lompat ke konten
8 Aksi Si Kecil untuk Kurangi Dampak Sampah Plastik di Sekolah

8 Aksi Anak Kurangi Sampah Plastik di Sekolah | Rinso

8 aksi sederhana ini bisa meningkatkan kesadaran bijak plastik pada anak, serta membantu mengurangi dampak sampah plastik di lingkungan sekolahnya.

Bahaya sampah plastik yang mencemari lingkungan sudah sangat mengkhawatirkan. Sebagai masyarakat, kita perlu turut andil dalam mengurangi pencemaran akibat sampah plastik ini. Bukan hanya orang dewasa saja, anak-anak juga harus memiliki kesadaran bijak plastik sejak dini untuk membantu mengurangi dampak sampah plastik.

Mengajarkan anak-anak untuk bijak plastik tidak hanya bisa dilakukan di rumah, lho. Aksi mengurangi dampak sampah plastik juga bisa dilakukan anak-anak di lingkungan sekolah. Ajak anak menjadi pelopor kesadaran bijak plastik di sekolah dengan 8 aksi sederhana ini, yuk!

Kegiatan Jumat Bersih

Cara sederhana untuk menimbulkan kesadaran akan bahaya plastik pada anak bisa dimulai dengan menggagas kegiatan “Jumat Bersih”. Setiap hari Jumat, ajak siswa untuk mengumpulkan dan memilah sampah yang ada di lingkungan sekolah.

Sampah yang terkumpul harus dipilah sesuai dengan jenisnya. Sampah plastik seperti gelas atau botol minuman dan bungkus makanan harus dikumpulkan sendiri agar bisa disalurkan ke bank sampah yang menampung sampah-sampah plastik.

Stasiun Air Isi Ulang untuk Minum

Kebiasaan membawa botol air minum sendiri nampaknya sudah mulai dilupakan oleh siswa-siswi saat ini. Mereka cenderung memilih membeli minuman di kantin atau warung yang ada di sekitar sekolah.

Untuk mengurangi dampak sampah plastik, alangkah lebih baik jika setiap sekolah menyediakan stasiun air isi ulang untuk minum siswa-siswinya. Pihak sekolah juga menghimbau para siswa untuk membawa botol air minum sendiri untuk diisi ulang di stasiun yang ada.

Beralih ke Pensil Kayu atau Bolpoin Stainless

Coba perhatikan jajaran bolpoin atau pensil mekanik yang dipajang di toko alat tulis. Bisa dilihat jika hampir sebagian besar pensil mekanik atau bolpoin yang dijual terbuat dari material plastik.

Mengetahui bahaya plastik sudah semakin meresahkan, ajak siswa untuk beralih ke pensil kayu atau bolpoin stainless. Gerakan less plastic yang dilakukan oleh siswa-siswi ini sedikit banyak akan membantu penggunaan material plastik dan tentu saja berimbas pada pengurangan sampah plastik.

Buat Komunitas atau Grup Peduli Lingkungan

Apa sih manfaat membuat komunitas atau grup peduli lingkungan di sekolah? Komunitas semacam ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya sampah plastik pada siswa-siswi di sekolah.

Komunitas ini nantinya akan diisi dengan kegiatan penyuluhan mengenai dampak sampah plastik sampai dengan aksi nyata untuk turut mengurangi penggunaan plastik. Apabila komunitas ini semakin berkembang, maka siswa-siswi juga bisa ikut terlibat dalam aksi peduli bahaya plastik di luar sekolahnya.

Lomba Memanfaatkan Sampah Plastik

Mengurangi dampak sampah plastik bisa dilakukan melalui cara yang menyenangkan bagi siswa-siswi, salah satunya dengan membuat lomba memanfaatkan sampah plastik menjadi kerajinan tangan. Lomba ini juga bisa mengasah kreativitas si kecil untuk membuat benda kerajinan yang unik dari kemasan plastik yang sudah tidak terpakai.

Tidak Membeli Makanan Berbungkus Plastik

Hampir semua siswa-siswi dari sekolah dasar sampai tingkat menengah atas pasti suka membeli makanan atau jajanan di lingkungan sekolah. Sayangnya, sebagian besar jajanan ini dibungkus oleh plastik.

Nah, untuk mengurangi sampah plastik, pihak sekolah dapat menghimbau para siswa untuk tidak membeli makanan berbungkus plastik. Jika terpaksa membeli, siswa dapat berinisiatif untuk membawa tempat makan sendiri sebagai wadah makanan yang dibelinya.

Menolak Sedotan dan Gelas Plastik dari Kantin

Saat ini, sejumlah restoran di Indonesia sudah turut mengurangi penggunaan sedotan pada minuman yang disajikan. Namun, kantin atau warung di sekitar sekolah agaknya belum mengurangi penggunaan sedotan atau gelas plastik.

Di sini, para siswa dapat menolak penggunaan sedotan atau gelas plastik dari minuman yang dibeli di kantin atau warung makan di sekitar sekolah. Solusinya, siswa dapat membawa sedotan stainless atau tumbler sendiri untuk menempatkan minuman yang dibeli. Sebuah aksi sederhana yang dapat membantu mengurangi sampah plastik, bukan?

Buat Bank Plastik di Lingkungan Sekolah

Siapa bilang sampah plastik hanya dihasilkan oleh rumah tangga dan restoran saja? Siswa-siswi di sekolah juga turut ‘menyumbang’ sampah plastik, mulai dari sampah bungkus makanan dan minuman, alat tulis, dll.

Upaya untuk mengurangi bahaya sampah plastik yang bisa dilakukan oleh para siswa adalah dengan membuat bank plastik yang dibantu oleh para guru dan pihak sekolah. Sampah plastik dari siswa nantinya akan dikumpulkan dalam sebuah tempat, lalu akan disalurkan ke pihak pengepul atau pengelola sampah plastik.

Hasil penjualan sampah plastik bisa dimasukkan ke dalam kas sekolah untuk membantu pemeliharaan lingkungan sekolah.

Aksi melibatkan siswa untuk lebih peduli terhadap dampak sampah plastik ini mungkin akan meresahkan para orang tua. Rasa khawatir akan masalah kesehatan sampai dengan baju seragam yang kotor pasca “Jumat Bersih” menjadi penyebab keresahan para orang tua. Namun, para orang tua tidak perlu khawatir karena anak-anaknya sudah turut terlibat dalam aksi mengurangi bahaya plastik yang dapat menyelamatkan lingkungan di sekitarnya.

Para orang tua seharusnya patut berbangga ketika anak-anaknya terlibat dalam kegiatan mengurangi dampak pencemaran plastik di sekolahnya. Jika seragam si kecil kotor, Ibu bisa mencucinya dengan Rinso. Berani kotor untuk kebaikan adalah suatu tindakan yang terpuji, lho, Bu.

Sumber:

cermati.com/artikel/cintai-bumi-kurangi-sampah-plastik-dengan-7-cara-sederhana-inigoodnewsfromedcom.id/rona/kesehatan/ObzdmYZK-berbagai-upaya-kurangi-sampah-plastik

mindonesia.id/2019/04/11/hebat-sekolah-ini-menerapkan-nol-plastik

nationalgeographic.grid.id/read/13775866/tujuh-cara-mengurangi-penggunaan-plastik-dalam-kehidupan-sehari-hari?page=all