Belajar Tentang Proses Melalui Kegiatan di Luar

Yuk, ajak si Kecil berkebun! Menanam tanaman, mengamati proses tanaman itu bertumbuh, mengamatinya saat mulai menampakkan hasil berupa bunga, sayur atau buah, dan hingga tiba saatnya panen. Lalu kembali lagi ke proses awal, dan begitu seterusnya.Setiap permainan anak memberikan tema belajar yang berbeda-beda. Melalui berkebun, si Kecil bisa belajar tentang sebuah proses yang terjadi. Memahami tentang arti sebuah proses, dapat berguna dalam kehidupan si Kecil nantinya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang sering berkebun terlihat lebih baik di sekolah. Mereka lebih tangguh dan siap untuk mempelajari sesuatu.Apa saja yang perlu Anda persiapkan sebelum berkebun bersama anak-anak?
  1. Media atau tempat. Anda bisa menggunakan bedeng, wadah atau pot yang terbuat dari tanah liat. Gunakan tanah dengan kualitas yangbaik kemudian letakkan di tempat dengan cahaya yang cukup.
  2. Peralatan. Sebenarnya cukup banyak peralatan berkebun berbahan plastik dengan harga yang cukup terjangkau. Namun, tak ada salahnya sesekali membiarkan mereka menggunakan alat berkebun milik Anda, seperti sekop kecil atau sejenisnya. Tentu saja penggunaannya dengan pengawasan Anda.
  3. Libatkan mereka. Ini proyek untuk si Kecil, sehingga mereka juga harus terlibat dalam setiap tahapnya. Anak-anak akan belajar lebih baik ketika mereka memahami maksud dan tujuan dari kegiatan mereka. Mereka akan belajar bahwa berkebun bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan, bahkan lebih mengasyikkan daripada permainan anak yang biasa mereka mainkan. Selain menanam dan merawat tanamannya, pastikan mereka sendiri yang akan memanen hasil kebun mereka.
  4. Mulailah dari awal. Dengan melibatkan mereka sejak awal proses, anak-anak akan belajar lebih banyak dengan melihat proses tumbuh tanaman, dari benih biji hingga berbuah. Saat mereka merawat tanaman mulai dari biji, hingga tumbuh tunas dan memelihara bibit muda adalah bagian yang paling berharga dari “permainan” berkebun ini.
  5. Sesuaikan dengan usia si Kecil dan berikan sedikit bantuan 'di belakang layar’. Ada anak yang sama sekali tak suka dibantu selama proses, namun ada juga yang justru meminta bantuan Anda. Setidaknya, bagi sebagian anak, tidak setiap tugas berkebun itu menyenangkan, ada kalanya mereka tak dapat melakukan beberapa aktivitas tertentu. Misalnya, ketika harus memasang alat penyiram tanaman (sprinkler), atau saat ia harus menambahkan pupuk kandang. Mereka tak perlu tahu apa yang Anda lakukan untuk tanaman mereka. Mereka harus tetap merasa bahwa tanaman ini adalah sepenuhnya milik mereka, yang harus mereka rawat.
  6. Jaga mood anak. Ketika ketertarikan mereka mulai berkurang, atau tugas-tugas dalam kebun menjadi membosankan, coba ajak mereka memikirkan hal lain yang menyenangkan. Membuat boneka orang-orangan sawah yang lucu bersama mereka, misalnya. Anda bisa memasang boneka orang-orangan sawah ini di kebun.
  7. Pamerkan karya mereka kepada teman-teman, saudara dan anggota keluarga lainnya. Ajak tamu yang datang ke rumah Anda untuk melihat pot hasil karya si Kecil. Ambil foto dari hasil panen mereka dan mengirimkannya ke kakek-nenek. Perhatian yang Anda (dan orang sekitar) berikan untuk apa yang telah mereka lakukan merupakan motivator terbaik bagi si Kecil.
Selain belajar tentang proses tumbuhnya tanaman, tentu ada banyak hal menarik yang ditemui saat berkebun. Misalnya, ketika ia menemukan berbagai binatang yang datang ‘membantu’, seperti cacing, lebah, atau berbagai jenis semut. Bahkan, mungkin Anda bisa menambah aktivitas baru, seperti mengamati proses metamorfosa ulat menjadi kupu-kupu. Pengetahuan dan pengalaman si Kecil tentu akan lebih kaya karena ia mendapat pelajaran yang baru dan berbeda. Manfaat lainnya, si Kecil bisa menjadi lebih suka memakan sayuran atau buah yang mereka tanam sendiri, dan akan dengan bangga menceritakannya pada orang atau anak yang lain.Berkebun bukan sekadar permainan anak biasa. Berkebun merupakan aktivitas yang memberi mereka kesempatan untuk belajar tentang setiap tahapan proses yang penting dalam kehidupan, termasuk yang tidak diajarkan dalam kurikulum sekolah standar. Mereka akan belajar bersabar sampai mereka bisa memperoleh hasil, dan mengajarkan kesadaran lingkungan dengan mengeksplorasi cara kerja alam.Source:sheknows.com/food-and-recipes/articles/5834/what-your-kids-can-learn-from-the-gardeneartheasy.com/grow_gardening_children.htmbbc.co.uk/gardening/gardening_with_children/