sendiri di Rumah

Ingin tahu cara membuat baju tie dye di rumah? Artikel ini akan mengulas tentang baju tie dye dan teknik pembuatannya. Pastinya membantu mewujudkan impian Anda memakai shibori atau dress batik jumputan homemade kembaran sama si Kecil!

Tie-dye adalah salah satu proses mewarnai pakaian dengan metode mengikat, melipat, dan menyimpul kain dengan karet kemudian diwarnai. Cara ini sudah lazim digunakan untuk pewarnaan secara tradisional.

Di Indonesia, tie dye kerap disebut dengan batik ikat celup atau batik jumputan yang ditandai dengan corak unik dari biji-bijian yang diikat dan dicelup dengan pewarna alami tanaman.

Saat ini tie dye secara modern dibuat dari beragam teknik dan warna. Bahkan bagi anak-anak, tie dye bisa dilakukan sebagai aktivitas kreatif dengan bahan pewarna makanan agar lebih aman.

Ingin membuat baju tie dye bersama anak dengan pewarna makanan? Simak caranya berikut ini:

 

1.   Siapkan Alat dan Bahan yang Diperlukan

Bahan yang diperlukan adalah pakaian/kain warna putih. Sebaiknya pilih bahan sutera, rayon, katun, belacu, atau mori. Sementara untuk pewarnanya, gunakan pewarna makanan agar aman jika Anda berkreasi bersama si Kecil.

Sementara itu, bahan pelengkap lainnya adalah: 125 ml cuka, 120 g garam, 125 air hangat, air dingin, botol kecil bekas, sarung tangan plastik, alas plastik/koran bekas, plastik ziplock besar, beberapa buah karet untuk mengikat.

 

2.   Rendam Pakaian di Dalam Air Cuka Selama 1 Jam

Rendam pakaian dengan campuran air dan cuka agar hasil tie dye lebih cemerlang. Diamkan selama 1 jam untuk memudahkan penyerapan warna.

Takaran air hangat dan cuka menggunakan perbandingan 1:1. Sesuaikan jumlah air+cuka dengan ukuran pakaian. Pakaian anak-anak membutuhkan 125ml-250 ml. Sementara pakaian dewasa sekitar 500 ml.

 

3.   Tentukan Desain dan Model Tie Dye

Ada berbagai pilihan corak yang bisa Anda pilih untuk tie dye. Desain corak atau motif ditentukan dari ikatan atau lipatan.

Beberapa jenis desain misalnya, garis-garis (striped), spiral, shibori ala Jepang, bullseye atau motif random.

 

4.   Buat Pewarna Tie Dye dari Pewarna Makanan

Gunakan botol kecil yang tak terpakai, lalu isi dengan air dingin dan pewarna makanan. Buat satu botol untuk satu warna.

Kemudian beri air sebanyak 125 ml dan 8-16 tetes pewarna untuk satu botol. Aduk hingga warna tercampur.

 

5.   Semprotkan Pewarna sesuai Desain Tie Dye

Keluarkan pakaian dari rendaman air cuka. Peras hingga sisa-sisa air hilang. Lalu gulung pakaian, dan ikat di posisi sesuai desain tie dye yang Anda inginkan.

Semprotkan pewarna ke pakaian. Jangan lupa gunakan sarung tangan plastik, apron,  dan alas plastik agar cat tidak mengotori pakaian atau lantai rumah Anda.

 

6.   Diamkan Selama 3-6 Jam

Setelah seluruh pakaian tertutup pewarna, masukkan ke dalam plastik ziplock lalu diamkan selama 3-6 jam. Jika perlu diamkan semalaman agar warna lebih melekat.

Setelah didiamkan, keluarkan pakaian dan rendam pakaian di air dingin 125ml - 250ml yang dicampur 120g garam. Rendaman air garam akan membantu tie dye lebih awet di pakaian.


7.   Bilas dan Jemur hingga Kering di Bawah Sinar Matahari

Bilas pakaian beberapa kali hingga warna yang luntur semakin pudar. Setelah air bilasan tampak jernih, keringkan dengan cara menjemur di bawah terik matahari langsung.

 

Nah, itulah 7 langkah cara membuat tie dye dengan pewarna makanan. Kini Anda tinggal memaksimalkan cucian menggunakan deterjen lembut yang mampu memberi hasil cemerlang pada shibori atau corak tie dye favorit Anda. Rinso Molto Detergen Cair Perfume Essence adalah pilihannya. Kombinasi Rinso cair dan Molto ini memiliki teknologi SmartFoam sehingga busa yang dihasilkan minimal. Kelembutan wangi raspberry dan violetnya awet tahan lama. Cukup sekali kucek, pakaian pun bersih dengan warna tie dye tetap cemerlang.

© 2020 Unilever. Semua hak dilindungi undang - undang