Skip to content
Mengenal Kain Sutra dan Satin, Serupa tapi Tak Sama

Mengenal Kain Sutra dan Satin, Serupa tapi Tak Sama

Popularitas kain sutra dan satin di dunia fashion memang tak perlu diragukan lagi. Dua jenis kain tersebut memang tergolong mahal karena berkualitas tinggi. Tak mengherankan bila keduanya sering dimanfaatkan oleh brand fashion eksklusif untuk menghasilkan produk unggulan.

Meskipun keduanya populer, ternyata masih banyak orang yang belum memahami perbedaan sutra dan satin. Kalau Anda termasuk orang yang belum mengetahui perbedaan dua jenis bahan tersebut, alangkah lebih baik jika Anda menyimak ulasan lengkapnya berikut ini:

 

Apa Itu Sutra?

Sutra (silk) adalah jenis kain yang terbuat dari serat protein alami setelah melalui proses penenunan. Pada umumnya, bahan sutra dihasilkan larva ulat sutra murbei (Bombyx mori) yang dibudidayakan. Namun, ada pula sutra yang terbuat dari ulat sutra liar selain murbei. Biasanya kain sutra digunakan untuk bahan dasar gorden, seprai, benang sulam, dan produk fashion lain karena teksturnya sangat halus dan tampilannya indah.

Berdasarkan proses pembuatannya, kain sutra dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Kain sutra yang terbuat dari Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Jenis sutra ini memiliki tekstur yang agak kasar, tebal, cepat kusut, dan melalui proses pewarnaan alami. Ukuran kain sutra yang dibuat tanpa tenun mesin biasanya lebih kecil dan diproduksi secara terbatas sehingga harganya lebih mahal.
  2. Kain sutra yang terbuat dari Alat Tenun Mesin (ATM). Jenis sutra ini memiliki tekstur yang lebih lembut, halus, dan rapat. Coraknya banyak yang sama karena diproduksi secara massal dengan harga lebih murah daripada sutra yang dibuat tanpa tenun mesin.

Bahan sutra juga bisa diklasifikasikan berdasarkan tekstur dan penampilannya, yaitu:

  • raw silk: permukaannya tampak mengkilap tetapi tekstur kainnya berserat karena terbuat dari 100% serat sutra.
  • Silk taffeta: kain sutra yang tampilannya mengkilap dan akan kelihatan makin mewah jika diberi bordir atau sulaman.
  • Dupion silk: karakteristiknya menyerupai raw silk tetapi teksturnya lebih tipis dan lebih gampang kusut.
  • Dupioni silk: mirip dupion silk tetapi teksturnya sedikit lebih tebal dan teksturnya tampak seperti gerimis.
  • Thai silk: teksturnya sangat lembut sehingga nyaman digunakan.
  • Japan silk: tampilannya menyerupai thai silk tetapi harganya lebih mahal.
  • Nep silk: teksturnya tipis seperti sifon dengan corak garis-garis.
  • Paper silk: teksturnya kaku seperti kertas dengan permukaan yang halus, tipis, dan mengkilap serta didominasi warna-warna pastel.

 

Karakteristik dan Ciri-Ciri Kain Sutra

Ciri khas bahan sutra yang membedakannya dari jenis kain lain adalah sebagai berikut:

  • Sutra terbuat dari 80% fibroin (serat yang dihasilkan ulat sutra) dan 20% sericin (karet sutra atau silk gum). Komposisi protein tersebut membuat sutra kelihatan mengkilap karena dapat memantulkan cahaya.
  • Karena terbuat dari serat alami terkuat, sutra memiliki ketahanan abrasi moderat yang baik sehingga tekanan tariknya sangat kuat.
  • Serat sutra tergolong elastis karena mampu membentang melebihi panjang aslinya sebelum putus. Selain itu, sutra juga bisa kembali ke ukuran aslinya meskipun akan kehilangan elastisitas sedikit demi sedikit jika sering ditarik. Karakteristik inilah yang membuat pakaian sutra menjadi semakin kendur jika sering digunakan.
  • Kain sutra juga mempunyai kemampuan untuk mempertahankan bentuknya sehingga tak mudah berkerut.
  • Sutra mampu menyimpan panas tubuh sehingga terasa hangat bila digunakan di musim dingin.
  • Daya serapnya sangat baik karena mencapai 11% dari berat kain.
  • Dibandingkan jenis kain lainnya, sutra lebih higienis karena tidak menyerap kotoran atau debu.
  • Sutra tahan terhadap jamur jika disimpan di tempat kering. Sebaliknya, sutra rentan rusak jika disimpan di tempat lembap karena bahan dasarnya terbuat dari protein yang rentan menarik serangga.

 

Apa Itu Satin?

Satin memiliki tampilan yang sangat mirip dengan sutra, tetapi keduanya terbuat dari bahan yang berbeda. Kain satin terbuat dari serat sintetis (buatan) seperti poliester, asetat, nilon, dan rayon yang ditenun dengan teknik serat filamen. Permukaan satin biasanya sangat halus dan mengkilap, sedangkan bagian belakangnya justru tidak licin dan tidak mengkilap.

Berbagai jenis satin yang populer di pasaran, antara lain:

  • Satin bridal (duchesse): jenis satin yang sering digunakan untuk membuat gaun pengantin karena teksturnya kaku, tebal, tidak mudah robek, dan tampilannya mengembang saat digunakan.
  • Satin faconne: teksturnya lebih elastis dan lembut dibandingkan duchesse.
  • Satin slipper: teksturnya kaku dan warnanya kerap divariasikan dengan teknik celup sehingga cocok untuk bahan dasar sepatu.
  • Satin delustered: kedua sisinya kelihatan mengkilap sehingga terkesan mewah. Jenis satin ini sering digunakan untuk bahan pakaian sehari-hari.
  • Satin damask: dikenal karena polanya yang indah dan didominasi desain rumit.
  • Satin wol: terbuat dari wol yang ditenun dengan teknik khusus sehingga harganya mahal.
  • Sateen: bahan dasarnya terbuat dari rayon atau katun yang diproses dengan teknik weave.
  • Satin kahatex: teksturnya tebal dan kaku sehingga lebih cocok untuk elemen dekorasi ruangan.
  • Satin clarissa: jenis satin ini bertekstur lemas, tipis, dan murah sehingga kerap digunakan untuk gorden pesta.
  • Satin silk: bertekstur lembut, tipis, glossy, sehingga terasa ringan dan sering digunakan untuk bahan dasar hijab.
  • Satin velvet: terbuat dari poliester yang lembut, tidak panas saat dipakai, dan terlihat mewah.
  • Satin roberto cavalli: lebih halus dan lebih mudah menyerap keringat dibandingkan jenis satin lainnya.

 

Karakteristik dan Ciri-Ciri Kain Satin

Beberapa ciri kain satin yang membedakannya dengan sutra atau bahan lainnya adalah sebagai berikut:

  • Permukaannya lebih mengkilap (glossy) dibandingkan sutra.
  • Bahannya tergolong sejuk.
  • Motifnya lebih bervariasi dibandingkan sutra, tergantung dari tekstur dan jenis bahannya.
  • Sifat kainnya lemas (jatuh di badan) dan ringan seperti sutra (sering disebut lightweight fabric), meskipun ada juga jenis satin tertentu yang lebih kaku.
  • Teksturnya yang licin membuat satin agak sulit dijahit sehingga butuh ketelatenan dan keterampilan tingkat tinggi.
  • Sama seperti sutra, satin bersifat hypoallergenic (tidak rentan memicu alergi) sehingga cocok digunakan oleh orang-orang dengan kondisi kulit sensitif.

 

Perbedaan Sutra dan Satin

Agar Anda tak salah pilih, sebaiknya Anda mengenali perbedaan sutra dan satin berikut ini secara teliti:

  • Sutra terbuat dari serat alami berbahan dasar kepompong ulat sutra, sedangkan satin terbuat dari serat sintetis berbahan dasar polyester, asetat, nilon, atau rayon.
  • Harga kain sutra asli jauh lebih mahal daripada satin.
  • Penggunaan bahan sutra lebih terbatas karena biasanya dijadikan bahan dasar pakaian, seprai dan sarung bantal, atau gaun. Sedangkan penggunaan bahan satin lebih bervariasi dan bisa dimanfaatkan untuk dekorasi ruangan, pakaian olahraga, sepatu, tas, serta barang-barang lainnya.
  • Permukaan satin lebih mengkilap dan licin (glossy), sedangkan permukaan sutra lebih halus dan ringan.
  • Jika dirawat dengan cara yang tepat, sutra memiliki daya tahan yang lebih baik daripada satin.
  • Sutra lebih nyaman di segala cuaca daripada satin. Saat cuaca panas, serat-serat sutra membantu mengurangi panas tubuh. Ketika cuaca dingin, sutra membantu menyimpan panas tubuh agar Anda tetap merasa hangat.

 

Inspirasi Padu Padan Pakaian Sutra dan Satin

Kalau Anda ingin tampil modis dengan pakaian berbahan sutra dan satin, beberapa gaya berikut ini bisa menjadi inspirasi yang cocok untuk Anda:

  • Kombinasi bahan brokat dan sutra dengan warna senada yang membuat Anda kelihatan glamor. Gaya pakaian ini cocok untuk menghadiri pesta.
  • Perpaduan bahan satin dan batik yang sarat dengan tampilan etnik. Anda bebas memilih model pakaian batik dan satin sesuai selera dan bentuk tubuh. Kini, banyak pula variasi pakaian satin dan batik yang khusus dibuat untuk pasangan (batik kombinasi couple).
  • Gamis kombinasi satin adalah model pakaian yang cocok untuk para wanita muslimah modern yang berhijab. Pastikan kalau perpaduan kedua bahan tersebut tampak serasi sehingga penampilan Anda semakin elegan.
  • Kebaya modern yang dipadukan dengan kain sutra. Padanan kain untuk melengkapi kebaya bisa berupa batik yang terkesan mewah dan eksklusif. Anda pun akan nyaman menggunakan kebaya modern dan kain sutra seharian karena teksturnya lembut dan sejuk.

 

Tips Merawat Kain Sutra dan Satin

Pakaian dari bahan sutra dan satin akan senantiasa awet dan tampak seperti baru jika Anda mengikuti beberapa tips perawatan berikut ini:

  • Memisahkan pakaian berbahan dasar kain sutra dan satin berdasarkan warnanya sebelum dicuci. Pemisahan warna pakaian penting untuk mencegah risiko kelunturan.
  • Menghindari proses perendaman bila pakaian berbahan dasar sutra dan satin tidak terlalu kotor. Kalau pakaian Anda terlalu kotor, proses perendaman hanya boleh dilakukan maksimal 5 menit supaya warna kain tidak memudar.
  • Mencuci kain sutra dan satin  secara manual dengan tangan agar serat-seratnya tak mudah rusak. Proses mencuci dengan tangan tak rentan merusak serat kain, berbeda dengan putaran mesin cuci yang berisiko membuat bahan sutra dan satin rentan sobek.
  • Menyiapkan air dingin untuk mencuci kain sutra dan satin. Penggunaan air dingin akan mempertahankan elastisitas kedua jenis kain tersebut (kecuali jenis satin silk yang sebaiknya dicuci dengan sistem dry clean).
  • Jangan menyematkan bros pada pakaian berbahan sutra dan satin karena bros tersebut bisa membuat pakaian berlubang.
  • Menggunakan deterjen cair yang berkualitas untuk menjaga keutuhan serat-serat kain sutra dan satin.
  • Menjemur pakaian sutra dan satin yang sudah selesai dicuci di tempat teduh. Paparan sinar matahari langsung berisiko merusak serat kain dan memudarkan warnanya. Jadi, Anda hanya perlu mengangin-anginkan kain sutra dan satin hingga kering secara alami.
  • Jangan menyetrika sutra dan satin dengan temperatur panas. Setrika harus dalam kondisi temperatur rendah. Anda juga harus menyiapkan kain putih sebagai alas supaya setrika tidak langsung mengenai permukaan kain sutra dan satin.
  • Menyemprotkan parfum dengan jarak antara 50 cm hingga 70 cm pada permukaan kain sutra dan satin. Karena zat kimia dalam parfum berisiko meninggalkan bercak-bercak noda pada kedua jenis kain tersebut.
  • Menyimpan kain sutra dan satin yang sudah bersih di tempat sejuk dan kering. Jangan sampai tempat yang lembap membuat sutra dan satin rentan berjamur atau hancur dimakan serangga.

 

Usai menyimak ulasan ini, niscaya Anda lebih cermat mengenali perbedaan sutra dan satin. Dua jenis kain berkualitas tersebut bisa Anda pilih sesuai kebutuhan dan bujet. Jangan lupa merawat kain sutra dan satin kesayangan secara telaten supaya selalu awet dan tampak seperti baru.

© 2020 Unilever. Semua hak dilindungi undang - undang