Cara Mengajarkan Anak Tentang Perasaan

Ketika si Kecil dilahirkan di dunia, mereka masih belum mengerti bagaimana cara untuk mengendalikan perasaannya yang benar. Tidak heran jika mereka cenderung lebih ekspresif dalam mengutarakan perasaannya. Dalam tumbuh kembang anak, Ibu tentu harus berperan aktif untuk mengarahkan dan mendampingi si Kecil tentang berbagai hal mengenai perasaan dan bagaimana cara mengendalikannya. Sama halnya dengan mengajarkan mereka bagaimana cara menggunakan sendok yang benar saat makan, begitu pun dalam hal perasaan.Si Kecil mengerti tentang berbagai macam perasaan, seperti marah, senang atau sedih. Ia dapat mengekspresikannya langsung dengan menangis atau tertawa. Akan tetapi, Ibu harus mengarjakan kepada mereka tentang arti dari emosi yang sesungguhnya dan bagaimana cara menanganinya.

Dalam masa tumbuh kembang anak, lingkungan akan sangat membentuk sikap dan perasaannya. Jadi, mulailah mengajarkan si Kecil tentang perasaan semenjak dini.Sebagian Ibu mengalami kesulitan saat harus mengajarkan si Kecil tentang cara menangani perasaan agar terkontrol dengan baik. Berikut adalah langkah-langkah yang sebaiknya Ibu lakukan saaat nya:

  1. Pelajaran mengenai perasaan dapat dimulai dengan hal-hal kecil. Saat menonton TV atau membaca cerita dengan anak, buatlah karakter dalam cerita tersebut sebagai contoh. Misalnya, setelah karakter tersebut mengalami musibah, Ibu bisa menanyakan pada si Kecil, “Bagaimana perasaan karakter itu? Mengapa ia merasa begitu?”
  2. Ambil contoh beberapa gambar yang menunjukkan ekspresi wajah marah, sedih, senang dan ekspresi lainnya yang menunjukkan masing-masing emosi. Berikan pemahaman pada si Kecil tentang setiap ekspresi wajah yang Ibu tunjukkan.
  3. Ajarkan si Kecil untuk mengendalikan emosi yang negatif seperti marah, iri atau sedih. Seringkali jika si Kecil merasakan emosi-emosi tersebut, mereka tidak berani berterus terang dan cenderung mencari perhatian. Katakan padanya mengapa sebaiknya ia mengutarakan apa yang ia rasakan pada orang terdekatnya, seperti pada Ibu.
  4. Apabila si Kecil sudah berhasil mengendalikan emosinya dengan baik, berilah pujian agar ia mempertahankan perilaku postifnya tersebut seperti dengan mengatakan, “Ibu sangat suka kamu berterus terang dengan baik kepada kakakmu bahwa kamu tidak suka ia merebut mainanmu”.

Di antara semua hal tersebut, satu hal yang paling penting dalam tumbuh kembang anak adalah selalu sediakan waktu Ibu untuk berkomunikasi dengan anak. Berilah sinyal kepada mereka bahwa Ibu menginginkannya untuk terbuka. Jika si Kecil memiliki sikap terbuka kepada Anda, tentu Ibu dapat dengan lebih mudah mengatakan padanya tentang bagaimana cara mengontrol emosi dengan benar seperti mengatakan, “Menurut Ibu, tidak seharusnya kamu memarahi temanmu yang tidak sengaja menjatuhkan kotak pensilmu, bicarakan baik-baik dengan temanmu tanpa harus marah-marah.

Sumber:

www.ehow.com/how_2174996_teach-kids-feelings.htmldiscipline.about.com/od/teachingnewskills/a/How-To-Teach-Kids-About-Feelings-And-Reduce-Behavior-Problems.html

Tips untuk membersihkan semua keperluan rumah tangga Anda. Mulai dari merapihkan sampai menghilangkan noda, klik disini dan cari tahu bagaimana cara membersihkan hampir semua noda!