Skip to content
6 Tips Ajari Anak Mewarnai dan Melukis Agar Tumbuh Kreatif

6 Tips Ajari Anak Mewarnai dan Melukis Agar Tumbuh Kreatif

Melukis merupakan salah satu kegiatan yang cocok untuk anak agar bisa menunjukkan hal-hal penting terkait tumbuh kembangnya. Mereka bisa mengekspresikan emosinya, memaksimalkan panca inderanya, mengeksplorasi ide menggunakan warna dan proses kreatif yang ada. Belajar melukis menjadi satu hal yang perlu Anda ajarkan untuk membuka pengalaman baru yang menyenangkan.

Jika Anda ingin mengenalkan anak untuk mencintai kegiatan melukis, tak ada salahnya mengajarkan kegiatan ini sedini mungkin. Tak perlu berharap hasil yang sempurna, setiap anak terlahir sebagai artist dengan masing-masing keistimewaannya. Berikut ini 6 tips mengajari anak melukis dan mewarnai agar semakin kreatif dan imajinatif.

1. Ajari melukis dimulai dengan bentuk sederhana

Jika anak berusia balita, belajar melukis bisa dikenalkan dengan peralatan sederhana saja. Alat gambar seperti pensil, spidol, atau krayon yang aman untuk anak sudah cukup untuk membuat pola gambar sederhana.

Mulailah mengajari buah hati dengan membuat bentuk bangun ruang. Bantu jemari kecilnya menggores bentuk lingkaran, segitiga, persegi, atau hati, sambil bercerita. Saat pertama kali memegang alat gambar, tentu hasilnya belum sempurna. Dukung dan motivasi anak agar ia bersemangat dengan gambarnya.

2. Berikan perlengkapan melukis yang lengkap

Saat minat melukis semakin tumbuh, Anda  bisa berikan satu set alat melukis yang lebih lengkap. Tidak harus alat yang mahal. Bahkan cat air dengan 12 warna saja cukup ideal untuk pemula. Agar minatnya semakin besar, sediakan alat pendukung yang bervariasi. Misalnya, spons untuk melukis, roller, kuas dengan berbagai bentuk dan ukuran  atau alat-alat pendukung lainnya.

Jangan lupa, pilih alat dan bahan yang aman untuk anak-anak. Selain itu selalu temani saat belajar melukis agar anak tidak melakukan hal yang tidak diinginkan. Misalnya, mengoleskan cat ke tembok rumah atau ke menumpahkan cat ke sofa.

3. Ajarkan anak melukis benda-benda yang berada di sekitarnya

Tahukah Anda ternyata saat melukis, akan lebih mudah jika yang menjadi obyek ada di sekitar kita. Anak bisa melukis vas bunga di meja atau melukis pemandangan yang dilihat dari atas balkon sesuai keinginannya.

Bahkan biarkan saja jika warna yang digoreskan di kertas berbeda dengan obyek aslinya. Tak perlu meralat jika si Kecil antusias dengan imajinasinya dengan warna atau obyek yang dilukisnya. Proses belajar akan lebih cepat jika anak diberi kesempatan untuk mencoba tanpa takut salah.

4. Bantu anak mempertajam karyanya dengan garis outline

Beri tahu anak agar memperbaiki hasil lukisannya yang terlalu abstrak dengan memberi garis-garis outline. Percayalah, sedikit sentuhan ini bisa membuat lukisan tampak berbeda.

Memberi outline membantu agar obyek memiliki bentuk yang jelas. Sehingga karyanya lebih tajam dan menarik. Lagipula outline tidak harus berwarna hitam, lho. Cukup beri garis sesuai alat yang digunakan (kuas, krayon, marker) dengan warna yang disesuaikan seperti obyeknya.

5. Pajang lukisan anak di tembok kamarnya

Hargai hasil karya lukis anak dengan memajangnya di dinding kamarnya. Selain itu beri respons dengan memuji usaha anak dan terus mendorongnya agar terus berkarya.

Tunjukkan bahwa Anda peduli dan menghargai kreativitasnya. Si Kecil tentunya semakin percaya diri dan memudahkan langkahnya untuk belajar melukis lebih dalam lagi.

6. Ikutkan anak les melukis

Semakin bertambah usia anak, semakin besar rasa ingin tahunya untuk mengeksplorasi ilmu dan teknik baru dalam melukis. Jika tampaknya buah hati Anda lebih pro, lebih baik ikutkan saja anak les khusus.

Di tempat les lukis, anak bisa belajar dengan beragam medium, ukuran kanvas, hingga bereksperimen dengan alat lukis yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Bisa jadi dalam waktu singkat, kemampuan anak Anda bisa berkembang pesat.

Dengan belajar melukis sejak usia dini, Anda bisa memahami cara si Kecil memandang dunia di sekitarnya. Selalu sempatkan waktu mendengarkan anak sekaligus mengobservasi minat dan bakatnya. Siapa tahu berawal dari hobi, buah hati akan tumbuh menjadi insan kreatif suatu hari nanti.

Referensi:

https://extension.psu.edu/programs/betterkidcare/early-care/tip-pages/all/painting-with-young-children

https://shimajiro.id/article/402/begini-cara-ajarkan-anak-menggambar-dan-mewarnai

https://genius.com/Raisa-mine-day-lyrics

© 2020 Unilever. Semua hak dilindungi undang - undang