Skip to content
Ibu Bisa Jadi Pelopor Program Bank Sampah dengan Cara Ini

Ibu Bisa Jadi Pelopor Program Bank Sampah dengan Cara Ini

Program bank sampah adalah salah satu cara sederhana untuk mengurangi dampak sampah plastik. Manfaat dari bank sampah ini bisa dirasakan bagi pengelola maupun nasabahnya. Apalagi melalui cara ini kita sudah turut andil dalam mengurangi pencemaran sampah plastik, lho. Nah, untuk menjalankan bank sampah, Ibu bisa mengajak tetangga di lingkungan sekitar untuk berpartisipasi mewujudkan bank sampah ini.

Tertarik untuk menjalankan program bank sampah? Yuk, simak cara-caranya berikut ini, Bu.

Membentuk Pengurus dan Mengurus Perizinan

Pada dasarnya, konsep bank sampah adalah tempat untuk menampung dan mengelola jenis sampah tertentu. Jenis sampah yang paling umum dikelola oleh bank sampah adalah sampah plastik.

Jika sudah terkumpul beberapa orang yang ingin turut berpartisipasi membangun bank sampah, bentuklah pengurus. Jika bank sampah dibentuk di lingkungan RT, maka pengurusnya adalah warga yang tinggal di RT tersebut. Sementara itu, jika bank sampah didirikan di sekolah, pengurusnya berasal dari guru atau siswa sekolah.

Susunan pengurus terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, divisi administrasi, divisi penimbangan, dan divisi pengepakan. Setelah susunan pengurus telah terbentuk, mintalah perizinan dari pihak berwenang, baik itu RT dan RW setempat atau pihak yang memiliki kewenangan khusus untuk memberikan izin.

Sediakan Tempat

Sesuai dengan namanya, bank sampah harus memiliki tempat seperti layaknya sebuah bank. Namun, tempatnya tentu saja tidak perlu sebagus bank. Tempat untuk mendirikan bank sampah ini harus mampu dijadikan tempat pengumpulan, penimbangan, dan penimbunan sementara.

Tempat bisa berupa lahan atau bangunan kosong. Bagaimana jika ingin mendirikan bank sampah tapi tidak ada tempat yang tersedia? Koordinasikan dengan pihak berwenang setempat untuk meletakkan sampah di pinggir jalan sembari menunggu pengepul mengambil sampah tersebut. Namun, pastikan sampahnya sudah tertata dengan rapi agar tidak mengganggu pemandangan.

Siapkan Alat Operasional

Perlu Ibu ketahui bahwa bank sampah membutuhkan sejumlah alat operasional, mulai dari timbangan untuk menimbang jumlah sampah dari nasabah, karung untuk menempatkan sampah, sampai dengan buku dan alat tulis untuk catatan bank sampah.

Selain itu, bank sampah juga wajib menyediakan buku tabungan untuk nasabah. Pasalnya, konsep bank sampah ini memang serupa dengan bank, di mana nasabah (masyarakat yang menyetorkan sampah) akan mendapat keuntungan ekonomi dari sampah yang disetorkan.

Siapkan Sistem Administrasi dan Pembukuan yang Matang

Sebagaimana layaknya sebuah bank, sistem administrasi dan pembukuan bank sampah juga harus dipersiapkan secara matang. Pertama, berikan penyuluhan pada calon nasabah bahwa hasil penjualan sampah tidak sepenuhnya untuk nasabah. Nasabah harus membagi hasil dengan bank untuk biaya operasional dan pengembangan. Persentase pembagian hasil untuk bank berkisar 10-30% sesuai kesepakatan.

Bank sampah juga harus menyiapkan sistem administrasi dan pembukuan yang transparan. Nasabah berhak mengetahui omset yang diperoleh bank sampah dalam sebulan.

Bekerjasama dengan Pengepul

Hal yang paling penting dalam menjalankan program bank sampah adalah mencari pengepul yang siap membeli sampah yang sudah dikumpulkan. Pihak bank sampah harus bekerjasama dengan pengepul untuk jadwal pengambilan sampah sampai dengan kesepakatan harga beli sampah.

Nasabah juga berhak untuk mengetahui harga beli dari si pengepul mengingat sistem administrasi bank sampah yang transparan.

Sosialisasi pada Masyarakat

Setelah program bank sampah siap dijalankan, pihak pengelolanya harus memberikan sosialisasi secara intensif kepada masyarakat yang nantinya akan menjadi nasabah. Mengingat masih banyak masyarakat yang belum memahami betul konsep bank sampah, maka sosialisasi yang jelas dan sederhana harus sering dilakukan.

Untuk mendukung program bank sampah di kalangan masyarakat, Unilever menyediakan wadah bagi siapapun yang ingin mulai menjalankan bank sampah di lingkungannya. Bank sampah yang dibina oleh Unilever lebih berfokus pada jenis sampah plastik fleksibel, seperti bungkus sachet atau pouch.

Keuntungan bergabung dengan program bank sampah yang dibina oleh Unilever adalah pengelola akan diberikan training yang mumpuni agar lebih matang dalam menjalankan bank sampah. Di samping itu, pengelolaan sampah juga lebih jelas dan menghasilkan manfaat.

Hingga kini tercatat lebih dari 2.800 bank sampah binaan Unilever yang tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan, partisipasi Unilever dalam menggagas bank sampah ini sudah mengurangi 7.000 ton sampah plastik di Indonesia, lho.

 

Sumber:

banksampahrumahharum.com/2017/06/15/cara-mendirikan-bank-sampah-dilingkungan-rumah-anda/

dlh.semarangkota.go.id/3-cara-mengelola-bank-sampah-dengan-benar/

munasya.com/membuat-bank-sampah/

rumahsae.com/2016/11/mendirikan-dan-mengelola-bank-sampah-di-lingkungan-rt.html

unilever.co.id/id/Images/buku-panduan-sistem-bank-sampah-10-kisah-sukses-ina-id_tcm1310-514974_id.pdf