Skip to content
Mengenal Karakteristik Kain Wolfis Cocok Sebagai Bahan Hijab

Mengenal Karakteristik Kain Wolfis Cocok Sebagai Bahan Hijab

Ada banyak jenis kain yang bisa dijadikan sebagai bahan untuk membuat hijab, salah satunya kain wolfis. Jenis kain yang satu ini dinilai nyaman karena bahannya adem sehingga tidak membuat penggunanya gerah. Di samping itu, harganya yang cukup terjangkau juga membuat kain ini banyak diminati.

Mau membuat hijab dari kain wolfis atau ingin membeli hijab wolfis yang sudah jadi? Yuk, kenali karakteristik kain wolfis terlebih dahulu agar tidak salah beli!

 

Apa Itu Wolfis / Woolpeach?

Wolfis atau woolpeach merupakan jenis kain yang sering dijadikan sebagai bahan hijab. Nama asli kain ini adalah woolpeach, namun karena lidah masyarakat Indonesia kesulitan menyebut “woolpeach”, maka kain ini lebih dikenal dengan sebutan “wolfis”. Kain wolfis sendiri terbuat dari campuran sutra, katun, dan tambahan serat sintetis. Bahannya halus dan terkenal sejuk ketika dipakai.

Karakteristik kain wolfis ini hampir mirip dengan jersey. Hanya saja wolfis memiliki ketebalan di bawah jersey dan teksturnya pun lebih ringan. Walaupun tergolong adem, wolfis tidak bersifat transparan sehingga cocok dijadikan sebagai bahan pembuatan hijab.

 

Jenis Kain Wolfis

Mengenal Karakteristik Kain Wolfis Cocok Sebagai Bahan Hijab

Terdapat dua jenis kain wolfis yang dijual di pasaran, yakni kain wolfis premium dan standar. Keduanya memiliki kualitas yang berbeda sehingga harganya pun berbeda. Seperti yang bisa Anda tebak, kain wolfis premium dibanderol dengan harga yang lebih mahal dibanding wolfis standar.

Lantas, apa yang membedakan kain wolfis premium dan standar? Berikut penjelasan lengkapnya.

●     Kain Wolfis Premium

Bahan kain wolfis premium memiliki serat kain yang rapi, kokoh, rapat, dan halus. Ketika meraba kain wolfis premium, serat kain tersebut bahkan tidak akan terasa di jari-jari Anda. Tekstur kain wolfis premium halus, tapi tidak tergolong licin dan kasar. Tingkat kelembutan kainnya sesuai dan sangat nyaman ketika diraba.

Karakteristik semua jenis kain wolfis memang ringan, jenis kain wolfis standar cenderung transparan alias menerawang. Sementara kain wolfis premium ini tidak bersifat transparan sehingga sangat cocok dijadikan bahan untuk membuat hijab dan jenis pakaian muslim lainnya.

Perlu Anda ketahui, kain wolfis premium memang tidak terlalu tebal dan dapat menyalurkan sirkulasi udara dengan baik sehingga penggunanya senantiasa merasa sejuk, tapi kain wolfis premium tidak bisa menyerap keringat. Ketika Anda merasa gerah dan berkeringat saat memakai hijab atau pakaian berbahan wolfis premium, hal tersebut bisa disebabkan karena karakteristik kain yang tidak mampu menyerap keringat.

Satu meter kain wolfis premium bisa dijual mulai harga Rp 27.000 – Rp 30.000.

●     Kain Wolfis Standar

Kalau wolfis premium masih dirasa mahal sebagai bahan untuk membuat hijab, cobalah untuk membeli kain wolfis standar. Jenis wolfis yang satu ini memang jauh lebih murah jika dibanding wolfis premium.

Serat kain pada wolfis standar umumnya tidak terlalu rapi dan bisa dilihat dengan jelas ketika diamati baik-baik. Seratnya pun tidak kokoh dan agak longgar. Bahkan, saat Anda coba meraba wolfis standar, serat kainnya yang sedikit kasar akan terasa menyentuh tangan dan jari-jari Anda.

Bahan kain wolfis standar tidak terasa licin, bahkan cenderung tergolong keset. Selain itu, wolfis standar juga seringan wolfis premium. Walaupun serat kain wolfis standar tidak terlalu rapat, jenis kain ini tidak tembus pandang kok!

Untuk urusan kemampuan menyerap keringat, wolfis standar juga tergolong sebagai jenis kain yang tidak bisa menyerap keringat. Namun, kain ini bisa menyalurkan sirkulasi udara dengan cukup baik untuk mencegah penggunanya merasa gerah.

Mengingat karakteristik kainnya jauh di bawah wolfis premium, harga jual kain wolfis standar jauh lebih murah. Harga satu meter kain wolfis standar berkisar pada angka Rp 23.000 – Rp 27.000.

Itulah perbedaan yang terlihat jelas pada kain wolfis standar dan premium. Jika dilihat sekilas, kedua jenis kain wolfis ini memang tidak memiliki perbedaan yang mencolok. Akan tetapi, apabila Anda mencermati dan merasakan serat kainnya, maka Anda bisa langsung membedakan kain wolfis standar dan premium.

 

Ciri-Ciri Kain Wolfis

Sebagian orang kesulitan membedakan kain woolpeach dengan jenis kain lainnya. Pasalnya, wolfis memang memiliki karakteristik yang mirip dengan kain sifon dan jersey. Nah, jika Anda juga termasuk salah seorang yang kesulitan mengenali ciri-ciri kain wolfis, simak poin-poin di bawah ini!

●     Terdiri dari 2 Jenis Kain, Tebal dan Tipis

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, wolfis terdiri dari dua jenis, yakni standar dan premium. Sejatinya kedua jenis kain ini memiliki ketebalan yang sama. Namun, mengingat wolfis standar mempunyai serat kain yang tidak terlalu rapat, maka wolfis standar sering dinilai lebih tipis jika dibandingkan dengan wolfis premium.

Kedua jenis kain ini sama-sama ringan. Agar tidak terkecoh, maka Anda memang harus mencermati kedua jenis kain tersebut secara lekat-lekat dan merabanya dengan tangan untuk merasakan serat kainnya.

●     Tidak Mudah Kusut

Kain wolfis untuk apa? Jenis kain ini sering dipakai untuk membuat pakaian muslimah, terutama hijab. Hal tersebut disebabkan karena bahannya ringan dan tidak mudah kusut.

Jadi, meskipun penggunanya aktif bergerak, kain wolfis yang dikenakan tidak akan kusut atau lecek. Bahkan, setelah dicuci di dalam mesin cuci pun, pakaian berbahan wolfis tidak akan terlihat lecek.

●     Walaupun Ada yang Tipis, Tapi Tidak Transparan

Mungkin Anda bertanya-tanya mengenai karakteristik kain wolfis yang berjenis tipis. Banyak orang yang ragu menggunakan kain wolfis tipis sebagai hijab karena khawatir bahannya transparan alias tembus pandang.

Anda tidak perlu ragu menggunakan kain wolfis tipis karena walaupun tipis bahannya tidak transparan. Hal inilah yang membuat kain wolfis tipis tetap cocok dijadikan sebagai bahan pembuatan hijab dan baju muslim.

●     Permukaan Bahan Berserat dan Tidak Licin

Satu hal yang membedakan kain wolfis dengan dua jenis kain yang sering dinilai mirip – sifon dan jersey – yaitu bahannya berserat dan tidak licin. Sifon adalah jenis kain yang tergolong licin dan bahannya pun tidak terlalu berserat. Sementara jersey termasuk jenis bahan kain berserat dan saat disentuh terasa licin.

Serat pada kain wolfis ini tergolong halus saat disentuh dengan tangan, terutama untuk jenis kain wolfis premium. Jika disentuh secara perlahan, kain ini terasa sangat halus dan nyaman di kulit.

Kesimpulannya, untuk memastikan jenis kain tersebut adalah wolfis atau tidak, Anda harus menyentuhnya dengan jari-jari tangan untuk merasakan sendiri karakteristik kainnya.

●     Tidak Menyerap Keringat, Tapi Tidak Terasa Panas

Ciri-ciri lain dari kain wolfis adalah bahannya tidak menyerap keringat. Dengan karakteristik seperti ini tentu saja sebagian orang akan merasa takut mengalami kegerahan saat memakai pakaian atau hijab berbahan wolfis, tapi percayalah jenis kain ini tidak membuatmu merasa kepanasan.

Wolfis memang merupakan tipikal kain yang tidak bisa menyerap keringat. Akan tetapi, serat kain wolfis dapat menyalurkan udara dengan baik. Udara dari luar pakaian akan menembus serat kain sehingga Anda merasa lebih sejuk dan tidak gerah.

●     Kainnya Ringan dan Jatuh Sehingga Cocok untuk Hijab dan Kemeja

Kalau Anda sudah familiar dengan kain sifon, Anda pasti paham jika jenis kain tersebut bersifat jatuh dan lemas. Ya, kain sifon memang bersifat ‘jatuh’, tetapi penggunanya seringkali merasa kepanasan saat memakai pakaian berbahan sifon.

Berbeda dengan sifon, wolfis juga memiliki karakteristik yang ringan dan jatuh dengan sempurna. Namun, kain wolfis ini lebih terasa adem ketika dipakai.

Bahan yang ringan dan jatuh tentu saja sangat cocok dipakai untuk membuat hijab atau kemeja. Anda tidak perlu khawatir karena walaupun mempunyai efek jatuh, kain ini tidak akan memperlihatkan lekuk tubuh penggunanya.

●     Kainnya Sangat Mudah Disetrika

Kain sifon memang serupa tapi tak sama dengan kain wolfis. Akan tetapi, kain sifon ini lebih sulit disetrika. Bahannya yang terlalu tipis membuat kain sifon membuat kain tersebut lebih rentan terhadap suhu panas. Apabila setrika yang Anda pakai suhunya terlalu panas, maka kain sifon tersebut bisa terbakar.

Sementara kain wolfis lebih mudah disetrika. Walaupun kain ini tidak mudah kusut dan lecek, tapi tak masalah jika Anda ingin menyetrikanya agar terlihat lebih rapi.

Kain wolfis tidak setipis kain sifon. Jadi, kain wolfis ini lebih tahan terhadap suhu panas. Jika ingin memastikan setrika tersebut aman untuk melicinkan kain wolfis, atur suhunya pada angka terendah. Anda juga bisa mengatur setrika tersebut dengan mode otomatis yang akan mati ketika suhunya terlalu panas.

Nah, beberapa poin di atas akan membantu Anda mengenali kain wolfis dan membedakannya dengan jenis kain lainnya yang terlihat serupa. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir salah memilih jenis kain jika ingin membeli kain wolfis.

 

Tips Perawatan Kain Wolfis

Mengenal Karakteristik Kain Wolfis Cocok Sebagai Bahan Hijab

Perawatan bahan kain wolfis ini tergolong mudah, sama seperti merawat kain sifon maupun jersey. Namun, agar pakaian berbahan wolfis lebih awet dan tahan lama, simak beberapa tips perawatannya berikut ini, yuk!

●     Cuci dengan Air Dingin

Kain wolfis sebaiknya dicuci dengan air dingin, bukan air hangat atau air panas. Suhu panas akan membuat tekstur kain jadi mengkerut. Proses pencucian secara manual bisa dimulai dengan cara merendam pakaian berbahan wolfis di dalam air yang sudah dicampur dengan deterjen. Setelah itu, kucek pakaian secara perlahan.

Apabila Anda memakai mesin cuci untuk mencuci pakaian berbahan wolfis, set mode pencucian delicate atau soft. Mengingat kain wolfis bahannya tidak terlalu tebal, maka kain ini tidak perlu dimasukkan ke dalam dryer (pengering) mesin cuci.

●     Jemur Tanpa Terpapar Sinar Matahari

Usai mencuci, jemur pakaian berbahan wolfis ini di tempat yang teduh alias tidak terpapar sinar matahari secara langsung. Sinar matahari akan membuat warna pakaian jadi lebih cepat memudar. Asalkan tempat menjemurnya memiliki sirkulasi udara yang bagus, maka pakaian berbahan wolfis tersebut akan kering dalam waktu beberapa jam saja.

●     Setrika dengan Suhu Rendah

Karakteristik kain wolfis yang tidak mudah kusut membuat pakaian yang menggunakan bahan ini tidak perlu disetrika. Akan tetapi, jika Anda tetap ingin menyetrikanya sebaiknya atur dengan suhu paling rendah. Usai disetrika, simpan pakaian berbahan wolfis dengan cara digantung menggunakan hanger atau dilipat seperti ketika Anda menyimpan pakaian lainnya.

Itulah serba-serbi mengenai jenis kain wolfis yang kerap kali dijadikan bahan pembuatan hijab serta perawatannya. Agar pakaian berbahan wolfis Anda semakin nyaman, jangan lupa untuk mencuci pakaian tersebut dengan Rinso Molto Deterjen Cair Japanese Peach. Aroma buah peach istimewa dan bunga sakura menciptakan keharuman yang manis dan segar pada pakaian berbahan wolfis Anda.

© 2020 Unilever. Semua hak dilindungi undang - undang