Manfaat Mendongeng untuk Anak dan Tips Memilih Dongeng

Yuk, bacakan dongeng kepada anak-anak. Kebiasaan membaca dongeng untuk anak ternyata memberi pengaruh besar untuk tumbuh kembang mereka.

Mendongeng untuk anak ternyata tidak hanya sekadar pengantar tidur saja, lho. Menceritakan kisah dongeng ternyata memberi manfaat yang cukup besar bagi perkembangan psikologis dan kognitif anak. Bahkan, membacakan cerita dongeng ternyata merupakan sarana untuk memberikan edukasi anak dengan cara yang tidak membosankan.

Sudahkah Anda membacakan buku dongeng untuk si Kecil hari ini? Membacakan dongeng harus dimulai sejak usia dini. Ketika anak sudah bisa mulai berbicara dan berinteraksi dengan orang lain, mulailah untuk membacakan dongeng sebelum tidur. Yuk, ketahui manfaat mendongeng dan tips memilih dongeng yang tepat untuk buah hati Anda.

Manfaat Membacakan Dongeng

Selama ini, dongeng hanya dianggap sebagai cerita pengantar tidur. Konon, anak-anak bisa mendapatkan tidur yang lebih pulas setelah dibacakan dongeng. Faktanya, dongeng bukan untuk membuat anak tidur dengan pulas saja. Ada banyak manfaat lain yang bisa diperoleh si Kecil ketika orang tua selalu mendongeng sebelum mereka tidur.

Berikut adalah beberapa manfaat dari kegiatan membacakan dongeng:

  • Meningkatkan Fokus dan Kemampuan Bersosialisasi Anak Ketika

    mendengarkan cerita dongeng, anak-anak akan mengerahkan kemampuannya untuk berkonsentrasi mendengarkan seluruh bagian dongeng yang diceritakan kepadanya. Mereka akan membiarkan orang lain berbicara dan mendengarkannya dengan sungguh-sungguh. Ilmu sosialisasi sederhana ini tentu saja akan membawa dampak yang sangat positif bagi pergaulannya kelak.
  • Mengembangkan Kemampuan Visualisasi

    Dongeng merupakan cerita yang disampaikan dalam bentuk lisan maupun tulisan. Baik lisan maupun tulisan membuat anak mampu mengembangkan kemampuan visualisasinya. Bahkan, anak-anak jadi lebih mudah memahami kata-kata maupun tulisan tanpa gambar jika dirinya aktif membacang atau dibacakan dongeng.
  • Membuat Anak Berpikir Kritis

    Anak yang kritis tentu saja cenderung lebih berani maupun cerdas. Ketika ada sesuatu yang membawa pertanyaan besar di dalam dirinya, anak tidak ragu bertanya dan memberikan pendapat terhadap hal tersebut. Sebagai contoh, mendengarkan dongeng yang diceritakan oleh orang tuanya akan membuat anak berpikir keras mengenai makna dan isi cerita tersebut. Tak jarang jika anak akan melemparkan pertanyaan seputar dongeng yang ia dengarkan tersebut.
  • Mengasah Ketajaman Memori

    Saat mendengarkan cerita dari buku dongeng yang memang disukai, anak-anak akan terus mengingat cerita dongeng tersebut sepanjang waktu. Tak jarang jika sudah berbulan-bulan berlalu mereka akan tetap mengingat cerita dongeng tersebut. Secara tidak langsung, kebiasaan mendongeng akan mengasah ketajaman memori, terutama jika cerita dongeng yang disampaikan memang disukai oleh anak-anak.
  • Menumbuhkan Minat Membaca

    Jika Anda membiasakan membaca dongeng anak Anda pada usia bawah lima tahun (balita) akan menumbuhkan minat baca anak ketika mereka sudah mulai belajar membaca. Berawal dari kebiasaan mendengarkan dongeng, lama kelamaan anak akan tertarik untuk membaca sendiri dari buku dongeng.
  • Belajar Toleransi

    Apa sih hubungan antara mendongeng dengan toleransi? Sekilas keduanya nampak tidak memiliki hubungan sama sekali. Namun, jika diperhatikan cerita dongeng berasal dari berbagai negara maupun budaya. Perbedaan budaya, ras, maupun negara yang diceritakan di dalam dongeng akan membuat anak mengenal perbedaan antar manusia. Sembari membacakan buku dongeng, ajarkan anak untuk tetap bertoleransi dengan orang lain meskipun berbeda budaya, negara, ras, sampai dengan agama. Beri contoh tokoh-tokoh dalam cerita dongeng yang tetap bisa bersahabat meskipun berbeda budaya. Itulah sejumlah manfaat yang bisa diperoleh oleh anak ketika Anda aktif membacakan dongeng untuk mereka. Dongeng bukan lagi sekedar cerita pengantar tidur saja, tetapi bisa juga menjadi sarana untuk membawa dampak positif bagi tumbuh kembang anak.

Tips Memilih Dongeng untuk Anak

Rutinitas mendongeng bisa dilakukan kapan saja, seperti sedang dalam perjalanan atau saat sedang santai bersama di ruang keluarga. Namun, dalam memilih cerita dongeng, Anda harus lebih cermat karena tidak semua cerita dongeng bisa disampaikan kepada anak-anak.

Apa saja yang perlu diperhatikan dalam memilih buku dongeng yang tepat untuk si kecil? Yuk, simak beberapa tips memilih dongeng untuk anak di bawah ini.

  • Pilih Cerita yang Ringan dan Mudah Dicerna Anak

    Dalam memilih dongeng, pilihlah dongeng yang ceritanya ringan sehingga mudah dicerna oleh pikiran anak-anak. Bila perlu, ceritakan dongeng yang relate dengan kehidupan sehari-hari agar si Kecil lebih mudah memahami isi cerita tersebut. Hindari memilih dongeng dengan bahasa yang terlalu berat atau cerita yang mungkin terlalu tidak realistis. Bagaimana pun, setiap dongeng yang Anda ceritakan harus disertai dengan makna positif agar anak-anak selalu mengingat makna dari cerita yang ia dengarkan itu.
  • Dongeng dengan Tokoh Binatang Lebih Disarankan

    Ada banyak buku dongeng yang mengusung tokoh utama tentang putri kerajaan atau pangeran tampan. Sah-sah saja jika Anda mau menceritakan dongeng tersebut kepada anak. Akan tetapi, jika anak masih berusia di bawah 5 tahun sebaiknya pilih dongeng dengan tokoh utama binatang. Dongeng yang mengusung tokoh utama berupa binatang akan lebih membuat anak-anak tertarik. Selain itu, dongeng tentang binatang juga lebih aman karena umumnya mengangkat teman yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari sehingga lebih mudah dipahami oleh anak.
  • Berikan Buku Dongeng dengan Ilustrasi yang Cerah

    Apabila si kecil sudah mulai belajar membaca sendiri, tugas Anda hanyalah memberikan buku dongeng yang ilustrasi gambarnya cerah sehingga anak-anak tidak bosan saat membacanya. Buku dongeng yang bergambar memang sangat disarankan untuk menambah minat baca anak. Ingat, sebelum memberikan buku dongeng kepada anak sebaiknya cermati dulu isi buku tersebut. Pastikan bahwa cerita dongeng di dalamnya sudah sesuai dengan usia anak dan aman dibaca oleh anak-anak.
  • Berikan Improvisasi Saat Bercerita Mengganti nama tokoh di dalam cerita dongeng dengan nama si Kecil juga merupakan bentuk improvisasi yang bagus. Dengan begitu si Kecil akan lebih mudah menyerap isi cerita dari dongeng yang Anda bacakan. Misalnya, ketika menceritakan tentang dongeng “Peter Pan”, ganti nama tokoh Peter Pan dalam cerita itu menjadi nama si Kecil. Pasti si Kecil akan semakin antusias mendengarkan dongeng tersebut sampai selesai. Nah, tips dalam memilih dongeng yang tepat ini bisa mulai diterapkan sejak sekarang. Tips ini bermanfaat untuk menjamin buah hati Anda mendengarkan atau membaca cerita dongeng yang tepat dan bisa mereka cerna dengan baik.

Cerita Dongeng Terbaik Berdasarkan Usia Anak

Ada berbagai cerita dongeng yang beredar di Indonesia. Namun, beberapa cerita dongeng ini bisa menjadi sarana edukasi anak karena sesuai dengan usianya.

Umur 2-4 Tahun

  • Si Kelinci yang Sombong dan Kura-kura

    Dongeng mengenai kelinci yang sombong dan kura-kura yang lambat bisa menjadi salah satu inspirasi dalam menceritakan dongeng. Dalam cerita ini, kelinci memang lebih cepat dibanding kura-kura. Saat mereka berlomba lari untuk mencapai garis finish, kelinci yang terlalu meremehkan si kura-kura akhirnya melakukan keteledoran hingga membuat kura-kura yang lambat itu menang. Makna yang bisa diambil dari cerita ini adalah kesombongan bisa menjerumuskan diri sendiri. Jadi, dongeng ini mengajarkan si kecil agar mereka tetap low profile dan tidak menyombongkan diri dalam segala hal.
  • Si Kancil dan Kawanan Buaya

    Kancil dikenal sebagai hewan yang cerdik. Melalui dongeng si kancil dan kawanan buaya, Anda bisa mengatakan pada si kecil untuk mencontoh kecerdikan si kancil. Diceritakan bahwa kancil ingin sekali memakan mentimun yang ada di seberang sungai. Namun, kancil tahu bahwa sungai tersebut dipenuhi buaya dan dirinya akan langsung menjadi santapan empuk jika berenang melewati sungai. Muncul ide untuk membujuk buaya dengan daging segar yang ada di seberang sungai. Kancil meminta buaya berbaris agar bisa menghitung jumlah mereka. Akhirnya si kancil menghitung sambil melompati tubuh buaya yang sedang berbaris. Sesampainya di seberang sungai, si kancil mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada daging segar, ia hanya membohongi kawanan buaya agar bisa menyeberang dengan aman.
  • Kisah Pohon Apel

    Berbeda dari dua dongeng sebelumnya, kisah pohon apel adalah dongeng yang sangat menyentuh. Cerita dongeng ini menggunakan tokoh utama pohon apel dan seorang anak. Mereka saling mengasihi dan si anak sering bermain dengan pohon apel tersebut. Si anak selalu bisa memakan buah-buah apel dengan lahap. Suatu hari si anak datang kepada pohon apel dengan wajah bersedih. Ia mengatakan bahwa tak punya uang untuk membeli mainan. Akhirnya si pohon menjatuhkan beberapa buah apel dan menyuruh si anak menjual buahnya ke pasar agar bisa membeli mainan Pun begitu terjadi, pohon apel selalu berusaha mengabulkan keinginan anak yang mulai beranjak dewasa. Ia rela memberikan buah bahkan batangnya yang terkuat untuk memenuhi keinginan sang anak. Sayangnya, setelah mendapatkan yang diinginkan si anak justru pergi melupakan pohon apel.
  • Kisah pohon apel ini mengingatkan kita kepada kasih sayang orang tua. Orang tua selalu berusaha memberikan apapun yang dimiliki hanya demi membahagiakan sang anak. Sementara sang anak seringkali melupakan pengorbanan orang tuanya.

Umur 5-8 Tahun

  • Lutung Kasarung

    Dongeng asal Sunda ini mengisahkan tentang putri cantik bernama Purbasari yang harus diasingkan ke hutan lantaran ulah keji kakaknya, Purba Barang, yang iri terhadapnya. Purbasari yang cantik dan baik hati harus berubah menjadi buruk rupa karena tindakan sihi yang dilakukan Purbarang. Siapa sangka di tengah pengasingannya, ia justru bertemu dengan pangeran dari kayangan yang menyamar dengan wujud kera. Pangeran berwujud kera tersebut bernama Lutung Kasarung. Dengan wujud yang sama-sama buruk, mereka bisa menerima keadaan satu sama lain dan akhirnya bersahabat. Lambat laun persahabatan berubah menjadi rasa cinta. Lutung kasarung membantu Purbasari untuk kembali ke kerajaannya. Dari cerita ini makna yang harus diambil adalah kebaikan dan kesabaran dari Purbasari membuahkan hasil yang manis. Sementara itu, sifat jahat dan angkuh dari Purbarang justru membawanya dalam kehancuran.
  • Legenda Asal-Usul Telaga Warna

    Asal-usul Telaga Warna merupakan cerita dongeng dari Jawa Barat. Dikisahkan bahwa sepasang raja dan ratu tak kunjung memiliki buah hati. Sang ratu menangis terus menerus, sedangkan sang raja yang tak tega melihat kondisi istrinya memutuskan bertapa dan berdoa di hutan. Tuhan menjawab doa sang raja, tak lama kemudian sang ratu hamil. Ratu melahirkan seorang putri yang sangat cantik. Seluruh kerajaan dan penduduk mencintai sang putri. Namun, hal tersebut justru membuat putri tumbuh jadi anak yang manja dengan perangai yang buruk. Jika keinginannya tidak terpenuhi, putri tak segan untuk marah dan berkata kasar. Suatu hari, di hari ulang tahun putri seluruh penduduk datang membawa hadiah. Raja mengambil sebagian emas dari hadiah tersebut untuk membuatkan kalung sebagai hadiah untuk putri. Ketika kalung tersebut diberikan, sang putri justru melemparnya dan mengatakan tak ingin memakainya. Ratu yang sedih melihat perangai buruk putrinya akhirnya menangis. Seluruh penduduk yang kecewa pun ikut menangis sehingga air mata terus menerus membanjiri kerajaan dan menyebabkan kerajaan tersebut tenggelam hingga menjadi sebuah telaga.
  • Malin Kundang

    Siapa yang tak kenal dengan dongeng legendaris dari Tanah Minang ini? Ya, Malin Kundang merupakan dongeng terkenal dan terpopuler sepanjang masa. Dongeng ini mengisahkan tentang seorang anak laki-laki bernama Malin yang hidup berdua dengan ibunya. Malin pergi merantau meninggalkan tanah kelahirannya. Setelah sukses dan menikahi seorang wanita, Maling kembali ke kampungnya. Namun, Malin berubah menjadi pribadi yang sombong dan tidak sudi mengakui ibunya yang miskin. Sang ibu yang sakit hati akhirnya menjatuhkan kutukan kepada Malin. Sang ibu mengutuk Malin menjadi batu. Kisah ini juga memberikan pelajaran pada anak bahwa mereka harus berbakti kepada orang tua  dan berusaha untuk tidak menyakiti hati mereka. Nah, berbagai manfaat membacakan dongeng untuk anak ini semoga bisa menjadi motivasi bagi Anda untuk tetap melakukan rutinitas membacakan dongeng untuk si kecil. Jangan lupa untuk memilih dongeng yang tepat agar anak-anak dapat menikmati dan menyerap setiap makna yang terkandung dalam dongeng tersebut.

Referensi

https://tirto.id/manfaat-membacakan-cerita-dongeng-untuk-anak-ekL8

https://edukasi.kompas.com/read/2018/06/17/21492131/6-manfaat-mendongeng-untuk-anak?page=all

 https://www.indozone.id/life/bnsNd3/manfaat-mendongeng-untuk-anak-usia-dini