lompat ke konten
TERIMA KASIH!

Rinso Ciptakan Kemasan Hasil Daur Ulang yang Ramah Lingkungan Pertama di Indonesia


Find your nearest Recycling Bin

Sampah merupakan masalah klasik yang mengancam kelestarian lingkungan hidup beberapa tahun belakangan ini. Gerakan daur ulang plastik yang sudah dilakukan sejak lama belum mampu mengimbangi laju peningkatan jumlah sampah. Bahkan, masalah tersebut bertambah parah sejak pandemi Covid-19 melanda dunia. Pembatasan aktivitas sosial justru menimbulkan masalah baru berupa peningkatan jumlah sampah secara signifikan.

Rinso Bijak Plastik logo di toko

Kemasan Hasil Daur Ulang Sebagai Solusi Bagi Lingkungan

Masalah sampah yang semakin masif di tanah air tentu tak boleh dibiarkan berlarut-larut. Intensitas pengolahan sampah plastik harus ditingkatkan untuk mengurangi jumlah sampah yang mencemari lingkungan. Latar belakang tersebut telah menginspirasi gerakan Rinso Bijak Plastik sejak tahun 2019. Rinso telah berhasil mengurangi sampah plastik sebanyak 17% sebagai langkah peduli bumi bersih dan lestari. Rinso kembali berinovasi menghadirkan kemasan plastik hasil daur ulang dengan teknologi Creasolv. Kemasan terbaru Rinso yang terbuat dari plastik hasil daur ulang adalah flexible pouch pertama di Indonesia dengan tekstur packaging yang unik.

Anak-anak berdiri memegang poster di belakang #YukMulai

Mengenal Teknologi Creasolv pada Kemasan Rinso Terbaru

Daur ulang plastik untuk menghasilkan kemasan ramah lingkungan tentu sudah biasa. Namun, Rinso mencoba inovasi kemasan baru yang lebih efisien dengan memanfaatkan konsep Creasolv, yaitu teknologi pertama dan satu-satunya di dunia yang mampu mendaur ulang sampah kemasan plastik (pouch dan sachet) menjadi bahan yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk membuat kemasan baru.

Plastik daur ulang dalam piring

Implementasi teknologi Creasolv merupakan bagian dari program Unilever Sustainable Living Plan (USLP) untuk menekan jumlah sampah plastik yang tidak teratasi dengan baik. Pabrik yang mengembangkan Teknologi Creasolv berada di kompleks PT Trias Sentosa di kawasan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, tepatnya di lahan seluas 2.000 meter yang mampu menampung kapasitas 3 ton sampah. Di pabrik tersebut, kemasan sachet dan pouch didaur ulang dengan menggunakan Teknologi Creasolv untuk dijadikan pelet plastik polimer yang merupakan bahan baku pembuatan kemasan plastik baru.

Proses daur ulang plastik dengan teknologi Creasolv harus melalui 4 tahapan sebagai berikut:

  • Pengumpulan sampah plastik di bank sampah. Masyarakat bisa berkontribusi dalam usaha bijak plastik ini dengan mengumpulkan sampah plastik sachet atau pouch ke bank sampah. Saat ini sudah ada sekitar 2.800 bank sampah yang tersebar di seluruh Indonesia.
  • Setelah sampah plastik fleksibel telah terkumpul, sampah tersebut akan dibawa ke pabrik Teknologi Creasolv.
  • Tahap selanjutnya adalah pembersihan dan pencacahan sampah. Semua sampah yang berasal dari bank sampah atau pengepul akan dicuci terlebih dahulu sampai bersih. sebelum dicacah dengan mesin agar lebih mudah didaur ulang.
  • Kemudian, cacahan sampah plastik akan dilarutkan dengan cairan polimer, lalu diendapkan dan disaring agar terpisah dari residunya. Terakhir, larutan plastik akan melewati proses penyulingan untuk mengubah plastik polimer menjadi pelet plastik berbentuk serpihan kasar.

Kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya dapat diwujudkan melalui penggunaan produk yang dikemas dengan plastik daur ulang. Masyarakat juga bisa mengurangi jumlah sampah plastik di lingkungan dengan cara mengumpulkan dan memilah plastik, lalu menyetorkan sampah plastik ke bank sampah terdekat di kota Anda.

Langkah-langkah pengumpulan sampah plastik ke bank sampah dapat dilihat melalui video berikut:

Kontribusi sekecil apapun akan memberikan manfaat besar untuk mendukung pengolahan sampah plastik sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. Tak ada kata terlambat untuk menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan kita.