Skip to content
Diet Plastik Itu Mudah, Ini 5 Bahan Alternatif Penggantinya

5 Bahan Alternatif Untuk Jalankan Diet Plastik | Rinso

Jumlah sampah plastik yang semakin banyak kian meresahkan. Pasalnya, plastik adalah jenis material yang tidak mudah terurai. Butuh waktu 200 – 400 tahun bagi tanah untuk dapat menguraikan plastik. Belum lagi kandungan kimia dalam plastik juga dapat mencemari lingkungan. Tak heran jika saat ini upaya diet kantong plastik sedang digaungkan di mana-mana. Bahkan, sejumlah supermarket juga mendukung upaya ini dengan memberi tambahan biaya untuk setiap kantong plastik yang dipakai konsumennya.

Diet kantong plastik masih dirasa sulit bagi sebagian orang. Apalagi penggunaan kantong kresek memang sudah sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena sebenarnya ada 5 bahan alternatif pengganti plastik, terutama untuk kantong plastik. Yuk, temukan alternatif yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Daun-daunan

Tanpa kita sadari, alam telah menyediakan bahan alternatif untuk menggantikan fungsi kantong plastik dalam membungkus makanan. Kita dapat menggunakan daun-daunan untuk membungkus makanan, baik makanan mentah seperti daging, ayam, dan ikan, sampai dengan makanan matang.

Daun pisang adalah salah satu jenis daun yang bisa dipakai sebagai pembungkus makanan. Selain ramah lingkungan, daun pisang juga dijual dengan harga yang cukup murah. Di samping itu, daun pisang mengandung anti-bakteri yang dapat mencegah kuman atau zat-zat berbahaya mengontaminasi makanan.

Segala jenis daun termasuk dalam kategori sampah organik. Artinya, daun bisa terurai dengan mudah dan tidak mencemari tanah. Bahkan, daun yang terurai di tanah juga bisa menjadi pupuk kompos.

Kain

Fungsi kain untuk membantu diet kantong plastik memang sangat besar. Selain teksturnya lebih kuat dan tidak mudah robek dibanding kantong plastik, kain juga bisa dipakai berkali-kali. Kain adalah bahan alternatif yang ideal untuk membungkus barang, terutama barang yang bobotnya cukup berat.

Di samping itu, kain juga bisa menjadi pengganti pembalut dan menstrual cup yang menggunakan material plastik sebagai bahan pembuatannya. Penggunaan kain sebagai pengganti pembalut atau menstrual cup juga lebih hemat karena bisa dipakai berkali-kali. Apabila kotor, kain pengganti pembalut ini bisa langsung dicuci dengan deterjen.

Bambu

Bambu juga bisa membantu kita untuk mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari, lho. Sebagai contoh, kini ada sedotan bambu yang lebih ramah lingkungan untuk menggantikan sedotan plastik. Yang paling penting, sedotan bambu bisa dipakai berulang kali, hanya perlu dicuci saja setelah dipakai.

Bukan cuma sedotan, ada juga sikat gigi yang terbuat dari bambu. Mengingat hampir sebagian besar sikat gigi yang dijual di pasaran terbuat dari material plastik, sikat gigi bambu ini bakal sangat efektif untuk mengurangi penggunaan plastik di kehidupan kita. Apalagi sikat gigi plastik mengandung bahan kimia berbahaya bisphenol-A (BPA) yang dapat meningkatkan risiko kanker dan infertilitas. Jadi, sikat gigi bambu yang ramah lingkungan ini terbukti lebih aman bagi kesehatan penggunanya.

Kaca

Membawa botol minum  atau tumbler plastik yang bisa dipakai berulang memang dapat mengurangi sampah plastik dari menggunakan gelas atau botol sekali pakai. Namun, ketahuilah bahwa botol atau tumbler yang terbuat dari material plastik tetap mengandung bahan kimia PVC atau polikarbonat yang bisa menimbulkan kanker.

Solusi pengganti botol, tumbler, atau peralatan makan plastik adalah wadah yang terbuat dari kaca. Wadah yang terbuat dari kaca tidak mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan. Fungsinya pun tetap sama karena bisa dipakai berulang kali.

Kardus atau Kertas

Tahukah Anda bahwa di sebagian besar supermarket kini disediakan wadah kardus untuk membungkus barang belanjaan? Ini merupakan alternatif diet kantong plastik yang mulai digemari oleh masyarakat. Apalagi kardus disediakan oleh supermarket secara gratis jika Anda tidak ingin membayar biaya tambahan untuk kantong plastik.

Penggunaan kardus atau kertas sebagai pengganti plastik pembungkus adalah salah satu upaya bijak plastik yang sangat efektif. Jika sebuah kantong kresek membutuhkan waktu 12 – 20 tahun agar bisa terurai, kertas atau kardus akan terurai dalam waktu 2 – 6 bulan.

Dengan menggunakan bahan alternatif pengganti plastik di atas, Anda sudah turut membantu mengurangi sampah plastik di Indonesia. Perlu Anda ketahui, jumlah sampah plastik di Indonesia pada tahun 2018 lalu menyentuh angka 175.000 ton atau setara dengan 32.400 ekor gajah Asia.

Upaya diet kantong plastik ini juga sudah dilakukan oleh Rinso dengan mengoptimalkan kemasan sachet. Hasilnya adalah penurunan jumlah plastik sebanyak 120 ton di tahun 2018. Melalui optimasi kemasan ini, Rinso telah mengurangi penggunaan plastik sebesar 13% / ton produk yang diproduksi (2016-2018).

Tak hanya Rinso saja, Unilever juga turut menerapkan tiga rangka kerja less plastics untuk mengurangi plastik, better plastic untuk kemasan plastik yang lebih baik, dan no plastics untuk tidak menggunakan plastik sama sekali. Di tahun 2025, Unilever ingin menjamin bahwa semua kemasan plastik dari brand di bawah naungannya bisa didaur ulang atau digunakan kembali.

Sumber:

businessinsider.sg/household-plastic-alternatives-eco-friendly-2018-8/?r=US&IR=T

hypermart.co.id/blog-post/5-barang-alternatif-pengganti-plastik-yang-ramah-lingkungan/

innovationexcellence.com/blog/2018/07/02/13-plastic-packaging-alternatives/

sains.kompas.com/read/2018/12/06/170500923/4-pengganti-plastik-sekali-pakai-bagi-si-bijak-yang-ramah-lingkungan?page=all

science.howstuffworks.com/environmental/green-tech/sustainable/5-plastic-substitutes.htm

trendingpackaging.com/the-most-common-eco-friendly-alternatives-for-plastic-packaging/