Skip to content
12 Jenis Kain Yang Cocok Untuk Gamis

12 Jenis Kain Yang Cocok Untuk Gamis

Gamis merupakan jenis pakaian yang akrab bagi wanita muslimah di tanah air. Kini, gamis tak lagi identik dengan kesan kuno dan ketinggalan zaman. Jenis kain untuk gamis sudah semakin beragam. Kain gamis juga dapat divariasikan dengan aneka model agar tampilannya lebih menarik dan kekinian.

Walaupun variasi gamis sudah semakin beraneka ragam, Anda tetap harus cermat memilih kain gamis yang berkualitas. Kain berkualitas akan menghasilkan gamis yang menarik, tahan lama, dan nyaman saat dipakai. Jadi, sebaiknya Anda mengenal karakteristik berbagai jenis kain yang cocok untuk gamis berikut ini sebelum menentukan pilihan:

15 Jenis Kain yang Cocok untuk Gamis

1. Kain Linen

Jenis kain gamis yang satu ini memang tidak asing lagi karena sangat populer untuk bahan dasar baju muslimah. Kain linen memiliki tekstur yang agak kaku dan berserat tetapi halus dan ringan. Pilihan warnanya didominasi nuansa cerah sehingga agak tembus pandang. Sebaiknya Anda mengandalkan kain linen dengan warna-warna gelap agar gamis Anda tetap sopan dan tidak tembus pandang.

2. Kain Crepe

Ciri khas kain crepe adalah teksturnya yang lembut tetapi berserat, dan tidak kaku (menyesuaikan bentuk tubuh saat dipakai). Kain crepe juga nyaman dan sejuk sehingga tidak membuat orang mudah berkeringat. Tingkat elastisitas kain crepe tergolong tinggi dan membuat bentuknya bisa kembali seperti semula jika ditarik.

3. Kain Balotelli

Balotelli adalah jenis kain yang serat kainnya sangat rapat sehingga tidak tembus pandang. Bila diperhatikan, serat-serat lainnya membentuk pola memanjang atau segi empat. Meskipun teksturnya tergolong tebal, kain balotelli terasa ringan dan nyaman saat digunakan. Variasi warnanya juga sangat beragam sehingga sering diandalkan sebagai bahan dasar gamis.

4. Kain Katun Ima

Jenis kain untuk gamis ini memiliki tekstur serat yang halus dan tidak berbulu. Daya serap airnya juga tergolong tinggi sehingga nyaman digunakan untuk beraktivitas. Namun, katun ima tergolong mudah kusut dan rentan terkena jamur. Itulah sebabnya jenis katun ini lebih cocok untuk gamis yang digunakan pada acara-acara formal.

5. Kain Cerutti

Ceruti merupakan jenis kain gamis yang teksturnya sangat tipis jika dibandingkan kain-kain lainnya. Permukaan kain ceruti memiliki tekstur menyerupai kulit jeruk dengan bintik-bintik berukuran kecil. Teksturnya yang tipis membuat kain ceruti terasa lembut dan elastis ketika dipakai. Namun, kain tipis ini ternyata juga tak mudah melayang bila terkena hembusan angin. Karakteristik kain ceruti yang unik membuatnya cocok dijadikan bahan dasar gamis dengan tambahan furing di bagian dalamnya.

6. Kain Wool Peach

Wool peach merupakan salah satu jenis kain yang difavoritkan untuk bahan dasar gamis. Teksturnya tebal, halus, rapat, tetapi ringan saat digunakan. Variasi warna wool peach sangat beragam dan terkesan lembut. Selain itu, wool peach juga tidak mudah kusut, gampang disetrika, dan tidak tembus pandang.

7. Kain Katun Jepang

Popularitas kain katun Jepang di tanah air sedang menanjak sejak lima tahun terakhir. Katun Jepang unggul karena harganya terjangkau dan memiliki banyak keunggulan lainnya. Jenis katun ini memiliki serat yang lembut, warna awet dan tak mudah luntur, serta permukaannya tidak berbulu. Selain itu, daya serap katun Jepang juga sangat baik dan nyaman digunakan saat melakukan rutinitas sehari-hari.

8. Kain Chiffon (Sifon)

Salah satu ciri khas kain chiffon adalah teksturnya yang tipis dan transparan. Tekstur bahan kain gamis ini dapat mengikuti bentuk tubuh karena tidak kaku. Karakteristik tersebut membuat kain chiffon harus dipadukan dengan furing dari jenis kain lainnya jika dijadikan bahan gamis.

9. Kain Jersey

Jika dibandingkan dengan jenis kain untuk gamis yang lain, kain jersey memiliki ciri khas berupa tingkat elastisitas yang tinggi. Kain jersey sangat mudah melar dan teksturnya lebih tebal daripada kain spandex. Gamis dari kain jersey harus dibuat dengan ukuran lebih besar karena sifat bahannya yang mengikuti lekuk tubuh.

10. Kain Maxmara

Maxmara sering dijuluki sutra satin karena teksturnya yang halus, lembut, dan ringan. Kain gamis ini juga tidak tembus pandang dan mudah dibentuk untuk model gamis apa pun. Permukaan kain maxmara tergolong mengkilap tetapi tidak berlebihan sehingga tampilannya elegan untuk gamis-gamis bernuansa formal.

11. Kain Cotton Combed

Cotton combed kerap digunakan sebagai bahan dasar kaos. Namun, rupanya jenis kain ini juga cocok dijadikan bahan dasar gamis. Kain cotton combed bertekstur lembut tetapi kuat dan tidak mudah sobek. Biasanya cotton combed diklasifikasikan berdasarkan angka, misalnya 20S, 30S, dan 40S. Semakin kecil angka pada kain cotton combed, maka semakin tebal tekstur kainnya.

12. Kain Rayon

Rayon identik dengan warna-warna cerah dan tekstur yang mudah kusut saat dipakai. Meskipun mudah kusut, banyak orang menyukai kain rayon karena terasa lembut, halus, dan mudah menyerap keringat. Ciri khas tersebut membuat kain rayon sering dimanfaatkan untuk membuat gamis bergaya casual.

13. Kain Satin

Satin merupakan jenis sutra yang terbuat dari serat buatan polyester. Ciri khas jenis kain untuk gamis yang satu ini adalah teksturnya yang licin dan ringan serta tampilannya mengkilap. Penggunaan kain satin untuk gamis akan menampilkan kesan glamor sekaligus elegan meskipun tanpa tambahan aksen berlebihan.

14. Kain Sutra Cina

Sutra cina terbuat dari benang sutra yang ditenun secara konvensional sehingga harganya terbilang mahal. Meskipun mahal, sutra cina selalu diminati karena tampilannya mewah. Karakteristik bahan ini juga lembut dan ringan sehingga nyaman dipakai dalam waktu lama.

15. Kain Jetblack

Sesuai dengan namanya, kain jetblack hanya tersedia dalam warna hitam saja. Bahan jetblack bertekstur tebal tetapi sejuk dan tak mudah kusut. Saat ini, kain jetblack sangat sering dimanfaatkan untuk membuat gamis syar’i.

Tips Memilih Baju Gamis agar Tampil Modis

Selain mengenali jenis-jenis kain yang biasa digunakan untuk membuat gamis, Anda juga harus memahami tips-tips ini agar bisa memilih baju gamis terbaik sesuai selera dan kebutuhan:

1. Menentukan Model Gamis Sesuai Ukuran dan Bentuk Tubuh

Ukuran dan bentuk tubuh adalah hal pertama yang patut Anda pertimbangkan saat memilih gamis. Panduan memilih gamis sesuai dengan ukuran dan bentuk tubuh adalah sebagai berikut:

  • Wanita bertubuh kurus sebaiknya menggunakan gamis dengan potongan lebar di bagian bawah (A-line).
  • Wanita bertubuh gemuk lebih baik menggunakan gamis dengan ukuran yang pas dengan tubuh, tetapi tidak terlalu sempit supaya tidak menonjolkan lekuk tubuh.
  • Wanita bertubuh lurus dan tinggi sebaiknya memilih gamis dengan lekukan atau motif pada bagian pinggang agar tubuh terlihat lebih proporsional.
  •  Wanita bertubuh mungil dan pendek mesti menghindari gamis yang terlalu longgar supaya tubuh tidak terkesan semakin kecil.

2. Menguji Tingkat Ketebalan Gamis Sebelum Memilihnya

Jangan menganggap remeh tingkat ketebalan gamis yang akan Anda gunakan. Kain gamis yang terlalu tipis akan menghasilkan pakaian yang tembus pandang. Kalaupun Anda memilih gamis yang bahannya sangat tipis, pastikan kalau bagian dalamnya sudah dilapisi furing supaya tetap sopan dan nyaman saat digunakan.

3. Mengklasifikasikan Gamis Berdasarkan Tujuan Pemakaian

Gamis yang digunakan di rumah tentu harus berbeda dengan gamis untuk aktivitas casual dan formal. Anda bisa memilih gamis yang bahannya bertekstur tipis agar nyaman digunakan saat berada di rumah. Namun, gamis untuk aktivitas casual di luar rumah harus lebih fashionable dengan bahan yang tidak tembus pandang. Sementara itu, gamis untuk aktivitas formal seperti pesta harus bernuansa glamor supaya penampilan Anda lebih istimewa.

4. Jangan Ragu Bereksperimen dengan Warna

Hingga saat ini, ternyata tak sedikit wanita yang merasa ragu melakukan eksperimen dengan gamis-gamis berwarna cerah. Terutama wanita bertubuh gemuk yang merasa minder dengan bentuk tubuhnya sendiri. Tubuh gemuk bukanlah halangan untuk tampil menarik dengan gamis-gamis berwarna cerah. Gami berwarna cerah yang polos atau bermotif kecil-kecil justru bisa membuat wanita gemuk tampil menarik tanpa kesan berlebihan.

5. Menyesuaikan Warna Gamis dengan Warna Kulit

Pemilihan warna gamis juga harus disesuaikan dengan warna kulit. Pada umumnya, wanita berkulit putih atau kuning langsat lebih leluasa memilih warna gamis cerah dan gelap. Sedangkan Anda yang berkulit sawo matang harus lebih jeli memilih warna gamis yang membuat kulit terkesan bersih. Hindari warna-warna yang memperparah kesan gelap seperti plum dan hijau lumut. Warna gamis yang tepat akan membuat penampilan Anda semakin menarik dan berkelas.

6. Memadukan Warna dan Motif Gamis dengan Hijab yang Tepat

Pemilihan gamis juga harus memperhatikan keserasiannya dengan hijab. Jika Anda akan menggunakan hijab bermotif, sebaiknya Anda memilih gamis polos. Sebaiknya, hijab polos lebih cocok digunakan bersama gamis bermotif. Usahakan agar warna gamis dan hijab masih senada atau serasi supaya tidak membuat penampilan Anda terlihat norak.

7. Mengutamakan Gamis dengan Fungsi Khusus

Memilih gamis bukan hanya soal urusan selera saja. Anda juga harus memprioritaskan gamis dengan fungsi khusus sesuai dengan kebutuhan Anda. Misalnya, wanita yang sedang menyusui sebaiknya memilih gamis berkancing depan demi mempermudah proses menyusui. Selain itu, gamis berkantong juga bisa menjadi pilihan agar Anda bisa membawa smartphone dan dompet dengan mudah saat menggunakannya.

8. Memilih Gamis dengan Kombinasi Bahan yang Unik

Kalau bosan dengan bahan gamis biasa, Anda bisa memilih gamis yang terdiri dari kombinasi bahan unik. Misalnya, gamis yang dilengkapi aksen batik. Keunikan tersebut akan membuat penampilan Anda lebih istimewa dan tidak terkesan monoton, terutama bila Anda harus menghadiri acara atau aktivitas yang melibatkan banyak orang.

Jika Anda sudah memahami jenis-jenis kain gamis dan cara memilihnya, jangan lupa mempraktikkan cara mencuci gamis yang benar. Gamis dan hijab kesayangan Anda akan senantiasa bersih dan tahan lama jika Anda mencucinya dengan Rinso Molto Deterjen Cair Perfume Essence. Varian Rinso yang satu ini dilengkapi formulasi anti noda yang ampuh mengangkat kotoran membandel. Teknologi SmartFoam-nya juga membuat busa lebih cepat hilang sehingga efektif menghemat air bilasan.

Kombinasi keharuman violet dan raspberry dari Rinso Molto Deterjen Cair Perfume Essence akan membuat gamis dan hijab Anda harum lebih lama. Risiko gamis dan hijab berbau apek tak akan terjadi lagi pada Anda jika Anda menggunakan varian Rinso tersebut. Jangan sampai gamis dan hijab kesayangan jadi mudah rusak karena tidak dirawat dengan cara yang tepat. Yuk, gunakan Rinso Molto Deterjen Cair Perfume Essence untuk menjaga kualitas gamis dan hijab Anda.

 

Referensi:

bahankain.com/2019/05/25/12-pilihan-bahan-kain-untuk-gamis-update

beuget.com/hobbies/fashion/12-jenis-kain-cocok-untuk-baju-gamis-lengkap-dengan-harga-per-meternya/

idntimes.com/life/women/dian-arthasalina/rekomendasi-kain-gamis-dan-jilbab-terbaik

mommyasia.id/13218/article/tips-memilih-gamis-agar-terlihat-stylish-dan-anggun-tapi-tetap-santun

© 2020 Unilever. Semua hak dilindungi undang - undang