Anak Bermain di Luar, Membuatnya Lebih Menyenangkan

Lingkungan di luar rumah tentunya akan sangat menarik bagi anak-anak. Banyak hal yang bisa mereka eksplorasi dari lingkungan luar, dengan cara mereka sendiri. Dengan memberikan kesempatan pada anak untuk bermain di luar, kita juga telah mengajari mereka untuk belajar melalui pengalaman di dunia luar. Hal ini tidak hanya memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan anak, tetapi juga pengembangan pikiran anak. Berani Kotor itu Baik, apapun yang anak-anak lakukan di luar sana akan menjadi bahan pembelajaran yang baik bagi mereka. Hal ini juga didukung oleh Dr. Dorothy Singer dari Yale University, salah seorang pakar dalam perkembangan anak.

Berikut komentarnya: Meskipun sangat disayangkan jika anak-anak di seluruh dunia tidak mendapat kesempatan untuk menjelajahi alam secara langsun, namun ada kebutuhan nyata bagi orangtua dan anak untuk berinteraksii dengan alam dan belajar melalui pengalaman Untuk mewujudkan hal ini, Rinso mendukung kegiatan anak bermain di luar dengan menyediakan berbagai informasi penting yang menunjang pengetahuan para ibu akan pentingnya hubungan dan interaksi langsung antara anak dengan alam.

Rinso melakukan studi dengan mewawancarai lebih dari 2.000 ibu dan anak berusia 8-12 tahun di 11 negara untuk mengetahui cara pandang mereka tentang alam dan pengaruh positifnya terhadap perkembangan anak. Hasil studi ini dipublikasikan dalam whitepaper 'Children and Nature'. Dalam whitepaper 'Children and Nature', dikemukakan dengan jelas bahwa para ibu menyadari manfaat positif dari bermain di luar. Sebagai orangtua, kita ingin memastikan anak-anak mendapat stimulasi dan kesenangan melalui proses menemukan dan berkreasi dalam bermain melalui pengalaman, bukan hanya menghabiskan waktu bermain video game, berjam-jam di halaman facebook, atau menonton TV.

Namun kenyataannya, lebih banyak anak yang secara rutin menonton TV atau film, bermain video game, atau internet daripada bermain di lapangan atau taman. Meskipun idealnya kita ingin anak-anak memiliki masa kecil seperti yang kita rasakan, namun sejumlah hambatan dapat menjadi penghalang.

Akan tetapi, hasil studi yang diungkapkan oleh DiG dalam whitepaper Giving Children the Right to be Children menunjukkan hal yang kontradiktif dengan studi yang disebutkan sebelumnya. Para Ibu merasa khawatir akan bahaya yang mungkin terjadi bila membiarkan anak bermain di lingkungan luar terlalu sering. Orangtua lebih memilih agar anaknya berada dalam pengawasan di rumah, terutama jika orangtua tidak punya banyak waktu bersama anak, atau jika fasilitas bermain luar ruangan di daerah mereka terlalu jauh.

Hal ini mungkin bisa dimengerti, mengingat rasa sayang orangtua pada anak-anak mereka. Akan tetapi, bagaimana pendapat anak-anak itu sendiri akan kegiatan bermain di luar? Ternyata, hasil studi menunjukkan hasil yang berbeda. Berdasarkan hasil survey, 58% ibu menganggap anak mereka lebih senang bermain di dalam ruangan, sementara 63% anak merasa lebih senang bermain di luar. Hasil lain yang tidak terduga dari riset ini adalah dukungan nyata dari para ibu dan anak untuk menjaga alam dan meningkatnya kepedulian lingkungan.

Anak-anak sangat ingin agar orangtua mereka lebih terlibat dengan alam dan lebih peduli untuk membantu melindungi bumi. Ini adalah informasi berharga yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal yang positif. Kita dapat ikut berperan langsung untuk meningkatkan kepedulian generasi lanjut akan lingkungan dengan lebih sering mengajak anak bermain di luar. Sayang sekali jika mendengar anak-anak tidak menghabiskan cukup waktu untuk menikmati alam.

Tips untuk membersihkan semua keperluan rumah tangga Anda. Mulai dari merapihkan sampai menghilangkan noda, klik disini dan cari tahu bagaimana cara membersihkan hampir semua noda!