Skip to content
Mengenal Ciri Katun Rayon: Salah Satu Jenis Bahan Kain Rayon yang Populer

Mengenal Ciri Katun Rayon: Salah Satu Jenis Bahan Kain Rayon yang Populer

Booming baju dari bahan kain rayon yang dibanderol dengan harga murah memang membuat penasaran. Seperti apa bahan rayon murah ini? Apakah sama dengan kain katun rayon? Yuk, kenali lebih dekat bagaimana ciri-ciri kain katun rayon serta cara perawatannya yang tepat.

 

Sekilas tentang Rayon

Kain rayon adalah kain yang berasal dari serat turunan bahan alami. Kain ini diproduksi dari serat selulosa yang dimurnikan. Salah satunya dari bahan pulp kayu atau bambu yang diproses dengan zat kimia khusus sehingga menjadi kain. Sudah tahu bahan rayon seperti apa ciri-cirinya? Berikut ini karakteristiknya secara umum:

●     Mudah 'jatuh', tetapi tetap ringan

●     Memiliki sirkulasi udara yang baik (breathable)

●     Berkilau dan mirip sutera

●     Memiliki beragam warna

●     Tak mudah kusut

●     Gampang melar

●     Variatif dan bisa dibuat pakaian apapun

●     licin dan halus

●     Menyerap air

●     Mudah rapuh

 

Serat Cotton dan Rayon: Campuran Keduanya Menghasilkan Kain Katun Rayon

Perpaduan serat rayon dan serat katun menghasilkan kain yang di Indonesia lazim disebut katun rayon. Sementara, di luar negeri kain campuran sering disebut cotton rayon blend fabric. Terkadang disebut juga Cotton/Rayon atau Rayon/Cotton tergantung berapa kadar persentase masing-masing serat kain. Biasanya kadar serat kain paling besar ditulis pertama kali.

Kain campuran Rayon/Cotton merupakan kombinasi yang bagus dengan harga yang relatif murah. Kain rayon memiliki kelembutan mirip sutera dan nyaman dipakai, tetapi karena dipadukan dengan serat katun, kain ini pun berbeda teksturnya dari rayon 100% maupun katun 100%.

Tak heran jika tambahan karakteristik serat katun yang bertekstur kesat, dingin, mudah 'bernafas', cenderung menyusut, dan gampang kusut membuat keunikan tekstur katun rayon menjadi pilihan favorit bagi sebagian konsumen wanita di Indonesia. Apalagi harganya jauh lebih murah daripada katun asli.

Kebanyakan pabrik kain memproduksi berbagai kain campuran untuk alternatif kain dan efisiensi harga. Kualitas kain ini pun bervariasi di pasaran konsumen. Umumnya di toko tekstil, kain memiliki grade atau tingkatan mutu.

Kain dengan grade premium memiliki harga lebih mahal dan keunggulan karakteristik yang berbeda dengan grade di bawahnya. Untuk mengenali kualitas kain katun rayon, teliti kain dengan menyentuhnya dan jangan ragu bertanya pada toko tekstil yang Anda tuju.

Contoh pakaian yang ideal dibuat dari kain katun rayon adalah:

●     piyama

●     daster panjang

●     midi/maxi dress

●     pakaian untuk wanita hamil dan menyusui

●     baju tidur

●     kemeja nonformal

●     mukena

●     sarung pantai/sarung bali

●     hijab dan aneka wraps

 

 7 Ciri-Ciri Kain Katun Rayon

1.  Bahan Kain Licin dan Ringan

Jika meraba permukaan katun rayon, Anda akan merasakan serat kain yang rapat, licin, lembut. Jika dilihat lebih dekat, kain agak menerawang sehingga jika digunakan sebagai pakaian sebaiknya dilapisi kain tambahan agar tidak tembus pandang.

Kain ini juga terasa ringan saat dipakai. Itulah sebabnya, banyak memilih kain katun rayon sebagai bahan mukena karena tidak membuat kepala pusing, meski kain yang dibutuhkan banyak.

2.  Teksturnya Sejuk di Kulit

Kain katun rayon memiliki kelebihan yang membuatnya menjadi favorit kaum hawa. Pakaian berbahan kain serat kapas dan rayon ini memberi sensasi adem di kulit sehingga nyaman dipakai.

Hal ini karena serat rayon yang breathable dan dikombinasikan dengan katun yang berbahan alami. Relatif aman jika menggesek kulit, sehingga cocok untuk rentang usia bervariasi, mulai dari anak-anak hingga lansia.

3.  Menyerap Keringat

Sirkulasi dan permeabilitas serat kain katun rayon lebih bagus dibandingkan kain sintetis lain. Katun rayon mampu menyerap keringat dengan baik. Sehingga suhu tubuh bisa kembali normal meski cuaca panas atau lembap.

Sangat ideal dikenakan untuk wanita hamil dan menyusui yang berkeringat banyak.  Atau bisa juga dipakai untuk pakaian sehari-hari di negara tropis seperti Indonesia

4.  Kainnya Mudah Diwarnai

Bahan kain yang lembut dan adem tak lengkap rasanya jika warnanya itu-itu saja. Hadirnya warna-warni variatif dari gelap hingga cerah adalah salah satu keunggulan kain katun rayon.

Sifat kain yang mudah menyerap zat cair saat diwarnai menjadikan katun rayon memiliki beragam warna dari tone hangat seperti merah, kuning mustard, jingga, hingga tone dingin seperti biru indigo, violet, atau hijau muda. Tentunya semakin mempermudah Anda memilih warna favorit dengan kain jenis ini.

5.  Mudah Kusut

Katun rayon sangat mudah kusut. Akan tetapi, pakaian dengan bahan ini bisa terlihat rapi meski tidak disetrika atau hanya disetrika dengan suhu rendah, asalkan langsung dilipat di lemari.

Selesai dijemur hingga kering, jangan biarkan baju tertumpuk di keranjang pakaian atau tertindih pakaian lain. Sebagian pakaian dari katun rayon membutuhkan waktu lama untuk kembali mulus meski sudah disetrika berkali-kali.

6.  Mudah 'Jatuh' sehingga Membentuk Tubuh

Beberapa model pakaian bisa membuat pakaian berbahan ini terlihat 'jatuh' dan tampak ketat. Sayangnya tidak semua orang menyukai jenis pakaian yang mudah menempel di kulit seperti ini.

Dari segi kenyamanan dan fitur katun rayon, kain ini lebih cocok dipakai untuk baju rumahan, mukena, atau penghangat badan (selimut) dibandingkan baju untuk dipakai di luar.

7.  Mudah Robek, Menyusut, dan Melar

Daya tahan katun rayon untuk mempertahankan bentuk tergolong rendah. Jika perawatan dilakukan dengan tidak tepat, kain mudah melar, menyusut, bahkan robek.

Untuk memperpanjang umur pakaian dari bahan ini, sebaiknya cuci dengan tangan dan hindari memakai mesin cuci. Kesalahan merawat bisa membuat kain ini cepat rusak.

 

Jenis-Jenis Kain Rayon Campuran selain Katun Rayon

Mengenal Ciri Katun Rayon

Bahan rayon tak hanya bisa dicampur dengan serat kapas untuk menghasilkan kain yang nyaman. Seperti kombinasi katun plus rayon, bahan kain rayon bisa dicampur dengan material serat lainnya, baik dari serat sintetis maupun serat natural. Sehingga melahirkan berbagai jenis variasi rayon blend seperti:

1.  Rayon Jersey

Kain ini berasal dari perpaduan rayon dan serat kain jersey dengan kadar persentase yang berbeda-beda tergantung pabrik tekstil yang memproduksi. Kain jersey tersusun dari kombinasi serat sintetis dan serat natural (katun dan wol).

Sifat kain rayon jersey mirip spandex yakni mengkilap, elastis, halus, dan pas badan. Sayangnya kain ini kurang optimal menyerap keringat sehingga terasa kurang nyaman dipakai saat cuaca panas/lembap atau dalam waktu lama.

2.  Rayon Spandex

Bahan rayon spandex dibuat dari campuran dua jenis serat sintetis, yakni rayon dan bahan spandex. Rayon spandex memiliki ciri khas yakni sangat elastis, membentuk tubuh (pas badan), dan nyaman di kulit. Nama lain spandex adalah elastene atau lycra.

Bahan ini umumnya digunakan di industri fashion sport untuk baju senam, baju renang, baju pesepeda, dan baju olahraga lainnya. Adanya campuran spandex membuat kain lebih awet, lebih tajam warnanya, serta elastis (saat ditarik gampang merenggang atau molor tanpa khawatir robek).

3.   Rayon Crinkle

Kain jenis rayon crinkle secara kasat mata terlihat serat halus seperti kerutan. Corak kerutan rayon crinkle membentuk pola membujur (vertikal) pada kain, yakni searah dengan lajur benang.

Saat disentuh, kain terasa lembut, tidak mengkerut, dan memiliki ketebalan sedang (tidak tipis dan tidak tebal). Umumnya jenis rayon yang diproses untuk rayon crinkle memiliki kualitas bagus sehingga kain ini lebih awet dan tak mudah robek.

4.  Rayon Polyester (Rayon PE)

Rayon polyester dibuat dari campuran rayon dan serat sintetis polyester. Dikenal dengan nama lain rayon PE,  kain rayon polyester ini memiliki tingkatan kualitas yang bervariasi sesuai ketebalan dan jenis serat yang mendominasi.

Semakin banyak kandungan polyester, semakin kasar dan panas kain rayon PE. Begitupun sebaliknya, semakin banyak kadar rayon, kain terasa halus dan adem.

5.  Rayon Crepe

Mirip rayon crinkle, rayon crepe diproses dengan teknik creping untuk menghasilkan kain berkerut seperti kulit jeruk. Proses creping dilakukan dengan jenis kain yang sama yakni rayon, tetapi perbedaan ketebalan dan motif menjadikan rayon crepe memiliki tekstur dan kesan yang berbeda dari rayon crinkle saat diraba ujung jari.

Motif kerutan rayon crepe lebih kecil dan memberi kesan elegan pada kain secara keseluruhan, sehingga ideal untuk blus atau dress. Bahan kain ini menjadi favorit wanita di dalam negeri maupun turis mancanegara karena nyaman dipakai, memiliki ragam corak yang variatif dari polos hingga ramai, dan memberi kesan feminin saat dipakai.

 

Tips Perawatan Katun Rayon agar Awet Lebih Lama

Cara Mencuci Bahan Kain Katun Rayon

Kain katun rayon sebaiknya tidak dicuci mesin karena teksturnya yang tipis dan mudah rapuh. Kain ini juga rentan luntur dan gampang melar atau bahkan menyusut. Jika Anda membeli pakaian dari toko, pastikan untuk membaca label perawatan pakaian untuk menghindari pakaian rusak karena kesalahan mencuci.

Jika tak ada instruksi, berikut langkah-langkah pencucian yang relatif aman untuk baju dengan bahan katun rayon:

●     Rendam dengan Rinso Active Fresh Deterjen Cair selama 15-20 menit. Jika ini pertama kalinya mencuci, kemungkinan ada warna yang luntur. Tidak masalah! Buang sisa luntur dan kembali cuci katun rayon dengan gerakan lembut.

●     Hindari menyikat pakaian agar tidak robek atau berubah bentuknya.

●     Bilas dengan air hingga bersih. Tekan air dengan lembut agar air keluar dari pakaian.

●     Sebaiknya pakaian tidak diperas agar tidak menyusut.

●     Tata pakaian di kawat jemuran dengan membalik posisi luar ke dalam, agar pakaian lebih awet. Tak perlu memakai  gantungan baju agar pakaian tidak semakin merenggang akibat beban air.

●     Hindari menjemur langsung di terik panas matahari

●     Jika pakaian katun rayon Anda tergolong premium dan sering dipakai keluar rumah, Anda bisa memilih opsi dry clean untuk pencucian.

 

Cara Menyetrika Material Katun Rayon

●     Setelah dijemur hingga kering, segera sortir pakaian untuk disetrika. Hindari menumpuk pakaian dalam keranjang karena katun rayon rentan kusut.

●     Saat menyetrika, atur suhu mulai dari yang rendah. Jika suhu terlalu tinggi, pakaian bisa saja kepanasan, sehingga meninggalkan bekas warna kekuningan atau bahkan gosong. Perlu diingat bahwa pakaian dari katun rayon mudah terbakar dan tidak tahan panas.

●     Cara lain agar pakaian aman adalah dengan menyetrika dari dalam. Atau bisa juga menyetrika dari luar, tetapi terlebih dahulu lapisi pakaian dengan kain lain agar baju tidak awet.

●     Setelah disterika, lipat rapi dan simpan di tumpukan di bagian tengah agar hasil setrika tidak berubah.

Nah, sudah tahu karakteristik kain rayon terutama katun rayon, bukan? Untuk merawat kain jenis ini, sebaiknya pilih deterjen yang lembut dan aman Rinso Active Fresh Deterjen Cair. Selain diperkuat dengan keharuman fresh Yuzu dan Mint, kandungan Deo-Fresh Technology-nya mampu menjaga pakaian dari bau keringat selama 24 Jam. Tak peduli seaktif apapun kegiatan di rumah, baju katun rayon yang Anda kenakan bakal tetap nyaman dipakai dan wangi.

© 2020 Unilever. Semua hak dilindungi undang - undang