6 Tips Mendidik Anak melalui Permainan

Masa kanak-kanak adalah saatnya si Kecil bermain dengan bebas. Meski demikian, orang tua tetap harus memperhatikan permainan yang dilakukanya. Salah satu tips mendidik anak yang bisa Ibu coba adalah dengan memilihkan permainan yang edukatif.

Tips Memilih Permainan Mendidik Anak

Lantas apa saja sih, jenis-jenis permainan yang mendidik untuk si Kecil? Sebelum membahasnya satu per satu, ada baiknya mengetahui tips-tips memilih permainan untuk mendidik anak berikut.

  1. Pertimbangkan Usia Anak

    Agar permainan yang dipilih bisa semaksimal mungkin berperan dalam perkembangan anak, Ibu harus mempertimbangkan usia si Kecil. Cari permainan yang sesuai dengan usia anak agar ia dapat memainkannya dengan baik.

    Jika memainkannya dengan benar, anak bisa melatih perkembangan dirinya dengan lebih baik. Untuk anak batita misalnya, sebaiknya Ibu tidak memberikan puzzle yang sulit karena justru akan membuat anak frustrasi. Pilih puzzle ringan yang berukuran besar terlebih dulu untuk anak batita, dan berikan tingkat kesulitan yang lebih tinggi saat usianya semakin besar.

  2. Pilih Topik Permainan

    Memilihkan permainan edukatif akan semakin baik jika Ibu menentukan topiknya terlebih dahulu. Beberapa topik yang bisa dipilih antara lain matematika, bahasa, atau seni. Pemilihan topik ini sangat penting untuk mengetahui apakah selama ini Ibu sudah memberikan permainan edukatif yang berimbang. Semakin seimbang permainan dari tiap topik dimainkan si Kecil, perkembangan motorik maupun kognitifnya juga semakin maksimal.

  3. Mainan Sederhana untuk Balita

    Jika memiliki anak usia balita, permainan sederhana adalah pilihan yang tepat. Permainan edukatif yang rumit dikhawatirkan akan membuat si Kecil kebingungan. Aktivitas permainan sederhana seperti menggambar dengan set krayon dan kertas akan menghibur si Kecil jika sambil ditemani. Balok-balok yang disusun tinggi juga cukup sederhana dan mengasyikkan. Mereka tidak dipaksa untuk berpikir terlalu keras, tapi bisa bersenang-senang sambil mengembangkan kemampuan motorik.

  4. Mainan yang Mengasah Kreativitas

    Cobalah untuk jeli menilai apakah suatu permainan hanya sekadar mendatangkan kesenangan atau juga bisa mengasah kreativitas. Ada golongan mainan yang terbuka untuk dijadikan bahan kreativitas, namun ada pula yang minim kreasi. Mobil-mobilan diecast dan pistol tergolong mainan yang minim kreasi.

    Bandingkan dengan balok susun yang punya banyak potensi untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas anak. Karena itu, fokus dengan mainan yang mengasah kreativitas sangat penting untuk perkembangan si Kecil. Ingat, terlalu banyak mainan yang minim kreasi juga akan membuat anak jadi kurang kreatif.

  5. Sesuaikan Permainan dengan Minat Anak

    Tiap anak memiliki ketertarikan atau minat berbeda. Ada yang suka menggambar dan seni, ada pula yang lebih suka berhitung. Seimbangkan perkembangan anak pada masing-masing bidang tersebut, dan tak ada salahnya memberikan porsi lebih pada aktivitas permainan yang sesuai dengan minatnya. Mengenali minat si Kecil sejak dini memungkinkan ia dapat mengembangkannya secara maksimal saat usianya lebih besar.

  6. Permainan yang Memungkinkan Interaksi Orang Tua-Anak

Aktivitas permainan edukatif terbaik adalah yang memungkinkan adanya interaksi antara orang tua dan si Kecil. Berinteraksi saat bermain juga mengajarkan banyak hal untuknya. Beberapa di antaranya yakni berbicara, bermain peran, serta berbagi emosi. Paling penting, orang tua bisa menunjukkan kasih sayang kepada si Kecil saat bermain.

Jenis Permainan yang Mendidik untuk Si Kecil

Agar Anda tak kesulitan memilih permainan yang mendidik untuk anak, beberapa rekomendasi berikut bisa dicoba!

  1. Aktivitas Indoor

    Meski kebanyakan permainan indoor tidak menekankan aktivitas fisik, namun hal itu bermanfaat untuk mengasah motorik halus dan pengembangan kreativitas. Beberapa aktivitas permainan indoor juga mampu mengakomodasi kemampuan seni, berpikir, dan sains yang menyenangkan pada anak. 

    Beberapa mainan indoor yang bisa dimainkan misalnya melipat rumah-rumahan dari kertas, berhitung dengan kelereng hias, berkemah dalam rumah, atau bermain warna dengan krayon. Ibu bisa mengajarkan caranya satu atau dua kali, lalu biarkan si Kecil berkreasi bebas setelahnya. Izinkan imajinasinya berkembang dan menghasilkan hal-hal menakjubkan. Terus dampingi ia agar si Kecil tetap merasa mendapat dukungan dari orang tua.

  2. Aktivitas Outdoor

    Aktivitas permainan outdoor bertujuan melatih fisik anak agar bisa berkembang sesuai dengan usianya secara maksimal. Aktivitas outdoor juga merupakan solusi terbaik untuk mengurangi kebiasaan anak masa kini dalam bermain gadget. Dengan melakukan aktivitas permainan outdoor, anak akan belajar untuk bersosialisasi dengan orang tua dan anak-anak sebayanya. Ini akan melatih anak untuk mengendalikan emosi. Tak jarang, aktivitas outdoor juga melatih anak mencari solusi dan memecahkan masalah.  

    Berkebun, mencari benda di halaman, atau bahkan bersepeda akan meningkatkan kemampuan fisik anak. Jika dilakukan bersama teman, aktivitas bermain seperti bentengan, mengejar gelembung sabun, atau memanjat wahana di playground juga dapat menjadi pilihan yang baik. Dengan aktivitas outdoor, si Kecil akan membakar energi dan mudah tidur di rumah nanti!

  3. Aktivitas Organisasi dan Kelompok

    Menanamkan jiwa sosial dan organisasi sejak dini adalah hal penting yang harus dilakukan setiap orang tua. Selain melatih anak untuk peduli pada lingkungan sekitar, organisasi juga bisa mengasah kemampuan teamwork dan leadership-nya. Skill kerja sama dan kepemimpinan tentu akan sangat dibutuhkan saat si Kecil beranjak besar nanti. Baik itu pada kehidupan sekolah hingga bekerja, dua kemampuan tersebut menjadi modal dasar yang dapat meningkatkan value diri anak di masa mendatang.

    Karena itulah, mendorong si Kecil untuk ikut serta pada kegiatan-kegiatan kelompok bisa menjadi pilihan. Di era sekarang, pilihan aktivitas yang bisa diikuti untuk melatih kemampuan organisasi anak semakin beragam. Ibu tinggal menyesuaikan kegiatan mana yang kiranya paling sesuai dengan minat dan kegemaran si Kecil.

    Bagi anak yang menyukai petualangan misalnya, Ibu bisa mengikutsertakannya pada kegiatan scout camp alias perkemahan pramuka. Dalam scout camp, anak akan dibagi ke dalam beberapa kelompok. Ia diharuskan bekerja sama untuk melakukan berbagai tugas seperti mendirikan tenda, memasak, hingga menyelesaikan group game. Hal ini tentu akan melatih kemampuan kerja samanya. Apalagi jika ia terpilih menjadi ketua kelompok, kemampuan leadership nya pun akan ikut terasah. Alam bebas juga akan semakin membuat si Kecil bahagia!

    Permainan yang baik dan mendidik tentu harus menyenangkan bagi orang tua dan si Kecil Biarkan anak bermain bebas dan mengekspresikan diri. Ibu tak perlu khawatir jika pakaiannya harus kotor saat bermain. Ada Rinso Gentle dengan pH lebih rendah yang mampu membersihkan noda secara lembut dan maksimal. Jadi, berikan si Kecil permainan terbaik sesuai usia untuk tumbuh kembang optimalnya. Selamat mencoba!

Sumber:

gettingsmart.com/2015/10/3-steps-for-choosing-learning-games-for-children/

understood.org/en/school-learning/learning-at-home/games-skillbuilders/4-surprising-benefits-of-video-games

anakcerdas.net/tips-memilih-mainan-edukatif/

bp-guide.id/AXqx8hvg

republika.co.id/berita/gaya-hidup/parenting/18/02/27/p4s5yy359-aktivitas-outdoor-tingkatkan-kesehatan-fisik-dan-mental-anak

ibupedia.com/artikel/balita/keuntungan-bermain-bagi-anak

 

Tips untuk membersihkan semua keperluan rumah tangga Anda. Mulai dari merapihkan sampai menghilangkan noda, klik disini dan cari tahu bagaimana cara membersihkan hampir semua noda!