Skip to content
Belajar Peduli Sampah Plastik dari 4 Anak Indonesia Bijak Plastik

Belajar Peduli Sampah Plastik dari 4 Anak Indonesia Bijak Plastik


Jumlah sampah plastik di Indonesia semakin banyak. Tak hanya sekadar merusak pemandangan saja, sampah plastik berpotensi untuk mencemari lingkungan karena sifatnya yang tidak mudah terurai dan kandungan bahan kimia di dalamnya.

Di tengah minimnya kesadaran orang-orang dewasa untuk berpartisipasi dalam mengurangi plastik sampah, ternyata ada empat anak yang peduli terhadap pencemaran sampah plastik yang kian memprihatinkan. Empat orang anak ini bahkan telah melakukan aksi nyata untuk mengatasi pencemaran sampah plastik. Penasaran dengan aksi keren empat anak yang berani peduli terhadap sampah plastik di Indonesia ini? Yuk, langsung saja simak kisah mereka!

Kadek Roby: Tangan-tangan Cilik Penjaga Keindahan Pantai

Lahir dan besar di Pulau Dewata membuat Kadek Roby sangat dekat dengan pantai. Bagi bocah yang berusia 10 tahun ini, pantai adalah tempat bermainnya sejak kecil.

Sayangnya, banyaknya sampah plastik yang berserakan di pantai hingga ke laut membuat Roby kehilangan tempat bermainnya. Apa asyiknya sih bermain di tempat yang dipenuhi dengan plastik sampah?

Akhirnya, Roby memutuskan mengajak teman-teman sebayanya untuk berkontribusi dalam mengumpulkan sampah plastik yang berserakan di pantai yang menjadi tempat bermainnya. Sampah-sampah plastik tersebut dikumpulkan oleh Roby untuk disetorkan ke bank sampah.

Aksi yang dilakukan Roby ini membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Bahkan, aksi Roby memberikan domino effect pada anak-anak lain untuk turut peduli terhadap pencemaran sampah plastik di lingkungan sekitarnya.

Kinara: Dimulai dari Projek Sederhana Berujung pada Dampak Nyata

Kinara adalah seorang gadis cilik berusia 10 tahun yang berasal dari Yogyakarta. Ia suka sekali bermain di alam, seperti sang ayah. Suatu waktu, Ayah Kinara bercerita bahwa semasa kecilnya ia sangat suka sekali bermain di sungai dengan air yang jernih.

Akan tetapi, kondisi sungai yang dimaksud sang ayah kini sangat memprihatinkan. Ada banyak kantung-kantung plastik sampah dan sedotan plastik yang menggenang di sungai. Kondisi sungai yang tadinya terlihat bersih dan segar kini terlihat kotor dan tak layak dijadikan sebagai tempat bermain.

Kepedulian Kinara terhadap pencemaran sampah plastik ini mulai dibarengi dengan aksi nyata. Kinara bersama teman-temannya menggagas ide membuat sedotan bambu sebagai pengganti sedotan plastik. Sedotan bambu ini diharapkan dapat mengurangi sampah plastik yang di lingkungannya – yang rata-rata didominasi oleh sampah sedotan plastik.

Bilqis: Penghargaan Itu Bonus, Memilah Sampah Plastik Itu Harus

Di Surabaya, ada Bilqis, seorang anak perempuan yang selama 2 tahun terakhir menggagas ide memilah sampah plastik dan menabungnya di bank sampah. Bilqis mengajak orang-orang di lingkungan sekitar tempat tinggalnya, baik anak-anak seusianya atau orang dewasa, untuk turut aktif memilah sampah plastik.

Tak hanya sekadar memilah sampah saja, Bilqis juga aktif dalam membantu program bank sampah di kampungnya. Ia tak merasa takut menjadi kotor lantara kegiatannya memilah sampah ini. Bilqis percaya bahwa aksinya ini bisa memberikan perubahan yang besar untuk sedikit mengurangi sampah plastik yang mencemari lingkungan.

I Kadek Bayu Saputra: Penggagas di balik antusiasme Bank Sampah Sekolah

Satu lagi pejuang cilik yang sangat peduli dengan pencemaran sampah plastik di Indonesia, yakni I Kadek Bayu Saputra. Anak laki-laki ini berinisiatif mengajak teman-teman sekolahnya untuk membawa sampah plastik yang dihasilkan di rumah atau ditemukan di lingkungan sekitar. Nantinya, sampah plastik tersebut akan disetorkan ke bank sampah. Uang hasil penukaran sampah plastik di bank sampah bisa dimanfaatkan untuk tambahan membeli buku pelajaran dan lain-lain.

Nah, empat Anak Indonesia Bijak Plastik di atas sudah berani mengambil aksi untuk berkontribusi menyelamatkan bumi dari pencemaran sampah plastik. Setidaknya, anak-anak ini sudah menyelamatkan tempat bermainnya sendiri dan anak-anak Indonesia lainnya.

Kegiatan memungut hingga memilah sampah mereka lakukan tanpa khawatir menjadi kotor. Bagi anak-anak ini, berkontribusi untuk mengurangi pencemaran sampah plastik bisa memberikan dampak positif bagi diri sendiri, orang-orang di sekitarnya, dan bumi yang menjadi tempat tinggalnya.

Referensi:

akurat.co/gayahidup/id-733460-read-inspiratif-bocah-13-tahun-berhasil-ajak-650-anak-tuk-peduli-lingkungan

instagram.com/kinarasproject

yukmulaibijakplastik.com/artikel/i-kadek-bayu-saputra

yukmulaibijakplastik.com/artikel/kinara

yukmulaibijakplastik.com/artikel/rinso-kampanyekan-yuk-mulai-bijak-plastik

yukmulaibijakplastik.com/index.php/artikel/kisah-bocah-bali-bangkitkan-kepedulian-soal-sampah-sampai-marahi-ibu-ibu

yukmulaibijakplastik.com/storage/uploads/Booklet_School_Competition_Bijak_Plastik.pdf

youtube.com/watch?v=EUqQeUqfGnA

unilever.co.id/id/Images/daftar-bank-sampah-unilever-indonesia-2019_tcm1310-536892_1_id.pdf