Skip to content
Dampak Sampah Plastik Pada Lingkungan dan Kehidupan Keluarga

Dampak Sampah Plastik Kepada Lingkungan dan Keluarga

Kesadaran bijak plastik terus digaungkan dengan harapan masyarakat bisa lebih peduli terhadap pencemaran sampah plastik yang kian menjadi masalah serius. Pertanyaannya, mengapa sampah plastik dapat merusak lingkungan? Bahkan, pencemaran sampah plastik ini dapat mempengaruhi kehidupan keluarga kita, lho.

Pertanyaan mengapa sampah plastik dapat merusak lingkungan agaknya mulai terjawab dengan beberapa kasus pencemaran yang telah terjadi di dunia. Salah satunya adalah penemuan paus pilot  yang sakit dan tidak bisa berenang di perairan Thailand selatan. Mirisnya, paus tersebut telah menelan 80 potongan sampah plastik seberat 8 kg.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai alasan mengapa sampah plastik dapat merusak lingkungan dan mempengaruhi kehidupan keluarga, simak beberapa poin berikut ini.

Pembakaran Sampah Plastik Menyebabkan Gangguan Pernapasan

Bukan hanya biota laut saja yang terkena dampak pencemaran sampah plastik, manusia pun ikut terdampak. Mengingat sifat sampah plastik yang tidak mudah terurai, maka sejumlah oknum berinisiatif memusnahkan sampah plastik dengan membakarnya.

Asap pembakaran sampah plastik mengandung zat dioksin. Apabila dihirup oleh manusia, terutama anak-anak, zat tersebut dapat mengganggu sistem pernapasan, meningkatkan risiko kanker, pembengkakan hati, sampai dengan kerusakan saraf.

Dapat Termakan Biota Laut yang Nanti Dikonsumsi oleh Manusia

Kasus paus yang menelan sampah hingga 8 kg secara tidak langsung menyadarkan kita bahwa sampah plastik yang mencemari laut tetap tidak dapat terurai. Bahkan, sampah tersebut dapat termakan oleh biota laut.

Yang membuat kondisi ini semakin miris, biota laut yang sudah tercemar oleh bahan-bahan kimia akibat sampah plastik itu bisa dikonsumsi oleh manusia. Mengonsumsi ikan laut yang terkontaminasi oleh bahan-bahan kimia akibat pencemaran sampah plastik berpotensi meningkatkan risiko masalah hormonal, gangguan sistem reproduksi, sampai dengan masalah pada ginjal.

Kandungan Kimia Sampah Plastik Dapat Mengkontaminasi ASI

Sekilas Anda mungkin tidak melihat adanya korelasi antara kualitas ASI dengan sampah plastik yang mencemari lingkungan. Namun, apabila ibu menyusui mengkonsumsi makanan hasil laut yang terkontaminasi bahan kimia dari pencemaran sampah plastik, tentu saja hal ini akan mempengaruhi kualitas ASI.

Kualitas ASI yang sudah terkontaminasi oleh bahan kimia pada sampah plastik tentu saja akan turut memengaruhi kesehatan bayi. Adapun masalah diare merupakan yang paling sering dialami oleh bayi yang mengkonsumsi ASI yang telah terkontaminasi bahan kimia sampah plastik berupa Merkuri.

Merusak Kualitas Air Tanah

Sampah plastik memang bisa diuraikan oleh tanah. Akan tetapi, butuh waktu sekitar 200-400 tahun bagi tanah untuk menguraikan plastik. Lamanya proses penguraian plastik dapat memicu zat kimia yang mencemari tanah.

Dampak dari tercemarnya tanah oleh zat kimia sampah plastik sudah pasti mengurangi kualitas kesuburan tanah tersebut. Bahkan, kualitas air di dalam tanah pun juga ikut tercemar. Alhasil, air tanah yang nantinya kita konsumsi menjadi tidak higienis dan tidak layak untuk diminum. Ini tentu berbahaya bagi penghuni rumah yang sumber airnya tercemar. Tentunya, tumbuh kembang anak-anak dalam keluarga kita harus didukung oleh lingkungan yang bersih pula.

Poin-poin di atas dapat menjawab pertanyaan mengapa sampah plastik dapat merusak lingkungan dan mempengaruhi keluarga. Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih bijak plastik dan turut andil dalam upaya mengurangi sampah plastik.

Rinso dan Unilever turut berpartisipasi dalam upaya mengurangi sampah plastik. Lewat kerangka kerja less plastics, better plastics dan no plastics, Unilever telah mengurangi penggunaan plastik untuk kemasannya.

Sebagai contoh, Rinso mengoptimalkan kemasan sachet-nya dengan hasil penurunan sebanyak 120 ton jumlah plastik pada tahun 2018. Dengan kata lain, Rinso telah memangkas penggunaan plastik hingga 13% per ton produk yang diproduksi. Untuk botol Rinso Cair, Rinso dan Unilever menggunakan Chemical Foam Agent yang cukup efisien mengurangi 2 ton plastik per tahun.

Kini, giliran Ibu dan keluarga untuk turut dalam gerakan bijak plastik yang sangat membantu meminimalisir pencemaran lingkungan.

Referensi:

forbes.com/sites/grrlscientist/2018/04/23/five-ways-that-plastics-harm-the-environment-and-one-way-they-may-help

independent.co.uk/life-style/plastic-bad-environment-why-ocean-pollution-how-much-single-use-facts-recycling-a8309311.html

lrsrecycles.com/the-impact-of-plastic-waste-on-our-environment-and-what-you-can-do-about-it/